Perbedaan Perawatan Berencana dan Perawatan Periodik Kapal
Manajemen kapal tidak hanya berfokus pada operasional tetapi juga bagaimana memastikan komponen kapal berfungsi optimal dalam jangka waktu yang panjang. Misalnya sistem perawatan yang terdiri dari perawatan berencana (Planned Maintenance) dan perawatan periodik (Periodic Maintenance).
Melalui artikel ini saya akan mengulas secara detail tentang perbedaan antara kedua jenis perawatan tersebut, mulai dari tahapan pelaksanaannya sampai pada penerapannya dalam sistem manajemen perawatan kapal.
Pengertian Perawatan Berencana
Perawatan berencana (Planned Maintenance) adalah sistem perawatan yang disusun dan dijalankan berdasarkan panduan dari maker mesin dan peralatan kapal lainnya, yang tercantum dalam Manual Instruction Book. Konsep adalah melakukan tindakan perawatan secara terencana dan terjadwal, bukan menunggu hingga terjadi kerusakan.
Seluruh kegiatan perawatan dilaksanakan tepat waktu dan mengikuti standar yang sudah ditetapkan. Biaya perawatan bukanlah menjadi suatu hambatan karena tujuan adalah menjaga agar kapal dapat beroperasi lancar tanpa gangguan sepertai delay dan juga untuk mencegah kerusakan yang bisa menurunkan umur pakai mesin.
Setiap komponen, mesin, dan sistem di kapal dirawat sesuai jadwal jam kerja (running hours), bahkan jika kondisinya masih terlihat baik. Semua dilakukan demi menjaga keandalan kapal dan memastikan semua unit siap beroperasi kapan pun dibutuhkan.
Pelaksanaan perawatan berencana memberikan sejumlah manfaat dan keuntungan di antaranya adalah:
- Memperpanjang umur mesin dan menjaga nilai penyusutan kapal.
- Kondisi material dan peralatan mudah dipantau kapan pun oleh pihak pengawas maupun manajemen melalui sistem administrasi perawatan.
- Ketersediaan suku cadang terjamin, sehingga waktu henti operasi dapat minimalisir.
- Menjaga kelancaran operasi kapal sekaligus memberikan rasa aman bagi awak kapal dan manajemen bahwa seluruh sistem berjalan normal.
- Efisiensi biaya jangka panjang, karena meskipun investasi awal cukup besar, sistem ini terbukti dapat menghemat hingga 20% biaya perawatan secara keseluruhan.
Tahapan Pelaksanaan Perawatan Berencana
Pelaksanaan Planned Maintenance System (PMS) di atas kapal mencakup beberapa tahapan penting yang harus dijalankan secara konsisten sesuai prosedur.
1. Perawatan Pencegahan (Preventive Maintenance)
Perawatan pencegahan berfungsi untuk mengantisipasi kerusakan sebelum terjadi. Prinsipnya sederhana mencegah lebih baik daripada memperbaiki. Perawatan ini mencakup pemantauan rutin terhadap perkembangan kondisi mesin dan peralatan agar bisa segera diketahui bila terjadi penyimpangan dari batas normal.
Tujuan preventive maintenance antara lain:
- Menemukan potensi kerusakan sejak dini.
- Memberikan waktu bagi tim perawatan untuk menyusun rencana perbaikan.
- Mencegah terjadinya kerusakan berat yang dapat menghentikan operasi kapal.
- Menjaga nilai keselamatan dan efisiensi ekonomis kapal.
Setiap tanda-tanda abnorma seperti getaran berlebih, suhu meningkat, atau tekanan tidak stabil harus segera diperiksa dan diatasi agar tidak berkembang menjadi masalah serius.
2. Perawatan dan Perbaikan (Repair & Maintenance)
Tahap ini bertujuan untuk memperbaiki kerusakan yang sudah terpantau, meskipun belum mencapai batas waktu overhaul. Prinsipnya adalah menjaga agar kondisi mesin tetap stabil dan mencegah kerusakan menyebar ke komponen lain.
Beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan perawatan dan perbaikan antara lain:
- Tahun pembuatan dan usia mesin berdasarkan jam kerja (running hours).
- Kapan terakhir dilakukan general overhaul.
- Komponen apa saja yang telah diganti sebelumnya.
- Lama waktu kapal akan terus dioperasikan.
- Ketersediaan anggaran dan urgensi masing-masing mesin.
Kontraktor dan kru kapal sebagai tim perawatan dapat menentukan prioritas kerja dan memastikan kesiapan suku cadang serta peralatan pendukung agar perbaikan berjalan efektif tanpa menunda pelayaran
Pengertian Perawatan Periodik
Perawatan periodik (Periodic maintenance) adalah perawatan yang dilakukan berdasarkan interval waktu atau jam kerja mesin. Sistem ini juga disebut periodic maintenance schedule, dan merupakan bagian dari strategi perawatan pencegahan yang lebih spesifik.
