Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Apa itu Anti fouling Kapal dan Fungsi Serta Contoh Sertifikatnya

Anti fouling adalah metode pengecatan yang dilakukan pada kapal untuk mencegah organisme laut menempel pada permukaan dinding kapal, baik pada lambung maupun pada sistem perpipaan dengan tujuan untuk mencegah terjadinya korosi dan sekaligus sebagai syarat untuk memperoleh sertifikat.

anti fouling kapal
Pengaplikasian cat anti fouling pada kapal MT. Patra Tanker 2, di galangan Bangka Belitung pada saat dry dock

Pertumbuhan organisme laut seperti barnacles dan mussels dapat mempercepat terjadinya korosi pada dinding plat kapal. Biofouling tidak hanya menempel pada lambung kapal bagian luar, tetapi juga dapat masuk ke dalam saluran pipa air laut lalu menempel pada pipa. 

Akibatnya, timbul masalah seperti korosi, penyumbatan, hingga pada potensi kerusakan sistem pendingin mesin. Pada era modern ini kapal menggunakan berbagai jenis cat anti fouling untuk mencegah pertumbuhan organisme laut yang dapat menyebabkan terjadinya karat.

Fungsi Anti fouling Pada Kapal

1. Mencegah Penyebaran Organisme Invasif

Kapal yang berlayar antar perairan dapat membawa organisme laut asing yang menempel di lambung, lalu melepaskannya di habitat baru. Hal ini berisiko memicu penyebaran spesies invasif yang mengganggu keseimbangan ekosistem laut setempat. Nah dengan adanya cat anti fouling akan mencegah organisme tersebut bertahan menempel pada lunas kapal.

2. Mengurangi Biaya Perawatan

Tanpa anti fouling, lambung kapal akan lebih cepat kotor dan memerlukan pembersihan lebih sering saat dry-dock. Hal ini menambah biaya perawatan dan menyebabkan kapal kehilangan waktu operasional, karena memakan interval waktu yang panjang sehingga biaya pun akan semakin besar.

3. Mengurangi Penggunaan Konsumsi Bahan Bakar

Ketika organisme laut menempel pada lambung kapal, gesekan antara permukaan kapal dan air meningkat. Kondisi ini memaksa mesin bekerja lebih keras untuk mencapai kecepatan yang sama, sehingga konsumsi bahan bakar bertambah. 

Dengan penggunaan sistem anti fouling, lambung tetap bersih dan halus sehingga hambatan berkurang, dan menurut data IMO, efisiensi bahan bakar dapat meningkat hingga 5-10%.

4. Melindungi Struktur Kapal dari Kerusakan

Beberapa organisme laut, seperti kerang atau teritip, dapat menempel kuat dan merusak lapisan pelindung lambung. Jika dibiarkan, kerusakan ini dapat mempercepat korosi pada dinding lambung kapal yang terendam air. Anti fouling berfungsi sebagai lapisan pelindung tambahan yang menjaga keutuhan struktur plat kapal.

5. Menjaga Kecepatan dan Performa Kapal

Fouling tidak hanya memengaruhi konsumsi bahan bakar, tetapi juga berdampak langsung pada kecepatan. Kapal dengan lambung kotor bisa kehilangan hingga 10–15% kecepatan desainnya. Alat ini digunakan untuk membantu menjaga performa hidrodinamis kapal sehingga waktu tempuh pelayaran lebih efisien dan jadwal operasi tetap tepat waktu.

Jenis-Jenis Anti Fouling

1. Sistem Elektrolitik

Sistem elektrolitik merupakan metode paling umum untuk mencegah biofouling di kapal.

Cara Kerja Sistem Elektrolitik antara lain:

  • Sistem ini terdiri dari pasangan anoda, biasanya tembaga dan aluminium atau besi.
  • Anoda dipasang di sea chest atau strainer.
  • Arus DC dialirkan melalui anoda tembaga untuk menghasilkan ion-ion tembaga yang terbawa bersama air laut ke seluruh jaringan pipa.
  • Ion-ion tembaga ini mencegah organisme laut menempel dan berkembang biak di permukaan pipa.

Anoda besi berfungsi untuk mencegah korosi permukaan logam akibat zat korosif dalam air laut, seperti sulfur. Sistem ini juga melindungi:

  • Valve
  • Kondensor
  • Sistem pendingin mesin

Kinerja sistem dipantau melalui panel kontrol yang mengukur keluaran masing-masing anoda.

