Cara Menghitung CPA dan TCPA pada RADAR Plotting Sheet

CPA dan TCPA adalah dua ukuran utama risiko tubrukan di laut yang dibaca dari radar atau ARPA. CPA (Closest Point of Approach) adalah jarak terdekat target dari kapal sendiri jika keduanya tetap pada haluan dan kecepatan. TCPA (Time to CPA) adalah waktu yang tersisa sampai jarak terdekat itu terjadi. Keduanya dapat dihitung secara manual dengan radar plotting sheet melalui garis gerak relatif target atau RML (Relative Motion Line).

menghitung nilai cpa dan tcpa

Artikel ini membahas pengertian CPA, TCPA, RML dan aspect, langkah plotting, dua contoh soal lengkap dengan ilustrasi, cara membaca RML, serta tindakan menghindar menurut COLREG.

Pengertian CPA

CPA adalah jarak terdekat antara dua kapal pada saat berpapasan atau saling melintang, bila tidak ada yang mengubah haluan dan kecepatan. Semakin kecil CPA, semakin besar risiko tubrukan. Semakin besar CPA, semakin aman situasinya.

Perwira jaga (Officer on Watch, OOW) wajib memahami CPA, terutama saat situasi bersilangan atau berhadapan di alur dan perairan sempit. ARPA dapat menampilkan CPA otomatis dan membunyikan alarm bila nilainya di bawah batas yang diatur perwira. CPA mendekati nol berarti kedua kapal akan bertemu di satu titik.

Pengertian TCPA

TCPA adalah waktu yang dibutuhkan untuk mencapai CPA. Nilai ini menentukan kapan tindakan menghindar harus diambil. Semakin kecil TCPA, semakin sedikit waktu tersisa. TCPA yang bernilai negatif berarti titik terdekat sudah dilewati dan target menjauh.

Setiap perusahaan menetapkan batas CPA dan TCPA dalam SMS (Safety Management System) masing-masing. Dalam keadaan kritis, perwira jaga tidak boleh menunda tindakan hanya karena batas tersebut belum tercapai.

RML dan radar plotting sheet

RML adalah garis yang menghubungkan posisi-posisi relatif target terhadap kapal sendiri pada layar radar. Dari garis inilah CPA, TCPA, dan kecepatan relatif diperoleh.

Radar plotting sheet adalah lembar kertas berisi lingkaran jarak dan skala derajat seperti tampilan radar. Lembar ini dipakai untuk memplot baringan (bearing) dan jarak target serta menghitung CPA dan TCPA secara manual. Lembar ini dapat dibeli di toko perlengkapan navigasi atau dicetak.

ARPA memang menghitung semuanya otomatis, tetapi plotting manual tetap wajib dikuasai agar hasil ARPA dapat diperiksa dan pekerjaan tetap berjalan bila radar bermasalah, terutama saat berada di alur sempit.

Langkah plotting

  1. Catat baringan dan jarak target pada selang waktu tetap (misalnya tiap 6 menit). Minimal dua pengamatan diperlukan, tiga atau lebih memberi hasil yang lebih teliti.
  2. Plot titik-titik itu pada lembar plotting, lalu hubungkan dan perpanjang menjadi RML.
  3. Ukur CPA: jarak terpendek dari pusat (kapal sendiri) tegak lurus ke RML.
  4. Hitung kecepatan relatif dari panjang segmen RML dibagi waktunya. TCPA = jarak sepanjang RML dari titik terakhir ke titik CPA dibagi kecepatan relatif.
  5. Gambar segitiga vektor untuk memperoleh haluan dan kecepatan sebenarnya target.
  6. Tentukan tindakan menghindar, lalu plot lagi untuk memastikan hasilnya.

Contoh Perhitungan CPA dan TCPA

Contoh soal 1: plotting empat titik

Kapal sendiri berhaluan 000° dengan kecepatan 12 knot. Radar menunjukkan target sebagai berikut (NM = mil laut).

WaktuBaringanJarak (NM)
0000045,0°8,00
0006046,3°6,45
0012048,3°4,90
0018052,3°3,36

Gambar berikut menunjukkan plot radar dengan cincin jarak 2, 4, 6, dan 8 NM. Titik A sampai D dihubungkan menjadi RML.