Perawatan periodik mengikuti jadwal kalender atau waktu operasi mesin, dengan acuan langsung pada buku panduan dari maker mesin. Terdapat dua pendekatan umum dalam pelaksanaannya yaitu:
- Berdasarkan waktu kalender, meliputi Harian (daily), Mingguan (weekly), Bulanan (monthly), Tiga bulanan (quarterly), Tahunan (annual) dan Lima tahunan (special survey).
- Berdasarkan jam kerja (running hours), misalnya setiap 250 jam, 500 jam, 1.000 jam, hingga 10.000 jam setelah perbaikan atau overhaul dilakukan.
Perawatan periodik harus disesuaikan dengan jadwal dan posisi keberadaan kapal, sehingga pelaksanaannya tidak mengganggu kegiatan operasional. Jenis perawatan ini menjadi pilihan utama bagi perusahaan pelayaran, karena terbukti efektif dalam menjaga performa mesin.
Jenis-Jenis Perawatan dalam Sistem Periodik
1. Pemantauan Kondisi Mesin (Condition Inspection)
Pemantauan kondisi mesin dilakukan untuk mengamati perkembangan performa mesin secara langsung. Melalui pengawasan ini, operator dapat menemukan tanda-tanda penurunan kemampuan komponen atau sistem sebelum menimbulkan kerusakan besar.
Parameter yang biasanya dipantau meliputi tekanan, suhu, getaran, dan kebisingan mesin. Tujuannya:
- Mengawasi penurunan kemampuan komponen secara bertahap.
- Mengantisipasi perubahan tiba-tiba yang bisa menghentikan operasi mesin.
- Menjaga efisiensi dan kinerja ekonomis mesin.
Pendekatan ini bersifat prediktif dan membantu teknisi menentukan waktu ideal untuk melakukan perawatan atau penggantian suku cadang.
2. Pengukuran Terus-Menerus (Continuous Measurement)
Dalam sistem ini, kondisi mesin dipantau secara berkelanjutan menggunakan berbagai alat sensor dan sistem otomatis seperti:
- Process alarm system yang berfungsi untuk memberi peringatan saat parameter melebihi batas aman.
- Thermostat system yang berfungsi untuk mengatur suhu kerja mesin.
- Pressure switch yang berfungsi untuk mengontrol tekanan pada sistem fluida.
- Pneumatic control valve dan electric automizing system yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan kerja antar komponen.
Sistem pengukuran ini memungkinkan awak kapal mengambil tindakan cepat begitu muncul sinyal anomali, sehingga operasi kapal tetap aman dan stabil.
3. Perawatan Terus-Menerus (Continuous Maintenance)
Perawatan berkesinambungan merupakan kegiatan pemeliharaan yang dilakukan secara terus-menerus dengan komitmen tinggi dan tanggung jawab penuh dari waktu ke waktu, bahkan dari satu generasi awak kapal ke generasi berikutnya.
Jenis perawatan ini dijalankan berdasarkan sistem yang sudah direncanakan dengan baik sehingga prosesnya dapat dipantau oleh siapa pun, baik oleh awak kapal maupun oleh manajemen di perusahaan di darat. Seluruh kegiatan perawatan dan perbaikan dicatat secara rinci, ditandatangani oleh Nakhoda dan Kepalah Kamar Mesin yang bertanggung jawab, serta disimpan dalam arsip perawatan kapal. Dengan laporan yang lengkap, kondisi dan riwayat setiap mesin dapat ditelusuri secara jelas.
Perawatan rutin sendiri merupakan bagian dari perawatan terencana berkala, yang dilakukan berdasarkan jam kerja mesin dan dilaksanakan secara periodik. Biasanya, kegiatan ini berjalan optimal apabila kapal sudah menerapkan Planned Maintenance System (PMS) dengan baik serta mendapatkan dukungan anggaran yang memadai dari pihak manajemen.
4. Perawatan Tidak Teratur (Non-Continuous Maintenance)
Perawatan tidak teratur adalah jenis perawatan yang dilakukan berdasarkan hasil pemantauan langsung terhadap kondisi setiap mesin atau peralatan di kapal. Ketika sebuah mesin menunjukkan tanda-tanda ketidaknormalan seperti getaran berlebih, suara tidak wajar, atau penurunan performa maka tindakan perawatan segera dilakukan untuk mencegah kerusakan yang lebih serius.