2. Sistem Chemical Dosing (Pemberian Bahan Kimia)

Metode ini umum digunakan untuk mencegah pertumbuhan organisme laut pada perpian kapal yang menjadi akses air laut. Bahan kimia seperti ferrous chloride ditambahkan pada kotak air laut (sea water boxes). 

Bahan kimia ini melapisi permukaan dalam pipa dengan lapisan pelindung ferrous yang mencegah korosi. Metode ini efektif untuk melindungi pipa dari serangan organisme laut dan kerusakan akibat korosi.

Salah satu keunggulan metode ini adalah fleksibilitasnya, bahan kimia dapat disesuaikan dengan kondisi air laut yang berbeda-beda. Namun, perlu pengendalian yang ketat agar dosis bahan kimia yang digunakan tidak berlebihan agar tidak mencemari lingkungan laut.

Selain itu, sistem ini membutuhkan pemantauan terus-menerus oleh awak kapal. Dengan pengaturan takaran yang tepat, chemical dosing mampu memberikan perlindungan jangka panjang pada sistem perpipaan tanpa mengganggu operasi normal kapal.

3. Sistem Ultrasonik

Gelombang berfrekuensi tinggi (ultrasonik) juga digunakan untuk mencegah pertumbuhan organisme laut di sistem pipa kapal. Sistem ini dianggap sangat efektif, dengan klaim pengurangan biofouling hingga 80%.

Ultrasonik memiliki dua efek utama yang berperan dalam mencegah pertumbuhan organisme laut pada permukaan pipa. Efek gangguan (disturbance action) terjadi ketika gelombang ultrasonik mengacaukan habitat organisme laut, sehingga permukaan pipa tidak lagi menjadi tempat yang layak untuk mereka tempati. 

Selain itu, terdapat pula efek lain, yaitu kemampuan gelombang ultrasonik untuk menghambat proses penempelan zat perekat yang digunakan oleh organisme. 

Efek ini bahkan tetap bekerja pada organisme berukuran 4–5 mm yang sudah menempel, sehingga efektivitasnya cukup tinggi dalam menjaga kebersihan dan kinerja pipa.

Cara Kerja Sistem Ultrasonik, antara lain:

  • Generator gelombang menghasilkan impuls listrik berfrekuensi tinggi.
  • Impuls diteruskan melalui kabel koaksial ke transduser yang dipasang di luar sea chest kapal atau strainer.
  • Transduser berisi kristal keramik piezoelektrik yang menghasilkan gelombang ultrasonik saat mendapat impuls listrik.

Keunggulan utama dari sistem ini adalah sifatnya yang non-invasif, karena tidak bersentuhan langsung dengan air laut sehingga meminimalkan risiko kerusakan atau gangguan terhadap ekosistem laut. 

Selain itu, sistem ultrasonik juga tidak menghasilkan zat berbahaya, sehingga lebih ramah lingkungan dan aman digunakan tanpa menimbulkan pencemaran pada perairan.

4. Sistem Elektro Klorinasi

Elektro klorinasi adalah metode yang menghasilkan klorin untuk membentuk natrium hipoklorit sebagai zat pencegah fouling.

Titanium digunakan sebagai katoda, sedangkan titanium berlapis platinum setebal 100 mikro-inci digunakan sebagai anoda. Tegangan anoda atau katoda dijaga pada 7 volt. Klorin dihasilkan di anoda bersama elemen lain untuk membentuk natrium hipoklorit. Gas hidrogen juga dihasilkan dalam jumlah besar sehingga harus dibuang dengan aman.

Proses ini bekerja sangat efektif di air laut dengan tingkat salinitas yang sesuai. Dengan natrium hipoklorit yang terbentuk, organisme laut akan terhambat pertumbuhannya sebelum sempat menempel pada pipa atau permukaan sistem pendingin.

Laju konsumsi lapisan anoda adalah sekitar 6 mg/ampere/tahun, tergantung tegangan dan arus yang dipasok. Konsentrasi 10 ppm klorin dapat membunuh semua organisme laut dengan cepat, sedangkan 1 ppm cukup untuk mencegah fouling. Sistem ini hanya dirancang untuk air laut, bukan air tawar.

Kelebihan metode klorinasi adalah kemampuan memberikan perlindungan jangka panjang dengan biaya perawatan yang relatif rendah. Namun, awak kapal harus memastikan ventilasi gas hidrogen yang aman serta memantau kondisi anoda agar sistem tetap bekerja optimal.

