Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mooring Operasi di Kapal, Ini 8 Cara Menghindari Kecelakaan

Mooring operasi adalah salah satu kegiatan penting yang harus dilakukan pelaut di kapal. Secara teknis mooring operasi mungkin saja terlihat sederhana namun tanpa disadari, ada sederetan bahaya yang mungkin saja timbul jika tidak dilakukan dengan tepat. 

8 point penting dalam mooring operasi di kapal untuk menghindari kecelakaan
Sumber Gambar : pixabay

Dalam beberapa kasus atau kejadian di atas kapal, tak jarang kecelakaan terjadi ketika kapal sedang sandar dimana proses operasi mooring berlangsung. Seringnya terjadinya kecelakaan diakibatkan oleh kurangnya pemahaman crew terhadap operasi kegiatan tersebut.

Pengertian Mooring Operasi di Kapal 

Mooring adalah adalah suatu proses kegiatan yang dilakukan oleh kapal yang sedang melaksanakan proses sandar di dermaga, sedangakan unmooring adalah kegiatan kapal ketika meninggalkan dermaga. mooring berarti memasuki pelabuhan sedangkan unmooring berarti meninggalkan pelabuhan.

Benar bahwa bekerja di kapal bukanlah tugas yang mudah. Oleh karena itu sebagai pelaut kita harus mampu dalam mempertimbangkan tindakan-tindakan pencegahan dan memahami cara kerja setiap sistem di atas kapal. Dalam operasi mooring atau unmooring, tindakan pencegahan wajib dan harus dilakukan untuk memastikan keselamatan setiap crew kapal.

8 Cara dan Point Penting Dalam Mooring Operasi.

Agar terhindar dari berbagai bentuk bahaya maka harus memperhatikan beberapa point penting sebagai berikut.

  1. Jangan izikan personal lainnya ada di deck tempat dimana mooring operasi berlangsung. Semua crew yang tidak terlibat dalam mooring atau unmooring tidak diperbolehkan berada di lokasi tersebut guna untuk mencegah terjadinya hal buruk. Tidakan ini dilakukan kerana jika ada crew tidak familiar dengan mooring operasi maka dapat membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain. Misalnya jika ada enggine crew berada di area tersebut maka sebagai perwira anda harus memerintahkan untuk segera meninggalkan tempat itu sebelum mooring operasi berlangsung.
  2. Mempertimbangkan Keadaan Cuaca. Sebelum merencanakan operasi mooring/unmooring keadaan cuaca harus dipertimbangkan seperti angin dan kekuatan arus. Nakhoda kapal dan perwira jaga harus memiliki rincian secara detail mengenai cuaca, baik pada saat itu maupun waktu beberapa jam kedepannya, hal ini diperlukan agar proses ketika kapal sandar dapat berlangsung dengan aman.
  3. Setiap deck crew harus dibriefing sebelum proses operasi mooring / unmooring. Chief Officer wajib dan harus mengadakan meeting beberapa jam sebelum kapal tiba di tempat tujuan. Dalam meeting tersebut Chief Officer harus memberikan penjelasan mengenai prosedure dan tata cara dalam melaksanakan kegiatan mooring serta memastikan semua crew deck telah familiar dan siap untuk kegiatan tersebut.
  4. Setiap deck crew wajib mengetahui tentang Snap Zone. Snap zone adalah area berbahaya dimana tidak boleh ditempati ketika kapal sedang sandar atau ketika kapal sudah sandar. Snap zone merupakan area dimana tali kapal akan terpentil jika tali tersebut putus. 
  5. Periksa semua peralatan dan perlengkapan mooring. Pastikan semua peralatan yang akan digunakan dalam keadaan normal dan baik, seperti Mooring Winch, Drum, mooring line, stopper,  dan sebagainya. Termasuk radio sebagai alat berkumunikasi harus dipastikan bekerja dengan baik
  6. Mengenal dan mengetahui Maximum Breaking Load (MBL). Pastikan semua tali kapal tidak boleh melebihi 55% dari MBL untuk mencegah terputus tali kapal.
  7. Hindari penggunaan jenis dan ukuran tali yang berbeda. Pastikan setiap tali memiliki kekuatan yang sama seperti spring line, breast line dan head/stren line. Penggunaan ukuran tali yang berbeda dapat menimbulkan bahaya besar.
  8. Lakukan Pemeriksaan Berkelanjutan. Semua tali harus diperiksa secara terus-menerus bahkan ketika mooring operasi selesai. Jika terjadi perubahan pada kondisi ballast/muatan kapal, tali harus dikendurkan atau dikencangkan sesuai dengan keadaan. Tali juga harus diatur sesuai dengan perubahan pasang surut. Oleh karena itu pemeriksaan keadaan tali secara berkala sangat diperlukan.

Itulah beberapa poin penting untuk diperhatikan sebelum proses mooring operasi dan unmooring di atas kapal. Namun perlu digaris bawahi bahwa point di atas hanyalah beberapa saja, tentu banyak hal harus dipersiapkan dan dilakukan dengan tepat guna untuk meminimalisir terjadinya kejadian buruk di atas kapal. 

Jika ada pendapat, tambahan dari para pengunjung dan pembaca artikel ini. Silahkan tinggalkan pesan dan pernyataan pada kolom komentar. 


Yakob Taruklangi
Yakob Taruklangi Hi, I am Yakob Taruklangi, I am seafarer working onboard tanker ship as Deck Officer. I have been working since 2019. My hobby is writing and sharing experience with other specially for marine industry, shipping and life at sea.