Namun, jika mesin masih dapat beroperasi dengan stabil dan memiliki kemampuan di atas 60% dari kondisi normal, maka perawatan dapat ditunda meskipun jam kerja pemeliharaan telah terlampaui. Jenis perawatan ini umumnya diterapkan oleh perusahaan pelayaran dengan anggaran perawatan yang terbatas.
Dalam kondisi seperti ini, nakhoda dan seluruh awak kapal perlu memiliki pemahaman yang sama terhadap kebijakan dan kemampuan finansial perusahaan. Kerja sama dan kesadaran kolektif menjadi kunci agar kapal tetap beroperasi dengan aman, meskipun jadwal perawatan tidak selalu dapat dilakukan secara ideal.
5. Pengukuran Periodik (Periodic Measurement)
Jenis pengukuran ini dilakukan pada interval tertentu untuk memastikan seluruh komponen mesin tetap dalam kondisi baik, terutama setelah dilakukan overhaul. Misalnya, setelah pemasangan poros engkol baru (crankshaft), dilakukan pengukuran crank deflection.
Fungsi dilakukan pengukuran crank deflection pada mesin setealh pemasangan crankshaft adalah sebagai berikut:
- Kelurusan poros engkol (alignment).
- Kondisi bantalan utama (main bearing).
- Kekencangan baut dan mur.
- Stabilitas keseluruhan sistem engkol.
Perawatan periodik umumnya dilakukan dengan menjalankan mesin dalam interval waktu tertentu, misalnya setelah 5 menit beroperasi lalu dihentikan, kemudian dijalankan kembali selama 10 menit, 60 menit, dan seterusnya. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa seluruh sistem bekerja secara stabil setelah melalui proses perawatan atau perbaikan.
Jika hasil pengukuran selama uji coba tersebut menunjukkan kondisi normal, maka tahap selanjutnya adalah melakukan pengukuran dan pemeriksaan rutin sesuai dengan pedoman yang tercantum dalam Manual Instruction Book dari maker mesin.
Setiap komponen mesin perlu diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan bahwa tidak ada bagian yang mengalami gangguan atau ketidakseimbangan. Tterutama pada komponen sensitif seperti bearing metal, karena hal-hal kecil dapat berpotensi menimbulkan kerusakan serius.
Sehingga jika terdapat tanda-tanda yang mengarah pada kerusakan maka awak kapal dapat segera mengambil tindakan perbaikan sebelum masalah berkembang dan mengembalikan kondisi kerja mesin ke titik nol (zero point).
Sistem Perawatan Berencana di Kapal
Sistem Planned Maintenance System (PMS) merupakan implementasi nyata dari manajemen kapal tentang perawatan berencana. Sistem ini sudah diterapkan sejak berkembangnya kapal modern yang harus berlayar berhari-hari.
Tujuan diadakannya PMS di kapal antara lain:
- Kapal mematuhi ketentuan SOLAS 1974 (amendment 2010) tentang keselamatan pelayaran.
- Kerusakan berat dapat dicegah sejak dini melalui tindakan perawatan rutin dan terjadwal.
- Perawatan dan perbaikan dilakukan sesuai panduan pabrikan berdasarkan jam operasi mesin.
- Pekerjaan annual docking repair dilakukan tepat waktu tanpa penundaan.
Rencana kerja atau Plan Maintenance tidak hanya disusun untuk mesin yang sudah berjalan baik, tetapi juga untuk mesin yang baru selesai diperbaiki atau dalam kondisi “Sakit”. Bentuk rencana kerja ini bisa disesuaikan dengan situasi kapal, misalnya:
- Rencana kerja warisan, untuk mesin yang sudah rusak sementara mesin lain masih normal.
- Rencana kerja prioritas, untuk mesin-mesin vital seperti mesin induk, genset, dan sistem kemudi.
- Rencana kerja terencana, untuk mesin yang sudah mencapai jadwal perawatan meskipun masih berfungsi baik.
- Rencana kerja kondisi, berdasarkan ketersediaan suku cadang di kapal.
- Rencana kerja insidentil, yaitu perawatan yang dilakukan setelah terjadi kerusakan mendadak.
Baik perawatan berencana maupun perawatan periodik memiliki tujuan yang sama yakni menjaga agar kapal tetap beroperasi dengan aman dan berumur panjang. Perawatan berencana merujuk pada aspek perencanaan menyeluruh dan antisipatif, sedangkan perawatan periodik lebih berfokus pada pelaksanaan terjadwal berdasarkan waktu dan jam kerja.

Post a Comment for "Perbedaan Perawatan Berencana dan Perawatan Periodik Kapal"
Sobat pelaut yang ingin bertanya atau berbagi pengalaman silahkan tinggalkan komentar di bawah ini.
Post a Comment