Cara Membaca Lintang dan Bujur serta Skala Peta Laut
Dalam ilmu pelayaran datar, kemampuan membaca lintang dan bujur menjadi dasar untuk menentukan posisi kapal pada peta laut. Pelaut perlu memahami arah pertambahan angka pada skala peta, cara membaca menit busur, serta penggunaan alat bantu untuk menarik garis lintang dan bujur.
Ketelitian dalam membaca skala sangat diperlukan. Kesalahan membaca satu angka atau menggeser alat gambar hingga tidak sejajar dapat menyebabkan posisi kapal yang ditentukan pada peta menjadi kurang tepat.
Cara Mengetahui Lintang dan Bujur
Lintang dan bujur digunakan bersama untuk menunjukkan posisi geografis suatu tempat. Pada peta laut, skala lintang umumnya terletak di tepi kiri dan kanan, sedangkan skala bujur terletak di tepi atas dan bawah.
Lintang Utara dan Lintang Selatan
Lintang menunjukkan posisi suatu tempat terhadap garis khatulistiwa. Untuk membedakan Lintang Utara (LU) dan Lintang Selatan (LS), perhatikan arah pertambahan angka pada skala lintang.
- Lintang Utara (North Latitude): angka derajat semakin besar ke arah atas peta, menuju Kutub Utara.
- Lintang Selatan (South Latitude): angka derajat semakin besar ke arah bawah peta, menuju Kutub Selatan.
Sebagai contoh, jika skala lintang menunjukkan angka 05° di bagian bawah dan 06° di bagian atas, area tersebut berada di belahan bumi utara. Sebaliknya, jika angka 06° berada di bagian bawah dan 05° di bagian atas, area tersebut berada di belahan bumi selatan.
Bujur Timur dan Bujur Barat
Bujur menunjukkan posisi suatu tempat terhadap Meridian Greenwich atau bujur 0°. Untuk membedakan Bujur Timur (BT) dan Bujur Barat (BB), perhatikan arah pertambahan angka pada skala bujur.
- Bujur Timur (East Longitude): angka derajat semakin besar ke arah kanan peta.
- Bujur Barat (West Longitude): angka derajat semakin besar ke arah kiri peta.
Contohnya, jika angka bujur bertambah dari 119° di sebelah kiri menjadi 120° di sebelah kanan, wilayah tersebut berada di belahan bujur timur. Jika angka bertambah dari 119° di sebelah kanan menjadi 120° di sebelah kiri, wilayah tersebut berada di belahan bujur barat.
Perhatikan angka dan simbol pada peta yang digunakan. Arah pertambahan skala merupakan petunjuk untuk mengenali lintang dan bujur, tetapi posisi di dekat bujur 180° perlu dibaca dengan cermat karena penomoran bujur berakhir pada 180°.
Cara Membaca Skala Peta Laut
Membaca skala peta laut membutuhkan ketelitian dalam mengenali derajat, menit busur, dan detik busur. Ketiga satuan tersebut digunakan untuk menyatakan koordinat geografis dengan tingkat ketelitian yang berbeda.
Hubungan antara satuan sudut tersebut adalah:
- 1° = 60′
- 1′ = 60″
- 1° = 3.600″
Simbol ° menunjukkan derajat, ′ menunjukkan menit busur, dan ″ menunjukkan detik busur.
Pada skala peta tertentu, satu menit busur dibagi lagi menjadi beberapa bagian kecil. Jika satu menit dibagi menjadi 10 bagian yang sama, setiap bagian bernilai 0,1 menit atau 6 detik busur.
Contohnya:
1′ ÷ 10 = 0,1′
Karena satu menit terdiri atas 60 detik busur, maka:
0,1′ × 60″ = 6″
Artinya, setiap bagian kecil pada skala tersebut mewakili 6 detik busur.
Pembagian skala dapat berbeda antara satu peta dan peta lainnya. Karena itu, perhatikan angka, garis pembagi, dan keterangan yang tercetak pada peta sebelum melakukan pembacaan.
Contoh Membaca Koordinat
Misalnya, posisi kapal terbaca pada lintang 05° 24,6′ LS dan bujur 119° 25,2′ BT.
Cara membacanya adalah sebagai berikut:
- Lintang 05° 24,6′ LS berarti kapal berada pada 5 derajat dan 24,6 menit di selatan khatulistiwa.
