Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

JARAK PANDANG TERBATAS, ini 9 Point Wajib Dilakukan Perwira Jaga

Jarak Pandang Terbatas (Restricted Visibility) 

Jarak pandang terbatas (Restricted Visibility) merupakan suatu kondisi yang sangat berbahaya terhadap navigasi kapal karena keterbatasan penglihatan oleh perwira jaga dimana kapal-kapal tidak dapat saling melihat akibat dampak dari kabut, hujan lebat, asap dan sejenisnya.

tindakan perwira kapal dalam situasi jarak pandang terbatas
jarak pandang terbatas

Tugas utama setiap perwira jaga di atas anjungan adalah untuk memastikan pelayaran dalam keadaan aman dan lancar sekalipun kapal harus melalui berbagai macam kondisi dan cuaca yang buruk. Oleh karena itu setiap perwira navigasi wajib mengetahui dan memahami rute-rute pelayaran yang akan dilalui sebelum kapal bertolak dari pelabuhan, agar mampu dan memiliki kesiapan untuk mengahadapi setiap jenis cuaca yang mungkin terjadi.

Baca Juga : Apa Saja Tugas Officer Jika Kapal Berlabuh Jangkar

Salah satu kondisi yang bisa saja terjadi dalam pelayaran dan sangat berbahaya untuk navigasi kapal adalah jarak pandang terbatas (Resrtricted visibility). Apabila perwira jaga mendapatkan berita navigasi mengenai situasi seperti ini maka sebagai perwira di kapal harus mengambil tindakan secepat mungkin untuk dapat memastikan bahwa kapal dapat berlayar dengan aman. 

Penyebab terjadinya jarak pandang terbatas disebabkan oleh beberapa hal yaitu sebagai berikut:

  • Hujan Lebat (Heavy Rainstorm). Hujan lebat dapat menutupi udara sehingga menghalangi penglihatan.
  • Kabut (Fog/Mist). Kondisi ini biasanya berlangsung cukup lama karena kabut membutuhkan waktu cukup lama untuk bisa menghilang.
  • Asap (Smoke). Munculnya asap disebabkan oleh suatu kebakaran yang besar seperti kebakaran hutan
  • Badai Pasir (Sandstorm). Kejadian ini terbilang cukup langkah kecuali jika kapal berlayar diperairan dekat pantai atau memasuki alur sungai.

Tidakan Perwira Jaga Jika Jarak Pandang Terbatas

Berikut ini 10 tindakan yang harus dilakukan oleh perwira jaga dalam situasi jarak pandang terbatas.

  1. Menginformasikan dan memanggil nakhoda. Jika kapal dalam keadaan jarak pandang terbatas, nakhoda diwajibkan untuk berada di atas anjungan untuk mendampingi dan membantu officer jaga dalam melakukan pengamatan. Oleh karena itu perwira jaga harus memanggil nakhoda dan memberi tahu Nakhoda tentang kondisi navigasi yang sedang dihadapi.
  2. Menginformasikan ke Engine Room (Kamar Mesin) agar mesin selalu siap dan stand by untuk melakukan olah gerak jika diperlukan.
  3. Pastikan Whistle dan Air Horn bekerja dengan normal dan dapat digunakan setiap saat. Whistle adalah suling yang dibunyikan untuk memberikan sinyal kepada kapal lain.
  4. Kurangi Kecepatan. Kurangi kecepatan kapal tergantung pada tingkat visibilitas.
  5. Berlayar dengan kecepatan aman (Safe Speed). Kecepatan aman adalah kecepatan kapal yang dapat dikendalikan secara langsung ketika depan kapal tiba-tiba terdapat bahaya navigasi, kecepatan ini sudah diperhitungkan terhadap jarak henti kapal.
  6. Pastikan Alat-alat navigasi dan Lampu Navigasi Berfungsi dengan normal. Perwira jaga harus memastikan bahwa semua alat navigasi dapat bekerja dengan baik dan memberikan informasi yang akurat. RADAR ARPA harus disetting pada jarak yang kecil untuk mudah mendeteksi benda-benda yang ada di atas permukaan air. Serta AIS harus diaktifkan dan diupdate. Selain itu lampu-lampu navigasi harus dipastikan semuanya dalam keadaan normal dan juga NLFA (Navigation Light Failure Alarm) harus di test dan pastikan dapat bekerja dengan normal. NLFA adalah alarm yang telah disetting untuk memberikan bunyi atau tanda ketika lampu navigasi mengalami kerusakan. Dan alat ini harus ditest paling tidak 1 kali dalam 4 jam. 
  7. Lakukan jaga radio dengan teliti dan selalu berkomunikasi dengan kapal-kapal yang ada dalam perairan tersebut dan harus menghindari dan mengambil tindakan secepat mungkin bila ada indikasi resiko tubrukan. Pastikan salah satu radio VHF standby pada channel 16.
  8. Jika ada pekerjaan di Maindeck sarankan untuk dihentikan sejenak. Hal ini dilakukan agar mencegah terjadinya cedera pada crew di maindeck bilamana kapal mengalami hal yang tidak diingkan seperti tubrukan. 
  9. Jika penyebab pandangan terbatas asap dan badai pasar maka sebaiknya tutup semua pintu dan jendela untuk menghindari partikel pasir memasuki anjungan dan ruang akomodasi.

Baca Juga : Ini yang Harus Dipersiapkan Saat Kapal OHN (One Hours Notice)

Itulah beberapa point penting yang harus dilakukan ketika kapal berlayar pada perairan dalam keadaan jarak pandang terbatas.

Ingat untuk selalu berlayar dengan mengikuti prosedur dalam Colreg (Collusion Regulation). Seperti yang terkandung dalam Colreg Section III – Regulation 19 Restricted Visibility.

Isyarat Bunyi Kapal Dalam Jarak Pandang Terbatas

Dalam keadaan jarak pandang terbatas setiap kapal diwajibkan untuk memberikan signal dan isyarat dalam bentuk suling/bunyi sesuai yang diatur dalam Colreg - Rule 35

Isyarat bunyi suling untuk kapal yang sedang dalam situasi jarak pandang terbatas adalah sebagai berikut. 

  1. Kapal-Kapal yang sedang berlayar menggunakan mesin dan memiliki kecepatan terhadap air maka harus memperdengarkan bunyi 1 tiup panjang dengan selang waktu tidak lebih dari 2 menit.
  2. Kapal-kapal yang berlabuh jangkar dan kapal kandas harus memperdengarkan bunyi 3 tiup pendek secara beruntun jika melihat kapal lain sedang mendekat dan terlihat ada resiko tubrukan.
  3. Kapal-kapal yang dalam keadaan tertentu seperti kemampuan olah geraknya terbatas, terkungkung oleh saratnya, kapal layar dan kapal yang sedang menangkap ikan harus memperdengarkan isyarat bunyi yakni 1 tiup panjang diikuti 2 tiup pendek dengan selang waktu tidak boleh lebih dari 2 menit
  4. Kapal-kapal yang memiliki panjang kurang dari 12 meter tidak diharuskan untuk memperdengarkan isyarat bunyi apapun. Namun tetap harus melakukan pengamatan navigasi yang benar, tepat dan teliti.

Demikianlah artikel singkat ini.  Terimakasih untuk kalian yang telah mengunjungi blog ini semoga memberikan pengetahuan dan wawasan baru. Salam Pelaut.


Yakob Taruklangi
Yakob Taruklangi Hi, I am Yakob Taruklangi, I am seafarer working onboard tanker ship as Deck Officer. I have been working since 2019. My hobby is writing and sharing experience with other specially for marine industry, shipping and life at sea.