Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tugas dan Tanggung Jawab AB (Juru mudi) di Kapal

Tugas AB di kapal untuk mengoperasikan kemudi kapal atas perintah Nakhoda/Officer, Selain itu juga memiliki tanggung jawab dalam pemeliharaan kapal dibawah perintah Chief officer dan Bosun.

AB merupakan singkatan dari Able Bodied Seaman yang jika dalam bahasa indonesia disebut sebagai juru mudi. Untuk memegang jabatan ini di atas kapal tentu melewati beberapa tahapan mulai dari pengambilan sertifikat rating/dasar sampai pada pembuatan dokumen yang dibutuhkan seperti buku pelaut, passport, MCU serta buku vaksinasi.

Dalam melaksanakan tugas, harus dibarengi dengan ketekunan dan kesabaran. Hal ini karena membutuhkan fisik yang kuat dan sehat karena dalam menjalankan tanggung jawabnya tidak memandang kondisi cuaca seperti hujan, panas matahri dan kekuatan angin. 

Menjadi seorang AB di atas kapal memiliki tugas yang lebih banyak melibatkan kekuatan fisik karena melakukan pekerjaan setiap hari yang berhubungan dengan perawatan kapal seperti pengecetan, chipping dan perbaikan bagian-bagian lainnya.

Tugas dan Tanggung Jawab AB di Kapal

tugas dan tanggung jawab ab di kapal

Berikut ini 14 tugas dan tanggung jawab AB secara umum di atas kapal.

  1. Memegang Kemudi saat diperlukan seperti ketika kapal memasuki alur, TSS dan Proses Mooring atau Unmooring
  2. Melakukan dinas jaga pada malam hari bersama Officer jika kapal berlayar
  3. Melakukan pemeliharaan tali-tali di atas kapal seperti mooring line, heaving line dan sejenisnya
  4. Melakukan Cipping, Brushing dan pengecetan berdasarkan perintah dan petunjuk bosun
  5. Ikut serta dalam Mooring Operasi pada saat kapal sandar di dermaga dan pada saat kapal meninggalkan dermaga (Unmooring)
  6. Mengoperasikan Crane saat diperlukan jika memenuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku
  7. Menjaga gangway saat kapal sedang sandar di pelabuhan
  8. Memasang pilot ladder sesui perintah officer
  9. Melakukan dinas jaga dan membantu pengawasan saat kapal sedang melakukan bongkar muat di pelabuhan
  10. Menjaga kebersihan alleway, bridge dan toilet di kapal sesuai dengan tugas yang ditentukan oleh chief officer
  11. Melakukan sounding fresh water (Air tawar) setiap hari dan mencatat ROB serta jumlah pemakaian setiap hari.
  12. Melakukan pengawasan pada saat kapal melakukan pengisian air tawar (Bunker Fresh Water)
  13. Melakukan pengawasan dan pengecekan rantai jangkar kapal pada saat kapal berlabuh jangkar
  14. Melakukan security patrol setiap saat ketika kapal sedang berlabuh jangkar

Tugas dan tanggung jawab di atas merupakan bagian umum yang dilakukan di kapal yang berlaku pada semua jenis kapal. Namun tugas tersebut bisa saja lebih banyak jika jenis kapal berbeda seperti kapal offshore, crew boat, tug boat, LPG, Container, Tanker dan jenis kapal lainnya.

Tugas AB di Kapal Tanker 

tugas ab di kapal tanker

1. Melakukan Tank Cleaning

Setiap kapal tanker akan selalu melakukan tank cleaning ketika cargo yang akan dimuat berbeda dengan cargo sebelumnya. sehingga harus melakukan tank cleaning atas perintah dan pengawasan Chief Officer.

2. Melakukan Pengambilan Ullage (Ullaging)

Pada saat kapal tanker melaksanakan cargo operation baik loading dan discharging, maka harus membantu officer jaga dalam melakukan pengecekan ullage sesuai dengan permintaan officer dari Cargo Contol Room. 

3. Melakukan Pengecekan Tali mooring

Salah satu tugasnya untuk memeriksa dan mengatur kekencangan tali-tali kapal pada saat kapal tanker melakukan bongkar muat di pelabuhan. Ketika melakukan cargo operasi maka draft kapal akan berubah sehingga akan menyebabkan terjadinya perubahan kekencangan tali mooring kapal.

