Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Penjelasan Barometer Sebagai Alat Ukur Tekanan Udara

Barometer sebagai alat navigasi yang wajib dimiliki setiap kapal sebagai alat untuk mengukur tekanan udara. Dengan mengetahui tekanan udara maka perwira dapat memperkirakan perubahan cuaca yang akan dihadapi dalam pelayaran. Hal ini cukup membantu dalam mempersiapkan diri untuk mengantisipasi bahaya navigasi dalam pelayaran serta mencegah terjadinya hal-hal buruk terhadap rute pelayaran.

Untuk memahami lebih detail maka melalui artikel ini saya akan membahasa secara lengkap tentang Barometer: pengertian, sejarah, jenis-jenisnya, cara kerja, cara penggunaan dan cara perawatannya.

Pengertian Barometer

barometer adalah alat ukur tekanan udara

Barometer adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengukur tekanan atmosfer dan kelembapan udara. Tekanan atmosfer adalah tekanan udara yang ada di atas permukaan bumi. Alat ini sangat penting dalam navigasi kapal, terutama pada saat cuaca buruk. 

Dalam navigasi kapal, barometer digunakan untuk membantu melacak perubahan cuaca, seperti perubahan tekanan udara, dan juga untuk memprediksi badai, typhoon dan cuaca buruk yang mungkin terjadi.

Pentingnya barometer di kapal tidak dapat diragukan lagi. Para pelaut selalu membutuhkan informasi yang akurat tentang kondisi cuaca dan tekanan udara di sekitar kapal. Dalam beberapa situasi, informasi tersebut dapat membantu mereka dalam mengambil keputusan penting yang dapat mempengaruhi keselamatan kapal dan crewnya. Oleh karena itu, barometer tetap menjadi alat yang penting dan tak tergantikan dalam navigasi di atas kapal.

Di mana Barometer di tempatkan dan diletakkan di atas kapal? Letak dan tempatnya berada di atas bridge (Anjungan Kapal) dan biasanya barometer juga diletakkan di cabin kapten kapal. Tujuannya adalah agar Kapten kapal dapat melihat penunjukan barometer setiap waktu tanpa harus datang ke bridge. 

Dalam pemasangannya harus direkatkan pada dinding dengan pengerat yang kuat serta tempat yang mudah dijangkau dan jelas kelihatan secara visual. Tujuannya adalah agar setiap navigator dapat menjangkau dengan muda pada saat melakukan pembacaan.

Sejarah Barometer

Sejarah barometer di kapal berawal dari penemuannya oleh ilmuwan Italia, Evangelista Torricelli pada tahun 1643. Torricelli menemukan bahwa tekanan atmosfer bisa diukur dengan cara menimbang ketinggian kolom merkuri dalam sebuah tabung kaca yang kosong di dalam mangkuk merkuri. Penemuan ini memberikan pengaruh besar pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pada masanya.

Alat pertama yang digunakan di kapal sebenarnya adalah Torricelli yang asli. Jenis alat ini diaplikasikan pada kapal-kapal pada abad ke-17 untuk membantu para pelaut dalam memprediksi cuaca dan menentukan posisi kapal di lautan. Namun, barometer Torricelli yang asli sangat besar dan dianggap tidak praktis untuk digunakan di kapal.

Pada abad ke-18, barometer mulai diukur dengan menggunakan skala angka dan satuan tekanan, yang membuat penggunaannya cukup mudah dan lebih akurat. Selama abad ke-19, jenis aneroid ditemukan dan digunakan untuk mengukur tekanan atmosfer di atas kapal.

Selama masa Perang Dunia II, jenis elektronik ditemukan dan digunakan di kapal-kapal perang. Barometer elektronik lebih akurat dan cepat dibaca dibandingkan dengan jenis konvensional.

Saat ini, masih digunakan di kapal-kapal modern untuk memantau tekanan atmosfer dan memprediksi perubahan cuaca. Barometer modern menggunakan teknologi yang lebih canggih, seperti sensor tekanan dan pengukuran digital, yang memungkinkan penggunaan yang lebih mudah dan akurat.

Fungsi Barometer

Berikut ini adalah fungsi Barometer yaitu:

Mengukur Tekanan Udara (Atmosfer)

Fungsi barometer adalah untuk mengukur tekanan udara. Hal ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui perubahan tekanan udara setiap waktu. Tujuannya adalah agar perwira kapal dapat memprediksi segala jenis cuaca yang akan dihadapi. Sehingga perwira dapat mengambil tindakan sedini mungkin dalam melakukan pencegahan seperti menghindar atau berlindung.

