10 Alasan Mengapa Generator (AE) Kapal Harus Dimatikan Segera Sebelum Terjadi Kerusakan
Generator kapal (Auxiliary Engine) adalah pusat sumber tenaga listrik yang menyalurkan energi untuk berbagai sistem elektronik, seperti alat navigasi, penerangan akomodasi, lampu navigasi kapal dan pengoperasian pompa-pompa di kapal.
Tanpa generator kapal tidak dapat beroperasi dengan aman, karenanya setiap perwira mesin harus memahami tanda-tanda awal jika terjadi masalah pada generator dan tahu kapan harus menghentikan generator sebelum terjadi kerusakan lebih parah.
![]() |
| Mematikan atau menghentikan generator kapal (AE) dengan segera ketika terdeteksi situasi yang tidak normal adalah tindakan yang tepat untuk mencegah kerusakan yang lebih besar |
10 Alasan Generator (AE) Kapal Harus Dimatikan
1. Asap Muncul dari Sekitar Generator
Asap yang terlihat keluar dari generator adalah tanda bahaya serius. Asap dapat muncul akibat kebocoran bahan bakar yang terbakar, gesekan berlebih, atau panas ekstrem pada komponen tertentu. Begitu tanda ini terlihat, jangan ragu untuk menekan tombol emergency stop agar mesin berhenti segera.
Mengabaikan asap sama saja dengan membiarkan potensi kebakaran atau ledakan di ruang mesin. Langkah berikutnya setelah penghentian darurat adalah mengaktifkan generator cadangan agar suplai listrik kapal tidak terganggu.
Prosedur ini bukan hanya melindungi mesin, tetapi juga keselamatan kru dan kapal secara keseluruhan. Setelah kondisi aman, lakukan penelusuran penyebab asap dan tindakan korektif.
2. Oli Pelumas Tidak Normal
Pelumas adalah darah bagi mesin generator. Tekanan oli yang rendah atau suhu pelumas yang tinggi menunjukkan sistem pelumasan tidak bekerja dengan baik. Kondisi ini berisiko menyebabkan keausan, overheating, hingga kegagalan mesin total.
Saat parameter pelumas tidak sesuai standar, generator harus dihentikan agar tidak terjadi kerusakan lebih jauh. Penyebab umum kondisi ini meliputi pendingin oli yang kotor, filter tersumbat, atau kebocoran pada sistem pelumasan.
Mengganti atau membersihkan filter tanpa mematikan mesin justru berbahaya karena udara bisa masuk ke sistem dan merusak bantalan. Karena itu, tindakan paling aman adalah mematikan generator terlebih dahulu sebelum melakukan perbaikan.
3. Terjadi Kebocoran pada Pipa Bahan Bakar, Oli, atau Air Pendingin
Kebocoran pada jalur pipa bahan bakar, oli pelumas, atau air pendingin adalah ancaman serius, selain menurunkan kinerja mesin, kebocoran juga berpotensi memicu kebakaran jika cairan panas terpercik.
Mengencangkan sambungan atau memperbaiki pipa saat mesin hidup sangat berbahaya. Oleh karena itu, hentikan generator terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan perbaikan.
Dengan cara ini, risiko kecelakaan kerja dapat dihindari dan kerusakan pada mesin bisa dicegah lebih awal. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin pada pipa-pipa utama sangat penting untuk menghindari kebocoran secara mendadak.
4. Terdengar Suara Tidak Normal
Generator kapal memiliki banyak komponen yang bergerak dengan kecepatan tinggi. Normalnya, suara mesin terdengar stabil dan berirama. Namun, jika tiba-tiba muncul suara aneh seperti ketukan, gesekan kasar, atau dengungan yang tidak biasa, maka ini adalah tanda awal adanya masalah.
Suara abnormal sering kali menunjukkan adanya baut yang longgar, bantalan aus, atau bagian internal yang mengalami kerusakan. Jika diabaikan, kerusakan kecil ini bisa merambat menjadi kerusakan besar yang lebih parah dan mungkin saja membutuhkan waktu untuk perbaikan. Oleh karena itu, langkah pertama yang aman adalah menghentikan generator untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.
Dengan menghentikan mesin, perwira mesin dapat mengisolasi sumber suara dan melakukan tindakan perbaikan yang tepat tanpa resiko kerusakan tambahan.
5. Tekanan Diferensial Filter Tinggi
Tekanan diferensial adalah indikator penting kondisi filter oli pelumas. Ketika nilai ini naik signifikan, berarti filter sudah kotor atau tersumbat. Membiarkan kondisi ini berlarut-larut akan membuat tekanan oli turun drastis sehingga bantalan mesin kehilangan pelumasan.