4. Melakukan Security Rounds

Security rounds harus dilakukan setiap jam untuk memastikan tidak ada ancaman bahaya di kapal, seperti melakukan pengecekan cargo line apakah ada kebocoran dan juga memastikan PV bekerja dengan normal pada saat kapal tanker sedang melakukan cargo operasi.

5. Melakukan Pemeriksaan Pump room

Sesuai dengan standar regulation pump room harus diperiksa setiap jam jika kapal tanker melakukan proses loading/discharging. Pemeriksaan ini merupakan tugas dan tanggung jawab AB untuk memastikan tidak ada kebocoran terjadi di Pump room serta juga mengecek kondisi dan keadaan cargo pump (Jika proses Discharging). Setiap memasuki dan keluar dari Pump room harus dan wajib menginformasikan ke ooficer jaga.

6. Membantu Proses Stripping

Stripping adalah kegiatan akhir kapal tanker sebelum selesai melakukan discharging. Proses stripping harus atas pengawasan Chief Officer dan Bosun, namun dalam hal ini Seorang juru mudi harus ikut serta membantu dan melakukan perintah dari Chief Officer atau Bosun.

7. Membantu Pengoperasian Ballast

Sebelum melakukan proses Ballasting dan Deballasting tentu saja ada beberapa prosedur dan tahapan harus dilakukan seperti membuka Sea Chast dan Valve lainnya. Dalam proses ini juru mudi yang bertugas untuk melakukannya meskipun tetap harus dalam pengawasan Bosun.

Persyaratan Menjadi AB

Persyaratan minimum yang diperlukan untuk memenuhi syarat sebagai seorang pelaut bervariasi sesuai dengan spesifikasi kapal dan aturan dari management perusahaan. Dahulu, tingkat pengalaman yang menjadi tolak ukur beberapa perusahaan dalam memili kadidat untuk dipekerjakan di atas kapal.

Namun seiring berjalannya waktu maka syarat-syarat tersebut semakin berkembang dan semakin banyak yang harus dipenuhi untuk bisa menjadi pekerja di atas kapal.  

Beberapa syarat yang diperlukan untuk memenuhi syarat sebagai seorang AB yaitu sebagai berikut:

  • Pelaut dengan pengalaman kerja minimal enam bulan di kapal dapat dipertimbangkan untuk, bahkan ada juga beberapa perusahaan yang mengharuskan memiliki pengalaman 1 Tahun.
  • Mengetahui, memahami dan familiar terhadap tugas-tugas dasarnya sebagaimana yang telah disebutkan pada paragraf sebelumnya dan bersedia diperintahkan oleh perwira sekalipun perwira lebih mudah dari dirinya.
  • Mengetahu dasar-dasar mengenai alat keselamatan dan prosedurnya di atas kapal.
  • Memiliki ijazah yang sesuai dengan STCW yakni Rating/Able yang diperoleh secara sah dengan mengikuti program diklat pada lembaga yang diakui negara. Di Indonesia terbilang cukup banyak lembaga diklat yang dapat ditempati untuk pengambilan ijazah rating.
  • Memiliki sertificat basic seperti BST (Basic safety training), SDSD, SAT, AFF dan MEFA yang masih berlaku.
  • Memiliki Buku pelaut yang dikeluarkan oleh pihak pelabuhan dengan masa berlaku yang masih aktif .
  • Berbadan sehat dan memiliki medical Check Up (MCU) yang dikeluarkan oleh tim medis yang diakui.
  • Jika ingin bekerja di kapal tanker diwajibkan memiliki pengalaman sebelumnya di kapal tanker baik sebagai OS maupun sebagai pelayan di kapal. Selain itu ada tambahan sertificat yang harus dan wajib dimiliki yakni BOCT. 

Persyaratan tentunya berbeda-beda untuk setiap jenis kapal dan jenis perusahaan serta pada ukuran GT kapal. Oleh karena itu sebaiknya para sobat yang ingin mengawali karir sebagai pelaut dari dasar, sangat disarankan untuk menjadi OS di kapal dengan ukuran GT yang besar. Mengapa karena jika anda memiliki pengalaman di kapal besar maka anda akan sangat mudah diterima di perusahaan dengan type kapal yang sedang atau kecil.