Memantau Perubahan Cuaca

Alat ini juga dapat digunakan untuk memantau perubahan cuaca di laut. Dalam navigasi kapal, perubahan tekanan atmosfer dapat menjadi petunjuk awal tentang perubahan cuaca yang akan terjadi. Alat ini digunakan untuk membaca perubahan tekanan udara dan mengindikasikan perubahan cuaca yang mungkin terjadi.

Membantu Memprediksi Typhoon (Badai)

Barometer juga digunakan untuk memprediksi badai, typhoon atau cuaca buruk yang mungkin terjadi. Saat tekanan atmosfer turun secara signifikan, ini menunjukkan bahwa sebuah badai dan typhoon mungkin akan datang. Dalam hal ini, akan membantu officer kapal untuk mempersiapkan diri dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga keselamatan kapal dan crewnya.

Cara Menggunakan Barometer

Penggunaan Barometer sangat simpel dan tidak sulit. Terbilang alat ini sangat praktis karena tinggal diamati dan dibaca penunjukan pada skala pengukurannya. Namun, dalam penggunaannya tergantung pada jenis dan type alat itu sendiri. 

Cara menggunakan Barometer adalah pertama-tama pasang pada tempat yang yang rata atau pada dinding. Pastikan aman dan terkait kuat agar tidak terjatuh. Jika sobat menggunakan type aneroid maka setelah terpasang pada dinding, sobat dapat langsung membaca penunjukan pengukurannya pada skala yang ditunjukkan oleh jarum indikatornya. 

Bilah sobat menggunakan jenis barometer digital dan elektronik maka ini jauh lebih mudah karena hasil pengukurannya akan muncul secara otomatis pada layarnya. Sobat tinggal membaca dan mencatat hasil yang ditunjukan. Namun, penting bahwa untuk jenis digital dan elektronik harus terhubung dengan arus listrik atau dengan menggunakan baterai. 

Cukup simpel dan gampang bukan? tentang cara penggunaannya. Untuk jenis yang digunakan di atas kapal kebanyak jenis aneroid sehingga perlu pemahaman terlebih dahulu mengenai pembacaan skala dan satuannya. 

Cara Membaca Penunjukan Skala Barometer

cara membaca penunjukan skala barometer

Penunjukan pada barometer biasanya diberikan dalam skala angka dan biasanya dinyatakan dalam satuan kPa, inHg, atau mmHg. Dalam navigasi kapal, pemahaman yang baik tentang cara membaca penunjukan pada barometer sangat penting dalam memantau perubahan cuaca dan memprediksi badai atau cuaca buruk yang mungkin terjadi.

Berikut ini adalah cara membaca penunjukan skala pengukuran pada Barometer:

  1. Tentukan satuan ukuran pada barometer. Perlu sobat ketahui bahwa alat ini memiliki penunjukan dalam beberapa satuan ukuran seperti kPa, inHg, atau mmHg. Pastikan untuk menentukan satuan ukuran yang digunakan yang akan sobat baca.
  2. Perhatikan skalanya dan pastikan mengetahui batas-batas skala yang tertera Barometer. Biasanya skala terterah dalam bentuk angka yang menunjukkan tekanan udara dalam satuan kPa.
  3. Baca angka penunjuk pada skalanya. Alat penunjuknya biasanya berupa jarum yang bergerak atau angka digital yang tertera langsung pada layar. Silahkan sobat baca angka tersebut dengan teliti dan pastikan sobat membaca penunjukan secara tepat untuk mendapatkan hasil yang akurat.
  4. Setelah mengetahui ukuran dan penunjukkannya, bandingkan angka tersebut dengan tekanan atmosfer normal. Tekanan atmosfer normal (standar) biasanya sekitar 1013 kPa, 29.92 inHg, atau 760 mmHg. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah tekanan udara dalam keadaan sedang rendah atau tinggi.

Perhatikan perubahan tekanan udara yang terjadi pada barometer. Perubahan, tersebut dapat digunakan sebagai panduan dalam memprediksi perubahan cuaca yang akan terjadi. Apabila tekanan udara turun secara signifikan (drastis), maka hal ini dapat menjadi indikasi adanya cuaca buruk yang akan datangseperti badai atau typhoon. Dan apabila sebaliknya, jika tekanan udara meningkat, hal ini dapat menunjukkan adanya perubahan cuaca yang lebih cerah dan lebih baik.

Jenis-jenis Barometer

Berikut adalah beberapa jenis barometer:

Barometer Mercury (Air Raksa)  

barometer mercury

Barometer ini bekerja dengan menggunakan cairan yang berat jenisnya lebih besar dari pada udara. Umumnya menggunakan cairan air raksa atau air sebagai cairannya. Barometer raksa adalah jenis yang paling akurat, tetapi karena raksa bersifat berbahaya dan dianggap tidak aman sehingga penggunaannya telah dilarang di beberapa negara. Barometer air, meskipun kurang akurat, lebih aman untuk digunakan.