Cat Anti Fouling Kapal

Cat anti fouling merupakan jenis pelapis yang diaplikasikan pada bagian lambung kapal di bawah garis air untuk mencegah pertumbuhan organisme laut yang menempel. Dahulu, senyawa Tri-butyl-tin (TBT) banyak digunakan sebagai bahan utama pembasmi organisme laut.

Seiring berjalannya waktu, TBT diketahui menimbulkan dampak negatif terhadap ekosistem laut, baik flora maupun fauna.Karena alasan tersebut, industri pelayaran beralih ke cat self-polishing copolymer atau self-eroding paint. 

Cat jenis ini menggunakan biocide dengan tingkat toksisitas lebih rendah serta mekanisme pelepasan yang berbeda dibandingkan TBT.

Ketika kapal bergerak, lapisan cat akan terkikis sedikit demi sedikit, sehingga membuka lapisan biocide baru yang berfungsi mencegah organisme laut menempel pada permukaan lambung kapal.

Dalam memilih cat anti fouling, terdapat beberapa hal penting yang perlu dipertimbangkan agar perlindungan terhadap lambung kapal tetap optimal. Pada kapal dengan kecepatan lebih tinggi, dibutuhkan cat dengan komposisi yang lebih keras agar proses pengikisan berlangsung pada tingkat yang tepat dan tidak cepat habis.

Selain itu, frekuensi dry-dock juga sangat berpengaruh. Jika interval perawatan kapal relatif panjang, misalnya setiap 2,5 hingga 5 tahun, maka lapisan cat yang digunakan harus lebih tebal sebagai perlindungan agar tetap terjaga hingga jadwal dry-dock berikutnya.

Sertifikat Anti fouling Kapal

sertifikat anti fouling kapal
Contoh dan bentuk sertifikat anti fouling kapal MT. Es Jewel di bawah otoritas Negara Singapore

International Anti Fouling System Certificate (IAFS Certificate) adalah dokumen sertifikat kapal yang menjadi bukti bahwa sistem cat yang digunakan pada lambung kapal memenuhi standar internasional untuk melindungi lingkungan laut dari zat berbahaya.

Sertifikat ini menunjukkan bahwa cat pada kapal tidak mengandung senyawa berbahaya yang dilarang seperti organotin TBT, dan atau bahwa segala pembatasan penerapan atau penggunaan cat tertentu telah dipenuhi sesuai persyaratan Konvensi AFS (International Convention on the Control of Harmful Anti-fouling Systems on Ships) pada tahun 2001. 

Negara bendera atau Flag state yang ditunjuk melakukan survei dan penerbitan sertifikat berdasarkan bukti dan dokumentasi seperti kwitansi cat dan laporan tertulis kontraktor.

Konvensi AFS adalah organisasi internasional yang melarang penggunaan organotin dalam cat anti fouling dan mengatur mekanisme survei atau sertifikasi. 

Untuk mendukung pelaksanaan, IMO mengeluarkan pabduan yang dituangkan dalam MEPC resolutions tentang prosedur survei dan sertifikasi serta pemeriksaan Port State Control. Hal ini menjelaskan bentuk sertifikat, dokumen pendukung, dan bagaimana inspeksi harus dilakukan.

Kapal yang Wajib Memiliki Sertifikat

Kapal 400 GT ke atas yang melakukan pelayaran internasional wajib mengadakan survei dan memiliki sertifikat anti fouling (IAFS Certificate) atau dokumen deklarasi yang sesuai dengan ketentuan Konvensi AFS dan aturan administrasi negara bendera. 

Beberapa negara juga mengadopsi aturan nasional yang mengatur kapal yang masuk ke perairan mereka, sehingga penting bagi pemilik kapal untuk memahami kewajiban berdasarkan bendera dan rute pelayaran.

Prosedur Survei dan Penerbitan Sertifikat dilakukan dengan cara Pemilik atau agen harus menyerahkan Declaration on Antin Fouling Systems yang menjelaskan jenis cat yang digunakan, tanggal aplikasi terakhir, dan bukti pemasangan atau pelepasan jika diperlukan, tetapi normalnya yang paling penting adalah kwitansi cat, invoice dan laporan kontraktor. 

Setelah itu surveyor yang berwenang akan melakukan pemeriksaan seperti:

  1. Inspeksi Visual, Survei biasanya mencakup pemeriksaan lambung seperti pengecekan visual saat di dry-dock atau via diver ROV jika perlu. untuk menilai jenis cat, ada tidaknya lapisan yang dilarang, dan kondisi umum. Pedoman yang terdapat dalam MEPC memberikan contoh pemeriksaan dan kriteria penilaian.
  2. Penerbitan Sertifikat / Deklarasi, Jika memenuhi syarat Administrasi atau organisasi klasifikasi yang diberi wewenang akan menerbitkan IAFS Certificate. Bila tidak, kapal harus memperbaiki ketidaksesuaian seperti mengganti cat sebelum sertifikat diterbitkan.