2468U (000°)CPA 0,72 NMTCPA 13 mnt (0031)A 0000B 0006C 0012D 0018Kapal sendiri
Plot radar contoh 1: RML dari titik A ke D dan titik CPA

Hasil plot: CPA = 0,72 NM. Kecepatan relatif 15,6 knot dengan arah relatif 220°. Dari titik D (0018) ke titik CPA berjarak sekitar 3,3 NM, sehingga TCPA = 3,3 / 15,6 × 60 ≈ 13 menit. Jarak terdekat terjadi sekitar pukul 0031. Target akan lewat di buritan kanan kapal sendiri. Baringan berubah dari 045° ke 052°, tetapi CPA kecil, jadi tindakan tetap perlu.

Segitiga vektor

Dari titik A, tarik garis berarah kebalikan haluan kapal sendiri sepanjang jarak yang ditempuh kapal sendiri dalam 6 menit (1,2 NM), hasilnya titik W. Garis W ke B adalah gerak sebenarnya target dalam 6 menit.

ABWKapal sendiri000° · 12 knRelatif220° · 15,6 knTarget sebenarnya270° · 10 kn
Segitiga vektor: gerak relatif, gerak kapal sendiri, dan gerak sebenarnya target

Panjang WB = 1,0 NM dalam 6 menit, jadi kecepatan target 10 knot. Arah WB adalah 270°, jadi haluan target 270°.

Rumus ringkas

Misalkan D adalah jarak target pada pengamatan terakhir, dan θ adalah sudut antara arah ke kapal sendiri (baringan target ± 180°) dan arah RML. Maka:

CPA = D × sin θ
TCPA = D × cos θ ÷ kecepatan relatif

Pada contoh 1, D = 3,36 NM dan θ ≈ 12,3° (232,3° dibandingkan 220°). Hasilnya CPA = 3,36 × sin 12,3° ≈ 0,72 NM dan TCPA = 3,36 × cos 12,3° ÷ 15,6 × 60 ≈ 13 menit.

Contoh soal 2: baringan dua kali

Haluan sejati kapal Anda 340° dengan kecepatan 15 knot. Di sebelah kanan terdapat kapal MT. Lanraki yang jaraknya mendekat. Hitung CPA, TCPA, haluan dan kecepatan target. Data baringan:

JamBaringanJarak (NM)
09.10020°9
09.22018°6
369U (000°)HS 340°N: CPA 0,63 NMTCPA 24 mnt (0946)O 0910A 0922WWA 272° · 11,3 knC kapal sendiri
Plot radar contoh 2: RML O-A, titik W, dan titik CPA (N)

Langkah perhitungan

  1. Pusat lingkaran adalah posisi kapal Anda (titik C). Dari titik ini tarik garis haluan sejati 340°.
  2. Plot baringan pertama (020°, 9 NM) sebagai titik O.
  3. Plot baringan kedua (018°, 6 NM) sebagai titik A.
  4. Hubungkan O dan A, lalu perpanjang menjadi RML melewati dekat pusat.
  5. Dari O ukur jarak yang ditempuh kapal sendiri ke arah kebalikan haluan (mendekati pusat) lalu beri nama titik W.
    OW = interval ÷ 60 × kecepatan kapal sendiri = 12 ÷ 60 × 15 = 3 NM
  6. Hubungkan W dan A. Garis WA adalah gerak sebenarnya target selama interval. Pengukuran menunjukkan WA ≈ 2,25 NM dengan arah ≈ 272°.
    Kecepatan target = 60 ÷ interval × WA = 60 ÷ 12 × 2,25 ≈ 11,3 knot, haluan target ≈ 272°.
  7. Dari pusat C tarik garis tegak lurus RML, titik potongnya adalah N. Jarak CN = CPA ≈ 0,63 NM.
  8. Ukur panjang AO (≈ 3,0 NM, kecepatan relatif ≈ 15 knot) dan AN (≈ 6,0 NM).
    TCPA = AN ÷ AO × interval = 6 ÷ 3 × 12 = 24 menit setelah baringan terakhir.
  9. Waktu berpapasan = 09.22 + 24 menit = 09.46.