Saat memulai karir dari awal jangan terlalu memikirkan gaji terlebih dahulu tetapi yang jauh lebih penting adalah pengalaman kerja, karena sebagai pekerja tentunya kita dibayar berdasarkan pengetahuan, pengalaman serta skill yang kita miliki. Oleh karena itu para sobat harus sabar dan tekun menghadapi berbagai macam tantangan dalam dunia kerja.

Tugas AB Dalam Bahasa Inggris.

Untuk memudahkan menghadapi interview di kantor perusahaan pelayaran dengan target kapal luar negeri. 

Tugas dan tanggung jawab AB dalam bahasa inggris yaitu sebagai berikut:

  1. Conduct security patrol and anti pullution during cargo operation
  2. Check mooring line regulary and adjust as per tidal during vessel at berth (Mooring)
  3. Conduct anty piracy every watch during vessel under way and at anchorage
  4. Check Chain leading every hour if vessel at anchorage and report to duty officer
  5. Do maintenance such us chipping, brushing and painting under Bosun’s instruction
  6. Do cargo watch when vessel at berth for loading/discharging
  7. Taking ullaging as per duty officer order if tanker ship during cargo operation
  8. Cleaning alleway and bridge every day as per schedule by Chief Officer
  9. Do gangway watch and ISPS during vessel at bert and at anchorage
  10. Steer man on the bridge if required or during vessel entering harbour, narrow channel and TSS (Traffic Separation Scheme)
  11. Do tank cleaning if working at Oil/Chemical Tanker under Chief Officer order
  12. Check pump room every hour during cargo operation at Tanker ship, make sure no leaking found and also cargo pump condition needs to be checked. If any abnormal found he should report to duty Officer/Chief Officer.
  13. Taking sounding of fresh water tank everiday. ROB and total consumption must be recorded and reported to officer/Captain.  
  14. Doing mooring/unmooring operation with safely and safety.
  15. Doing additional job as per Chief Officer and Captain order.
Itulah penjabaran tugas dalam bahasa inggris yang dapat dijadikan para sobat sebagai contoh pada saat melakukan interview di perusahaan pelayaran. 

Besaran Gaji AB Dalam Pelayaran

Sebenarnya gaji AB berbeda-beda tergantung pada jenis kapal yang ditempati bekerja dan juga pada perusahaan mana yang ditempati bekerja. Pendapatan akan berbeda ketika berlayar di luar Indonesia dengan ketika hanya berlayar di dalam Perairan Indonesia. Ini berdasarkan pengetahuan dan informasi dari beberapa perusahaan pelayaran yang penulis dapatkan lalu dituangkan dalam bentuk artikel seperti ini. 

Untuk perusahaan dan kapal yang operasi dalam perairan indonesia perkiraan Gajinya adalah Rp. 5.000.000,00 sampai Rp. 8.000.000,00. Untuk perusahaan luar Negeri (Luar Indonesia) pendapatan dan gajinya berada di angka 600$ sampai 1000$, atau jika di Rupiahkan sekitar Rp. 9.000.000,00 sampai Rp. 15.000.000,00.

Perkiraan angka tersebut di atas hanya diambil dari beberapa perusahaan dan sebenarnya masih banyak perusahaan pelayaran luar yang memberikan gaji yang jauh lebih besar, terutama untuk kapal-kapal Chemical tanker dan Kapal LPG. Selain itu, juga ditentukan dari sertifikat yang dimiliki oleh setiap pelaut, semakin banyak dan lengkap sertifikat yang dimiliki maka kadang juga akan semakin besar gaji yang dapat di peroleh.

Adapun sertifikat yang harus dimiliki AB sebagai persiapan dan persyaratan naik kapal yaitu Rating/Able, BST, MEFA, AFF, SAT dan SDSD. Dan sebagai tambahan jika ingin bekerja di Kapal Tanker maka diharuskan memiliki sertifikat BOCT. Selain setrtifikat ada juga dokumen yang harus dimiliki seprti Buku pelaut, Pasport, Medical Check Up (MCU) dan Vaksinasi.

Yakob Taruklangi
Yakob Taruklangi Hi, I am Yakob Taruklangi, I am seafarer working onboard tanker ship as Deck Officer. I have been working since 2019. My hobby is writing and sharing experience with other specially for marine industry, shipping and life at sea.