Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian dan Fungsi AIS Kapal Serta Cara Pengoperasiannya

AIS singkatan dari Automatic Identification System adalah alat navigasi kapal yang berfungis untuk memberi dan menampilkan informasi kapal lain yang ada disekitar kapal kita, dan begitu juga sebaliknya, Informasi mengenai kapal anda sendiri akan dipancarkan dari kapal anda ke kapal lainnya.

Informasi tersebut hanya bisa didapatkan apabila kapal anda dan kapal yang ada disekitar anda sama-sama menggunakan alat navigasi ini. kapal yang tidak dilengkapi dengan AIS tidak dapat memancarkan informasi ke kapal lain serta tidak dapat menerima informasi dari kapal lain.

Alat ini harus diaktifkan sepanjang waktu kecuali dinonaktifkan oleh nakhoda dengan alasan keamanan dan keselamatan kapal ataupun alasan lainnya yang menyangkut keselamatan navigasi.

pengertian dan fungsi ais

Fungsi AIS

Fungsi AIS untuk mengidentifikasi kapal lain yang berada disekitar atau pada jarak tertentu terhadap kapal anda dan begitu pula sebaliknya untuk memberikan informasi dan data umum kapal anda ke kapal lain. 

Hanya berfungsi sebagai alat bantu navigasi dan bukan sebagai alat untuk menghindari tabrakan di laut. dengan adanya alat tersebut di kapal maka akan mempermudah pihak VTS (Vessel Traffic Service) dalam mengidentifikasi, mengawasi dan menemukan kapal yang sedang melintasi perairan tertentu.

Berdasarkan SOLAS regulation V/19.2.4 bahwa seluruh kapal dengan Gross Tonnage lebih dari 300 (GT 300 Ke atas) yang masuk dalam kategori pelayaran internasional wajib memiliki dan wajib mengaktifkan AIS. Serta seluruh Kapal Penumpang juga diwajibkan memiliki, membawa dan aktif sepanjang waktu.

Sistem Pengoperasian dan Cara Kerja 

Cara mengoperasikan AIS mengaktifkan dan menonaktifkan sangatlah mudah. Jika ingin mengaktifkan alat ini cukup dengan cara menekan tombol power pada bagian sudut bawa sampai layarnya menyalah. Setelah aktif anda tinggal mengatur dengan menggunakan menu-menu pada layar tampilan.

Hal yang paling penting diperhatikan dan harus diperiksa dengan teliti adalah data-data yang telah diinput kedalamnya. Data-data yang dimaksud seperti Nama Kapal, call sign, Jenis, No. IMO dan semua yang mengacuh pada informasi umum kapal. 

Setiap kapal mengalami perubahan status maka alat ini juga harus diupdate misalnya ketika kapal dalam status Mooring, Anchorage, Sailing using engine. Serta status khusus lainnya misalnya Not  Under Command, Constrained By her draft dan jenis jenis lainnya sesuai dengan keadaan kapal.

sistem pengoperasian dan cara kerja
sumber : pernika.com

AIS bekerja pada 2 jenis Frekuensi (Saluran VHF) yaitu :

1. Type 1, yang bekerja pada Frequensi 161,975 MHz pada Channel 87B, (Kapal ke kapal) atau disebut SIMPLEX

2. Type 2, yang bekerja pada Frequensi 162.025 MHz pada Channel 88B, (Kapal ke Darat) atau disebut DUPLEX

Perbedaan antara Type 1 dan Type 2 adalah terletak pada jenis frequensi dan nomor channelnya atau juga dapat dilihat dari sistem pemancarannya, yakni Simplex jika dari Kapal ke Kapal dan Duplex jika Kapal ke darat atau sebaliknya.

Bekerja dengan dengan cara transmitter akan mengirimkan sinyal dari kapal ke darat dengan jarak jangkauan sekitar 20 Mil namun jarak ini masih dikoreksi dengan Earth’s Curvature (garis lengkung Bumi). 

Ketika kapal berlayar dan semakin menjauh dari daratan maka transmitter akan segera mengirimkan sinyal ke satelit kemudian sinyal tersebut dipancarkan kembali ke darat. Hal ini akan membuat stasiun di darat dapat mengakses setiap kapal kapanpun sekalipun kapal tersebut berlayar sejauh mungkin.