- Bujur 119° 25,2′ BT berarti kapal berada pada 119 derajat dan 25,2 menit di timur Meridian Greenwich.
Saat membaca koordinat, pastikan nilai lintang dan bujur tidak tertukar. Lintang dibaca dari skala di sisi kiri atau kanan peta, sedangkan bujur dibaca dari skala di bagian atas atau bawah peta.
Peralatan untuk Menggambar Posisi Kapal di Peta
Setelah koordinat posisi diketahui, garis lintang dan bujur dapat ditarik pada peta untuk menentukan titik perpotongan yang menunjukkan posisi kapal. Pekerjaan ini memerlukan alat bantu gambar agar garis yang dibuat tetap sejajar dengan garis koordinat pada peta.
Mistar Jajar (Parallel Ruler)
Mistar jajar digunakan untuk memindahkan arah garis pada peta tanpa mengubah kesejajarannya. Alat ini membantu menarik garis lintang dan bujur melalui titik posisi kapal.
Langkah penggunaannya sebagai berikut:
- Untuk menggambar garis lintang, sejajarkan mistar jajar dengan garis bantu mendatar terdekat yang terdapat pada peta.
- Untuk menggambar garis bujur, sejajarkan mistar jajar dengan garis bantu tegak terdekat.
- Geser mistar jajar secara perlahan menuju skala lintang atau bujur yang sesuai.
- Pindahkan garis dari skala hingga melewati titik posisi kapal yang akan ditentukan.
Apabila mistar jajar tidak cukup panjang untuk mencapai titik yang diperlukan, pindahkan alat secara bertahap. Kedua sisi mistar harus tetap sejajar selama proses pemindahan.
Untuk garis lintang, mistar digeser ke kiri atau kanan. Untuk garis bujur, mistar digeser ke atas atau bawah.
Jangan terburu-buru ketika memindahkan alat. Jika kesejajaran mistar berubah, garis yang ditarik dapat menyimpang dari koordinat yang seharusnya. Ulangi proses dari garis bantu yang benar apabila hal tersebut terjadi.
Penggaris Segitiga (Nautical Protractor)
Sepasang penggaris segitiga juga dapat digunakan untuk memindahkan garis koordinat pada peta laut. Prinsip penggunaannya serupa dengan mistar jajar, yaitu mempertahankan kesejajaran garis ketika alat digeser.
Salah satu penggaris digunakan sebagai acuan, sedangkan penggaris lainnya membantu menggeser alat ke arah yang diperlukan. Selama pemindahan, pastikan alat tidak berputar atau bergeser dari posisi sejajarnya.
Istilah nautical protractor juga digunakan untuk alat ukur sudut navigasi tertentu. Karena bentuk dan fungsi alat dapat berbeda, pastikan alat yang digunakan memang sesuai untuk memindahkan garis koordinat pada peta.
Ketelitian dalam Menentukan Posisi Kapal
Kesalahan kecil saat membaca skala atau memindahkan garis dapat memengaruhi hasil penentuan posisi. Oleh sebab itu, lakukan pemeriksaan sebelum menetapkan titik posisi kapal.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:
- Pastikan skala lintang dan bujur dibaca dari sisi peta yang benar.
- Periksa arah pertambahan angka untuk memastikan lintang utara atau selatan serta bujur timur atau barat.
- Hitung pembagian menit busur dengan teliti.
- Pertahankan kesejajaran alat ketika memindahkan garis.
- Pastikan garis lintang dan bujur berpotongan tepat pada titik posisi yang ditentukan.
Untuk latihan, gunakan peta laut latihan yang memiliki skala dan garis koordinat yang jelas. Biasakan membaca koordinat terlebih dahulu sebelum menarik garis pada peta.
Ketika sudah terbiasa, proses mengenali lintang dan bujur serta menentukan titik posisi kapal akan menjadi lebih teratur. Keterampilan ini juga menjadi dasar untuk mempelajari pekerjaan navigasi lainnya, termasuk memplot posisi kapal dan merencanakan pelayaran.

Post a Comment for "Cara Membaca Lintang dan Bujur serta Skala Peta Laut"
Sobat pelaut yang ingin bertanya atau berbagi pengalaman silahkan tinggalkan komentar di bawah ini.
Post a Comment