Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Contoh Fire Drill di Kapal dan Alat yang Digunakan

Fire Drill adalah latihan menghadapi keadaan darurat di kapal yang disebabkan oleh kebakaran atau ledakan. Contoh Drill disimulasikan adanya insiden di kapal sehingga semua crew wajib mengambil tindakan sesuai dengan tugasnya yang terdapat pada muster list.

Berdasarkan SOLAS, jadwal fire drill harus dilakukan sebanyak 1 kali dalam sebulan dan semua crew harus berpartisipasi dan memahami dengan baik tentang cara menghadapi kebakaran dan memadamkan api dengan tepat dan cepat.

Alat dan perlengkapan yang digunakan dalam adalah semua perlengkapan yang berhubungan dengan Fire Fighting equipment yaitu alat-alat yang dipergunakan dalam menghadapi kebakaran. Setiap crew wajib memahami fungsi dan cara penggunaan FFE tersebut.

Contoh Skenario

contoh skenario fire drill

Berikut ini adalah contoh  skenario simulasi fire drill di atas kapal

"FIRE IN GALLEY"

1435 Hrs: General emergency alarm and followed by announcement on P.A. System “THIS IS A DRILL (3 times)” Fire in galley. All crew assemble at the muster station.

1437 Hrs: Crew Mustered and head count was taken, reported to bridge all were present. All crew duties discussed according to the muster list and plan of action briefed.

1440 Hrs: Technical team shut off fuel tank. Isolate emergency switchboards, Shut compressed air line from engine room supply. Support party and attack party close doors and shut all mechanical/natural ventilators. Support Party prepared SCBA set, fireman outfit, portable CO2 extinguishers, and 2 sets of hoses. Support team also prepared First aid kit and stretcher. Emergency fire pump started by technical team for boundary cooling and Foam pump started for the fixed foam firefighting system.

1445 Hrs: Urgency message Simulation carried out. Company CSO/DPA, Charters Informed (Simulation Only). Urgency message sent on VHF.

1449 Hrs: Bosun and AB don firemen suit, checked heat on the weather tight door reported to bridge before entering space and started fighting by Portable CO2 extinguishers. Boundary cooling in progress by using hose nozzle in Fog type by the support team.

1455 Hrs: Constant communication with bridge regarding the situation was maintained. Fire was successfully extinguished by Emergency team using CO2 extinguishers lead by Chief Officer. Support Team headed by third Officer was standing by with medical equipment and ready to render first aid assistance anytime if needed. No casualty reported.

1500 Hrs: Zone 4 Alarm Detection, Portable CO2 extinguisher, Hose 20 metre in Length, fire hydrant at 1 st deck. SCBA set, Fireman Outfit, First Aid Kit, fireman walkie-talkie checked and found in good Condition. De-briefing and short training session carried out by Chief Officer on FFE to use and methods for extinguishing and fighting Electrical Fire onboard. Third Officer gave training on SCBA set, Firemen Outfit and explained the maintenance to carry out for firefighting equipment.

1510 Hrs: Dismissal alarm sounded.

Perlengkapan dan Alat

Dalam melaksanakanlatihan ini di kapal tentu menggunakan perlengkapan yang sesuai. Perlengkapan dan alat yang digunakan adalah sebagai berikut.

1. Fire Hydrant 

Adalah alat pemadam kebakaran dengan menggunakan air sebagai medianya pada tekanan tertentu untuk menjangkau titik-titik api. Hydrant berupa system di atas kapal yang memiliki line tersendiri dan pompa untuk memompa air hingga ke hydrant valve. Di kapal dikenal sebagai Hydrant Box yang isinya seperti Nozzle, Hose, Coupling Hose dan sejenisnya.

2. Fire Hoses

Hose adalah peralatan yang merupakan selang penghubung antra hydrant pillar dan Nozzle. Hose dirancang untuk menahan tekanan air yang cukup besar atau 17 Bar dan dapat menyalurkan air ke Nozzle dengan tembakan pada jarak yang jauh. Setiap Hydrant di kapal harus dilengkapi 1 hose yang kedap terhadap air dan siap digunakan setiap waktu. Oleh karena itu peralatan ini harus diperiksa dan dirawat secara rutin oleh third officer.

3. Nozzle

Nozzle adalah alat yang dipasang di ujung hose sebagai alat untuk mengatur mengarahkan keluarnya air dari hose. Alat ini dapat digunakan untuk mengatur kualitas air yang keluar serta untuk mengatur jarak jangkauan air terhadap titik api. Jenis Nozzle ada beberapa macam seperti nozzle jet, nozzle spray, dan nozzle variable.