Alat navigasi ini terdiri dari satu pemancar VHF, 2 Penerima TDMA VHF dan 1 Penerima DSC VHF serta standard marine electronic communications link to shipboard display and sensor systems. Setiap data atau informasi yang diterima dapat dengan mudah dihubungkan dengan alat navigasi lainnya seperti RADAR ARPA dan ECDIS, Sehingga informasi kapal lain dapat ditampilkan.

Data dan Informasi

Data dan informasi yang dapat diterima dan dipancarkan oleh AIS adalah sebagai berikut.

  1. Nomor MMSI (MMSI number)
  2. Nomor IMO (IMO number)
  3. Nama Kapal dan Call Sign (Name and Call Sign)
  4. Ukuran Kapal (Length and Beam)
  5. Jenis kapal (Type of ship)
  6. Posisi Kapal (Ship’s position)
  7. Waktu (UTC)
  8. Haluan Kapal (Course Over Ground/COG)
  9. Draft kapal (Ship’s draught)
  10. Jenis muatan (Type of cargo)
  11. Tujuan Kapal (Ship’s Destination)
  12. Perkiraan waktu tiba (Enstimate Time Of Arrival/ETA)
  13. Status Kapal (Ship’s Status) 
  14. Pesan Singkat (Short safety-related messages)

Informasi utama tersebut dikelompokkan dalam 3 bagian yaitu dynamic informatio, static information dan Voyage Information

Static Information

Informasi yang tergolong sebagai static information meliputi:

  • Nomor MMSI
  • Nomor IMO
  • Nama Kapal
  • Call Sign
  • Ukuran kapal (Length & Beam)
  • Jenis dan Type kapal
  • Location of position fixing antenna 

Dynamic Information

Informasi ini tergantung terhadap kecepatan dan perubahan haluan kapal. Meliputi:

  • Ship's position with accuracy Indication
  • Ship Speed (Kecepatan Kapal)
  • Course over Ground

Voyage Information

Meliputi:

  • Draft Kapal (Ship's Draught)
  • Jenis Muatan (Type of Cargo)
  • Destination (Place and Time)
  • Route Plan (Waypoints)

Kelemahan AIS 

Perlu disadari bahwa setiap alat navigasi tentu memiliki kelemahan dan keterbatasan tertentu. Berikut ini adalah beberapa point yang merupakan kelemahannya: 

  • Keakuratan data dan informasi yang diterima bergantung pada informasi yang dimasukkan atau di input. Sehingga jika data yang dimasukkan salah maka data yang akan diterima oleh kapal lain pun akan salah.
  • Posisi yang diterima masih terbilang memiliki tingkat keakuratan yang rendah karena mungkin tidak merujuk ke WGS84
  • Seorang officer harus dengan rutin memperbarui status dan informasi secara manual, jika lupa maka informasi yang dipancarkan pun tidak terupdate.
  • Jika alat ini dimatikan oleh kapal lain maka alat ini tidak dapat memancarkan lagi informasi dan juga tidak dapat menerima informasi dari kapal lain.

Perawatan (Routine Maintenance)

Tentang bagaimana cara perawatannya atau maintenancenya di atas kapal alat ini sama seperti alat navigasi lainnya pada umumnya. Cara perawatan AIS di atas kapal adalah sebagai berikut.

  1. Pastikan selalu terkonek dengan arus listrik agar tetap dalam keadaan aktif
  2. Jika kapal mengalami black out maka langsung nonaktifkan atau nonaktifkan terlebih dahulu jika ada informasi kapal akan black out
  3. Hindarkan dari sesuatu yang berbentuk cair seperti air, minnyak dan cairan lainnya karena dapat merusak sistem kerjanya
  4. Selalu cek secara berkala untuk memastikan data-data di dalamnya tidak mengalami perubahan atau terhapus
  5. Jika terjadi kerusakan segera beritahu pihak management kapal untuk segera diperbaiki

Itulah beberapa informasi mengenai AIS (Automatic Identification System) yang selalu kita temui di atas kapal. Semoga tulisan dalam artikel ini dapat memberi pengetahuan baru serta menambah wawasan bagi setiap pengunjung blog ini. Terima Kasih dan Salam Pelaut. 

Yakob Taruklangi
Yakob Taruklangi Hi, I am Yakob Taruklangi, I am seafarer working onboard tanker ship as Deck Officer. I have been working since 2019. My hobby is writing and sharing experience with other specially for marine industry, shipping and life at sea.