Langkah yang tepat adalah menghentikan generator dan mengalihkan aliran ke filter cadangan sebelum mengganti atau membersihkan filter yang bermasalah. Hal ini bertujuan untuk menghindari gangguan mendadak yang lebih serius.
Perawatan filter secara rutin dan pemeriksaan tekanan diferensial setiap jam jaga adalah cara terbaik untuk mencegah masalah ini terjadi terlebih lagi ketika kapal sedang berlayar.
6. Getaran Berlebih dan Baut Longgar
Getaran yang melebihi batas normal menunjukkan indikator ketidakseimbangan atau keausan pada komponen internal. Getaran ini dapat mempercepat kerusakan, baut, dan peralatan bantu generator.
Jika ditemukan getaran berlebih atau baut longgar, hentikan mesin untuk memeriksa penyebabnya karena membiarkannya akan memperburuk kondisi mesin.
Lakukan perawatan dan pengecekan secara rutin seperti pemeriksaan kekencangan baut dan alignment mesin secara teratur untuk menjaga kestabilan generator (auxiliary engine) di kapal.
7. Generator Mengalami Overspeed
Overspeed terjadi ketika putaran generator melebihi batas aman yang telah ditentukan. Kondisi ini sangat berbahaya karena bisa memicu ledakan atau kerusakan parah pada komponen mesin, penyebabnya terkadang karena adanya gangguan pada fuel oil system atau kerusakan governor.
Jika AE tidak berhenti secara otomatis saat overspeed, engineer harus segera menghentikannya secara manual. Setelah mesin mati, lakukan inspeksi secara keseluruhan pada sistem bahan bakar, governor, dan komponen internal lainnya.
8. Pasokan Air Pendingin Terhenti
Air pendingin berfungsi menjaga suhu mesin tetap stabil. Jika pasokan air pendingin terhenti akibat pompa gagal atau pipa tersumbat, suhu mesin akan meningkat drastis. Kondisi ini dapat menyebabkan deformasi komponen, kebocoran, hingga kerusakan total.
Jika masalah terdeteksi pada sistem pendingin, segera matikan generator untuk mencegah overheating. Setelah mesin berhenti, lakukan pemeriksaan pada sistem pendingin mulai dari pompa, filter, hingga jalur pipa.
Selain itu, pelumasan flywheel juga perlu diperiksa setelah penghentian agar mesin tetap dalam kondisi siap pakai dan tidak macet saat dihidupkan kembali.
9. Air Terdeteksi di Dalam Oli
Masuknya air ke sistem pelumasan menurunkan kemampuan oli melindungi bantalan. Ini dapat menyebabkan keausan dengan cepat, overheating, dan kerusakan serius pada alat lainnya.
Oleh karena itu, ketika kamu mendeteksi adanya kandungan air yang tinggi di dalam oli, maka segera hentikan generator untuk menghindari kerusakan lebih lanjut. Setelah itu, cari sumber kebocoran dan bersihkan atau ganti oli sebelum mengoperasikan mesin kembali.
Langkah pencegahan seperti pengecekan kondisi oli secara rutin akan membantu mendeteksi masalah dari awal sehingga perbaikan dapat dilakukan sebelum terjadi kerusakan besar.
10. Alarm dan Trip Tidak Berfungsi
Alarm dan sistem trip adalah lapisan pengaman terakhir bagi generator. Jika salah satu alarm tidak bekerja, ada kemungkinan sistem pengaman lainnya juga gagal.
Dalam situasi seperti ini, menghentikan generator adalah tindakan paling tepat karena dapat mencegah kegagalan total saat terjadi masalah. Jangan menunggu hingga kerusakan terjadi karena tanpa alarm, engineer dan oiler tidak akan mengetahui tanda awal masalah.
Pemeriksaan secara rutin pada alarm dan sistem trip lakukan sekurang-kurangnya seminggu sekali gunak untuk memastikan semua pengaman bekerja dengan normal.
Sepuluh alasan atau situasi di atas hanyalah sebagian contoh situasi darurat yang membutuhkan tindakan cepat.
Perwira mesin seperti chief engineer atau second engineer kapal harus familiar dalam mengenali dan membaca tanda-tanda awal kerusakan dan melakukan tindakan yang tepat untuk mencegah terjadinya kerusakan yang dapat berpengaruh besar pada pelayaran.

Post a Comment for "10 Alasan Mengapa Generator (AE) Kapal Harus Dimatikan Segera Sebelum Terjadi Kerusakan"
Sobat pelaut yang ingin bertanya atau berbagi pengalaman silahkan tinggalkan komentar di bawah ini.
Post a Comment