Masa Berlaku Sertifikat

Sertifikat anti fouling biasanya tetap berlaku selama kondisi cat tidak berubah dan masa berlaku yang tertulis disertefikat tidak lewat. Namun, jika sistemnya diubah, diganti, atau dicabut maka sertifikat berhenti berlaku sampai survei ulang dan atau sertifikat baru diterbitkan. Oleh karena itu setiap pekerjaan repainting yang melibatkan jenis cat harus didokumentasikan dan diinformasikan ke otoritas terkait.

Dokumen yang harus tersedia di kapal meliputi salinan IAFS Certificate yang wajib ditunjukkan saat pemeriksaan. Selain itu, kapal juga perlu menyimpan catatan aplikasi terakhir, seperti kwitansi pembelian cat, invoice dari kontraktor, serta sertifikat produk. 

Apabila kapal sebelumnya pernah menggunakan cat yang mengandung bahan yang tidak sesuai ketentuan, maka harus ada dokumen yang memuat penjelasan mengenai proses penghapusan atau tindakan korektif yang dilakukan. Dan seluruh dokumen ini harus tersedia di kapal untuk kepentingan pemeriksaan oleh Port State Control.

Administrasi bendera bertanggung jawab menetapkan apakah kapal memenuhi persyaratan Konvensi AFS dan menerbitkan sertifikat. Banyak Administrasi mendelegasikan tugas survei kepada pihak class yang akan melakukan pemeriksaan dan mengeluarkan sertifikat di bawah kewenangan administrasi.

Penerbitan dan Konsekuensi

Dari sisi Port State Control (PSC), kapal yang tidak memiliki sertifikat anti fouling atau menggunakan cat yang dilarang dapat dikenai sanksi, bahkan berujung pada penahanan kapal atau denda oleh pihak pelabuhan.

Selain itu, beresiko juga terhadap lingkungan karena penggunaan cat berbahaya dapat mencemari ekosistem lautan bahkan bisa dikatakan ini akan merusak citra pemilik maupun operator kapal sebagai mitra bisnis.

Pelanggaran terhadap aturan juga akan berdampak pada pengeluaran biaya, sebab perbaikan mendadak atau repainting yang harus dilakukan di luar jadwal perawatan akan menambah pengeluaran sekaligus menimbulkan downtime yang tentunya menimbulkan merugikan.

Beberapa cara yang dapat dilakukan oleh managemen atau operator kapal agar terhindar dari pelanggaran terhadap aturan penerbitan sertifikat, adalah sebagai berikut:

  1. Catat seluruh pekerjaan pengecatan, termasuk tanggal, jenis produk, jumlah cat yang digunakan, serta kontraktor yang melaksanakannya, dan simpan semua bukti transaksi agar proses survei berjalan lebih cepat.
  2. Gunakan produk yang sudah diakui dan memenuhi standar AFS, yang disiapkan oleh produsen terpercaya, seperti Pettit Paint, jotun paint dan distributor lainnya.
  3. Rencanakan repainting secara tepat waktu, baik sebelum masa berlaku sertifikat habis maupun sebelum kapal memasuki perairan dengan aturan nasional yang khusus.

Konsultasikan dengan pihak class jika ada keraguan terkait apakah penggunaan cat baru memerlukan survei ulang atau tambahan dokumen pendukung yang sebagaimana dianjurkan.

Kunjung dan ikuti web karyapelaut.com untuk mendapatkan informasi dari artikel yang terupdate dan terbaru sesuai dengan kemajuan teknologi dalam dunia maritim, Terima kasih dan Salam Pelaut.



Yakob Taruklangi
Yakob Taruklangi I am Yakob Taruklangi, a professional seafarer who has been serving as a Deck Officer on tanker ship and offshore vessel since 2019. Throughout my career, I have gained valuable knowledge and experience in the maritime industry, which I am passionate about sharing with others. Writing allows me to reflect on my journey at sea and provide insights into shipping, seamanship, and life onboard, with the hope of contributing to the wider maritime community.

Post a Comment for "Apa itu Anti fouling Kapal dan Fungsi Serta Contoh Sertifikatnya"