Kesimpulan: MT. Lanraki akan berpapasan pada pukul 09.46 dengan jarak terdekat sekitar 0,6 NM. Baringan hanya berubah 2° (020° ke 018°) sementara jarak mengecil dari 9 ke 6 NM. Ini tanda risiko tubrukan menurut Rule 7(d)(i), dan CPA-nya di bawah batas aman di laut lepas, sehingga tindakan menghindar harus segera disiapkan.

Pengertian aspect

Aspect adalah sudut antara haluan kapal target dengan kebalikan baringan kita terhadap target (gunakan baringan terakhir). Untuk menghitungnya, haluan target harus diketahui lebih dahulu, yaitu dari arah garis WA.

ASPECT = (Baringan target − 180°) − Haluan target

Pada contoh 2: (018° − 180°) = −162°, ditambah 360° menjadi 198°. Lalu 198° − 272° = −74°, sehingga aspect = 74° Red. Hasil negatif berarti Red, hasil positif berarti Hijau.

  • Aspect Red: posisi kita berada di sebelah kiri (lambung kiri) kapal target.
  • Aspect Hijau: posisi kita berada di sebelah kanan (lambung kanan) kapal target.

Membaca RML

Pengamatan radarArtinya
Baringan tetap, jarak makin kecilRisiko tubrukan. RML melewati atau sangat dekat pusat (CPA mendekati 0). Rule 7(d)(i).
Baringan berubah jelas, CPA besarTarget lewat dengan jarak aman bila CPA melebihi batas yang ditetapkan.
Baringan berubah, tetapi CPA kecilTetap berbahaya, terutama untuk kapal besar, kapal yang menunda, atau target pada jarak dekat. Rule 7(d)(ii).
Jarak makin besarTarget menjauh, TCPA negatif (CPA sudah lewat).

Batas minimum CPA dan TCPA

COLREG tidak menetapkan angka minimum CPA maupun TCPA. Nilainya ditetapkan nakhoda atau prosedur perusahaan (SMS) dan disesuaikan dengan daerah pelayaran. Contoh yang umum dipakai untuk CPA:

  • Laut lepas: sekitar 1,0 NM
  • Perairan pantai dengan lalu lintas sedikit: sekitar 0,6 NM
  • Perairan pantai ramai atau sempit: sekitar 0,5 NM

Untuk TCPA, sebagian prosedur memakai nilai sekitar 17 menit. Yang terpenting, waktu tersisa harus cukup bagi nakhoda untuk tiba di anjungan setelah dipanggil dan bagi kapal untuk melakukan manuver. Angka-angka ini hanya contoh, selalu ikuti SMS dan standing orders di kapal masing-masing.

Tindakan menghindar

  • Rule 8: tindakan harus tegas, dilakukan dalam waktu cukup, dan cukup besar agar mudah terlihat oleh kapal lain secara visual atau melalui radar. Hindari rangkaian perubahan kecil.
  • Rule 19(d): saat visibilitas terbatas dan tanpa target yang disusul, hindari belok ke kiri untuk target di depan melintang, dan hindari belok ke arah target yang berada di melintang atau di belakangnya.
  • Setelah manuver, plot ulang untuk memastikan CPA yang baru benar-benar aman dan tidak menimbulkan situasi bahaya baru dengan kapal lain.

Semoga artikel ini menjadi referensi belajar bagi taruna dan pelaut. Salam pelaut, tetap waspada dan utamakan keselamatan pelayaran.

Yakob Taruklangi
Yakob Taruklangi I am Yakob Taruklangi, a professional seafarer as a Deck Officer on tanker ship and offshore vessel. Throughout my career, I have gained valuable knowledge and experience in the maritime industry, which I am passionate about sharing with others. Writing allows me to reflect on my journey at sea and provide insights into shipping, seamanship, and life onboard, with the hope of contributing to the wider maritime community.

Post a Comment for "Cara Menghitung CPA dan TCPA pada RADAR Plotting Sheet"