Barometer Aneroid

barometer aneroid

Barometer ini menggunakan sistem kapsul aneroid yang terbuat dari logam tipis yang dapat berubah bentuk ketika tekanan udara berubah. Ketika tekanan udara berubah, kapsul aneroid akan mengembang atau menyusut, dan gerakan tersebut akan dihubungkan dengan jarum yang menunjukkan penunjukan pada skala pengukurannya.

Barometer Aneroid ini merupakan jenis yang paling banyak digunakan oleh kapal-kapal karena lebih aman dan tahan terhadapat goncangan. Selain itu, mudah dipasang didinding dengan kuat tanpa dikwatirkan terjatuh saat kapal sedang oleng.

Barometer elektronik

barometer elektronik

Jenis Barometer ini menggunakan sensor tekanan elektronik yang akan mengubah tekanan udara menjadi sinyal elektronik. Sinyal elektronik tn  ersebut kemudian akan diolah oleh perangkat elektronik untuk menampilkan penunjukan pada layar.

Barometer Digital

barometer digital

Barometer digital menggunakan sensor tekanan elektronik untuk mengukur tekanan atmosfer. Sensor ini dapat berupa sensor piezoresistif, kapasitif, atau optik. Ketika tekanan atmosfer berubah, sensor akan mendeteksi perubahan tersebut dan mengubahnya menjadi sinyal elektronik.

Sinyal elektronik tersebut kemudian diolah oleh mikroprosesor di dalam barometer digital, dan hasil pengukuran ditampilkan pada layar digital. Beberapa barometer digital juga dilengkapi dengan fungsi penyimpanan data dan kemampuan untuk menghubungkan ke perangkat lain melalui koneksi nirkabel.

Barometer Cosmic

Jenis Barometer ini menggunakan radiasi kosmik sebagai sumber pengukuran tekanan udaranya. Radiasi kosmik dipengaruhi oleh tekanan udara, sehingga dengan mengukur jumlah radiasi kosmik yang terdeteksi, tekanan atmosfer dapat dihitung.

Itulah beberapa jenis barometer yang digunakan saat ini. Meskipun jenis-jenis alat tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, tetapi semua jenis dan type tersebut sangat penting dan berguna dalam memantau tekanan udara dan memprediksi perubahan cuaca.

Cara Kerja Barometer

Cara kerja barometer tergantung pada jenis dan type barometer yang sedang digunakan. Sebagaimana telah dijelaskan di atas bahwa ada bebereapa jenis pada alat ini. 

Yang pertama adalah cara kerja Barometer mercury (raksa). Cara kerja baromoeter ini adalah dengan menggunakan prinsip tekanan hidrostatis untuk mengukur tekanan udara. Alat ini terdiri dari tabung yang berisi raksa dan sebuah reservoir yang terhubung dengan tabung melalui sebuah pipa kecil/sempit yang disebut tabulus.

Ketika tekanan atmosfer/udara meningkat, tekanan pada permukaan mercury di dalam tabung juga meningkat. Akibatnya, kolom raksa di dalam tabung akan naik, sementara di pipa kecil/sempit akan turun. Sebaliknya, jika tekanan atmosfer menurun, kolom raksa di tabung akan turun, sedangkan di tubulus akan naik. Perubahan posisi kolom raksa ini kemudian dapat dibaca pada skala yang ada di tabung untuk menentukan dan mengetahui berapa nilai tekanan atmosfer pada saat itu.

Yang kedua adalah cara kerja Barometer Aneroid. Barometer aneroid bekerja dengan sistem menggunakan sebuah kapsul logam fleksibel yang peka terhadap perubahan tekanan atmosfer. Kapsul ini biasanya terbuat dari baja atau perunggu berlapis. Ketika tekanan atmosfer berubah, kapsul logam akan mengalami perubahan volume.

Perubahan volume kapsul logam ini kemudian ditransfer melalui mekanisme penunjuk ke jarum penunjuk. Jarum penunjuk akan bergerak melalui skala yang terhubung dengan barometer, dan memberikan hasil pengukuran yakni nilai tekanan atmosfer.

Nah, itulah penjelasan mengenai cara kerja barometer baik yang digunakan di kapal maupun yang digunakan di daratan. Meskipun prinsip kerjanya berbeda, tujuan utama dari alat ini adalah mengukur tekanan atmosfer untuk membantu dalam memprediksi perubahan cuaca.

