Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Apa itu OHN, One Hour Notice di kapal dan Apa Saja yang Harus Dipersiapkan

Pengertian OHN (One Hour Notice)

OHN (One Hour Notice) adalah pemberitahuan dari bridge ke Enggine Room satu jam sebelum kapal siap melakukan olah gerak (maneuver), dalam masa OHN engginer harus menyiapkan Main Enggine kapal agar dapat dan siap digunakan untuk keperluan olah gerak kapal (maneuvering) seperti memasuki/meninggalkan area berlabuh dan atau meninggalkan/memasuki dermaga (pelabuhan).

OHN atau One Hour Notice
Sumber Gambar : pixabay

Dalam masa one hour notice ada banyak hal yang harus dilakukan di atas kapal dan setiap kegiatan tersebut harus direcord dalam loog book kapal sebagai bukti dan pertanggung jawaban oleh pihak crew kapal bahwa mereka telah melakukan procedure yang sesuai dengan aturan dalam SOLAS dan SMS Company. Procedur-procedur yang dimaksud tersebut harus dijalankan dengan benar agar kapal dapat dipastikan memiliki kelayakan dalam melakukan pelayaran ketika kapal akan segera meninggalkan pelabuhan.

Baca Juga : Tahukah Anda Berapa Jumlah Alat Keselamatan yang Harus ada di Kapal Sesuai SOLAS

Apa Saja yang di Lakukan Pada Saat One Hour Notice (OHN)

Banyak hal yang harus dilakukan dan dipersiapkan selama kapal dalam masa one hour notice serta waktu setiap kegiatan tersebut harus dicatat dalam log book (Bridge Movement). Hal ini dilakukan agar officer dapat memastikan bahwa kapal layak melakukan olah gerak untuk memasuki atau meninggalkan dermaga dengan aman.

Persiapan Officer di Anjungan (Bridge)

Berikut ini adalah hal-hal yang harus dilakukan oleh perwira jaga (Deck Officer) sepanjang masa OHN di atas kapal.

  1. Menginformasikan Ke Engine Room (Kamar mesin) tentang waktu/jam "one hour notice"
  2. Alat komunikasi atau Radio Telephone (Batteryless Telephone) ke Engine Room harus di test dan pastikan bekerja dengan baik
  3. Melakukan sinkronasi jam (Clock Synchronized) dari Bridge ke Engine Room hal ini dilakukan untuk memastikan penunjukkan waktu di Brideg sama dengan waktu di Engine Room.
  4. Alat-alat navigasi dihidupkan dan di test sesuai dengan checklist dalam SMS Company, dan memastikan semua alat navigasi bekerja dengan normal
  5. Menghidupkan semua Radio VHF, MF sebagai alat komunikasi dari kapal ke darat dan sebaliknya atau dari kapal ke kapal. 
  6. Menginformasikan ke deck crew, agar stand by untuk Anchor party (jika kapal dalam status berlabuh jangkar), Mooring dan Unmooring (jika kapal akan meninggalkan/memasuki dermaga).
  7. Memastikan radio komunikasi internal crew kapal dalam keadaan siap digunakan termasuk memastikan kapasitas baterainya tercukupi, agar komunikasi dapat berjalan dengan lancar.
  8. Melakukan pengecekan dan test lampu-lampu navigasi kapal dan memastikan NLFA (Navigation Light Failure Alarm) telah aktif dan bekerja dengan normal.
  9. Aldist Lamp (Lampu Sorot), Suling (Air Horn & Whistle) harus ditest dan pastikan dapat bekerja dengan baik
  10. mengupdate status kapal pada AIS (Automatic Identification System) 
  11. Membandingkan penunjukan UKC pada ECHO SOUNDER dan ECDIS serta melakukan koreksi atau perhitungan berapa besar selisih penunjukannya
  12. Mempersiapkan pilot card jika pilot akan naik kapal
  13. Memberikan intruksi kepada AB jaga untuk mempersiapkan tangga pandu (Pilot Ladder) sesuai dengan pilot boarding arranggement.
  14. Steering gear test dilakukan dari Bridge ke Steering Gear Room dengan menggunakan 1 steering pump dan 2 steering pump, komunikasi dilakukan dengan menggunakan Batteryless telephone. Penunjukan pada Rudder Angle Indicator di bridge harus sama dengan penunjukkan pada steering Gear Room. Selain itu gyro compas harus dicompare dan pastikan penunjukkan tidak error.
  15. Test telegraph harus dilakukan dari bridge ke engine room atau sebaliknya serta memastikan telegraph bekerja dengan baik.
  16. Main Enggine harusditest dengan gerakan maju dan mundur (Ahead & Astern). sebelum melakukan ME test perwira jaga harus memberikan perintah kepada AB duty untuk memeriksa area buritan kapal untuk memastikan propeller aman dan bebas dari bahaya-bahaya. Namun perlu diingat bahwa Saat melakukan test Main Enggine kapal, pastikan Master sedang beraada di Bridge.   
  17. Menentukan waktu SBE (Stand by Enggine) dan menginformasikan waktu tersebut ke Engine Room. 