4. SCBA

Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) adalah alat yang berfungsi untuk membantu pernapasan ketika kita sedang memadamkan api sehingga sekalipun kebakaran dalam ruang tertutup tanpa oksigen, petugas pemadam dapat bernapas dengan bebas. Selain itu asap tebal yang dihadapi tidak akan membahayakan petugas pemadam kebakaran karena adanya SCBA yang digunakan. 

Namun alat ini memiliki keterbatasan waktu penggunaannya sehingga sebelum oksigen habis dalam tabung SCBA, petugas pemadam harus ssecepatnya meninggalkan ruang dan asap tebal pada lokasi kebakaran untuk menghindari kekurangan oksigen. 

Setiap melaksanakan Fire drill di kapal SCBA harus diperiksa kelayakannya sebelum digunakan seperi keadaan hose, mask, Pressure Oksigen dalam Cylinder dan bagian lainnya.

5. EEBD

Emergency Escape Breathing Device (EEBD) adalah alat yang berfungsi sebagai alat bantu pernafasan untuk melarikan diri dari ruang yang dipenuhi udara beracun. EEBD memiliki fungsi seperti SCBA yaitu sebagai penyedia oksigen. Namun, EEBD tidak dapat digunakan ketika memadamkan api tetapi EEBD hanya dipergunakan untuk melarikan diri dari ruang tanpa oksigen ke ruang yang aman. EEBD bukan hanya digunakan dalam Fire drill namun juga digunakan dalam latihan lainnya seperti latihan memasuki ruang tertutup

6. Fireman Outfit

Fireman Outfit adalah pakian yang digunakan oleh crew yang menjadi petugas pemadam kebakaran. Alat ini terdiri atas baju, celana, sarung tangan dan sepatu yang tahan terhadap api dan panas. alat ini harus digunakan dengan lengkap dan cara memakainya pun harus tepat dan cepat. 

Selain itu, Fireman Outfit dilengkapi juga dengan helm atau penutup kepala yang memiliki lapisan kaca bening dan tahan terhadap api. Alat lainya yang harus dibawa adalah axe dan torch light.

7. Fireman Walkie-talkie

Walkie-talkie adalah radio yang digunakan untuk berkomunikasi dalam situasi kebakaran baik stuasi latihan maupun benar-benar situasi marah bahaya. Radio ini memang dirancang secara khusus untuk dibawa oleh petugas pemadam kebakaran yang digunakan bersamaan dengan fireman outfit sehingga terlindungi dari api atau panas.

8. First Aid Kit

First Aid Kit adalah kotak di atas kapal yang berisi alat alat untuk menangani crew yang terluka. First Aid Kit disediakan disetiap tempat di kapal yang dianggap sebagai tempat yang mudah dijangkau dan cepat untuk digunakan dalam melakukan penanganan terhadap korban seperti luka bakar, luka benturan dan sejenisnya.

Pembagian Tim Drill

Dalam mengadakan pelatihan ini di kapal maka setiap crew dipersiapkan dalam beberapa tim. Berdasar pada muster list, crew dibagi menjadi beberapa tim yaitu control party, support party, emergency party dan technical party.

  1. Control party adalah tim yang mengendalikan atau memberi komando terhadap crew untuk melakukan tindakan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan. Control Party dipimpin oleh Nakhoda kapal dan biasanya didampingi oleh second Officer. Posisi control party berada di atas bridge ketika dalam situasi kebakaran dan juga selalu dibantu oleh satu juru mudi yang bertugas memegang kemudi. Sedangkan second Officer dalam hal ini bertugas untuk membunyikan alarm dan mensimulasikan pengiriman berita distress melalui alat navigasi.
  2. Emergency party adalah tim yang bertujuan untuk mengontrol kebakaran dan menentukan langkah cepat dalam penanganan pemadaman api. Emergency tim biasanya dipimpin oleh chief officer dan beranggotakan beberapa crew kapal lainnya yang terdiri atas crew deck dan engine crew.
  3. Support party adalah tim yang membantu emergency party dalam menyiapakan semua alat-alat kebakaran yang akan digunakan. Support party biasanya dipimpin oleh mualim 3 karena dianggap lebih familiar terhadap perlengkapan FFE seperti letak, lokasi dan cara penggunaannya secara tepat.
  4. Technical party adalah tim bertugas untuk melakukan penanganan secara teknis cara pengoperasian dan sejenisnya. Technical party biasanya dipimpin oleh Chief Engineer dan beranggotakan beberapa engine crew.  

Demikianlah artikel tentang contoh skenario fire drill di kapal yang dapat menjadi acuan para sobat pelaut baik dalam mengaplikasikannya di kapal maupun ketika membuat laporan sebagai monthly report. 

Yakob Taruklangi
Yakob Taruklangi Hi, I am Yakob Taruklangi, I am seafarer working onboard tanker ship as Deck Officer. I have been working since 2019. My hobby is writing and sharing experience with other specially for marine industry, shipping and life at sea.