Apa Hubungan Barometer dengan Typhoon

Typhoon merupakan jenis cuaca buruk yang harus dihindari oleh setiap kapal di laut karena dapat memberikan dampak yang sangat buruk terhadap kapal. Barometer memiliki hubungan yang erat dengan terjadinya typhoon (badai tropis). Alat ini dapat membantu dalam memprediksi dan memantau kondisi cuaca saat itu. 

Hubungan keduanya adalah bahwa apabila pengukuran pada barometer menunjukkan terjadinya penurunan tekanan udara yang sangat drastis maka dapat dipastikan pada lokasi tersebut akan dilalui typhoon atau posisi tersebut sedang mendekati dengan typhoon.

Perlu sobat pelaut ketahui bahwa Typhoon terjadi ketika ada perbedaan tekanan udara yang signifikan di suatu wilayah seperti di laut. Pada dasarnya, typhoon terbentuk ketika udara panas dan lembab dari daerah tropis bergerak naik dan bertemu dengan udara dingin dari wilayah sekitarnya. 

Udara dingin tersebut akan membuat udara panas dan lembab menjadi terkompresi, yang menyebabkan penurunan tekanan udara. Tekanan udara yang lebih rendah ini kemudian menarik angin dan udara dari wilayah sekitarnya.

Dalam keadaan seperti ini, barometer menjadi alat penting untuk memantau perubahan tekanan udara di wilayah yang terkena typhoon. Kapal-kapal yang berlayar di wilayah tersebut harus menggunakan barometer untuk memprediksi cuaca buruk dan mengambil tindakan secara tepat dan cepat untuk menghindari typhoon. 

Ketika tekanan udara menurun tajam, ini menjadi indikasi awal bahwa typhoon sedang terbentuk. Oleh karena itu, Perwira kapal harus terus memantau perubahan tekanan udara dan sesegara mungkin memberitahu kepada nakhoda atau Kapten kapal tentang perubahan tekanan udara tersebut.

Cara Perawatan Barometer

Barometer pada kapal memerlukan perawatan yang tepat agar tetap dapat berfungsi dengan baik dan memberikan pengukuran tekanan udara yang akurat. Berikut adalah beberapa tips perawatan barometer:

  1. Membersihkan barometer secara teratur, mulai dari bagian luar barometer dengan lap lembut dan kering untuk menghindari goresan. Bagian dalamnya juga perlu dibersihkan dari debu atau kotoran dengan cara membuka bagian belakang dan membersihkannya dengan sikat lembut.
  2. Menjaga agar tetap kering serta dijaga dari kelembaban yang berlebihan. Pastikan tidak ada kebocoran pada bagian kaca atau seal, dan jangan membiarkan air tergenang pada bagian layar atau skala pengukurannya.
  3. Kalibrasi Barometer secara berkala agar memberikan hasil pengukuran yang akurat. Lakukan kalibrasi dengan mengikuti petunjuk pada manual book atau dengan menggunakan peralatan kalibrasi yang sesuai.
  4. Melindungi dari goncangan, Jangan menempatkan pada area yang rentan terkena goncangan atau getaran yang kuat, seperti dekat mesin kapal. Gunakan pelindung atau bantalan untuk menjaga agar tidak mengalami kerusakan.

Dengan melakukan perawatan yang tepat, barometer dapat berfungsi dengan baik dan memberikan hasil pengukuran tekanan udara yang akurat dalam jangka waktu yang lama.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Barometer merupakan alat navigasi penting pada kapal yang berfungsi untuk memprediksi perubahan cuaca dengan mengukur tekanan udara. Alat ini dapat membantu pelaut dalam mempersiapkan diri dan menjaga keselamatan kapal di laut. 

Untuk menjaga keakuratan pengukuran tekanan udara, barometer memerlukan perawatan yang tepat dan harus dilakukan secara teratur untuk dapat dipastikan bahwa alat tersebut dapat bekerja dengan baik sebagaimana mestinya. 

Dalam era digital seperti sekarang ini, Barometer telah dihadirkan dalam bentuk digital yang lebih mudah dan praktis digunakan. Namun, beberapa pelaut dan ahli navigasi masih memilih untuk menggunakan barometer tradisional yang lebih akurat dan dapat diandalkan dalam kondisi cuaca yang buruk. 

Semoga artikel yang membahas tentang alat ukur Barometer ini, dapat memberikan pengetahuan baru bagi pembaca untuk meningkatkan dan menamba wawasan secara khusus bagi para pelaut.

Yakob Taruklangi
Yakob Taruklangi Hi, I am Yakob Taruklangi, I am seafarer working onboard tanker ship as Deck Officer. I have been working since 2019. My hobby is writing and sharing experience with other specially for marine industry, shipping and life at sea.