Persiapan di Enggine Room (Kamar Mesin)

Berikut ini adalah hal-hal yang harus dilakukan oleh perwira di engine room (Engginer) dalam masa OHN di atas kapal.

  1. Menginformasikan waktu One Hour Notice kepada Chief Engginer dan second engginer
  2. Mengaktifkan power untuk setiap item dan unit yang akan dibutuhkan seperti mesin Windlass untuk mooring/unmooring dan Winch Jangkar
  3. Memparalelkan generator agar daya yang dihasilkan lebih besar untuk memperlancar proses pengoperasian Windlass dan pompa-pompa yang diperlukan
  4. Memastikan semua pompa-pompa bekerja dengan baik seperti pompa LO, pompa transfer Fuel oil, Pompa Fresh Water Cooler, Pompa Sea Water Cooler dan lain-lain sebagainya
  5. Memastikan sistem pelumasan bekerja dengan baik lakukan free lubricating jika diperlukan
  6. Mempersiapakn Anchor Wash jika kapal dalam status anchorage
  7. Mempersiapakan kompressor udara dan mengisi setiap botol angin
  8. Mempersiapkan Main Engine dan segalah aksesorisnya
  9. Melakukan sinkronasi waktu/jam ke bridge agar penulisan waktu dalam buku olah gerak sesuai dengan yang ditulis di atas bridge
  10. Melakukan test telegraph dan memastikan semua bekerja dengan baik tanpa adanya kendala yang dapat berakibat buruk dalam olah gerak kapal
  11. Melakukan test steering gear pada steering gear room serta melakukan pengecekan secara visual terhadap hydrolic line dan memastikan tidak ada kebocoran
  12. Melakukan komunikasi dari steering gear room ke bridge dengan menggunakan Batteryless Telephone guna untuk memastikan bahwa telephone tersebut bekerja dengan normal
  13. Melakukan test Main Eggine dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Bridge
  14. Melaporkan ke Bridge jika Main Enggine Siap untuk melakukan Olah gerak.

Itulah beberapa hal yang harus dilakukan pada masa OHN di kapal, namun perlu digaris bawahi bahwa setiap company memiliki procedur masing-masing meskipun dengan perbedaan yang tidak terlalu signifikan. oleh karena itu, tulisan dalam artikel ini bisa saja memiliki perbedaan yang ada pada setiap kapal. Hal-hal yang tertulis dalam artikel ini adalah hal yang harus dan perlu dipersipakan pada setiap kapal sebelum melakukan maneuver.

Yakob Taruklangi
Yakob Taruklangi Hi, I am Yakob Taruklangi, I am seafarer working onboard tanker ship as Deck Officer. I have been working since 2019. My hobby is writing and sharing experience with other specially for marine industry, shipping and life at sea.