Perbedaan Nomor MMSI Dan Nomor IMO Kapal
Pada sistem komunikasi dalam dunia pelayaran setiap kapal membutuhkan identitas yang dapat digunakan untuk mengenali dan membedakannya dari kapal lain. Salah satu identitas yang dimaksud tersebut adalah nomor MMSI (Maritime Mobile Service Identity).
Apa Itu Nomor MMSI
MMSI adalah nomor identifikasi unik yang terdiri dari 9 digit dan digunakan untuk mengidentifikasi kapal, stasiun pantai, serta berbagai stasiun atau entitas dalam sistem komunikasi maritim.
Nomor ini digunakan dalam komunikasi maritim dan identifikasi kapal secara elektronik, khususnya melalui sistem seperti AIS dan DSC.
Nomor ini membantu kapal, stasiun pantai, dan pusat pemantauan mengenali sumber komunikasi atau data yang dikirimkan oleh sebuah kapal.
MMSI memiliki peran penting pada AIS (Automatic Identification System). Ketika kapal mengirimkan informasi melalui AIS, seperti posisi, nama kapal, kecepatan, arah pelayaran, dan data lainnya, maka akan menjadi salah satu identitas yang digunakan untuk mengenali sumber informasi tersebut.
Perbedaan MMSI dan Nomor IMO
MMSI sering kali dianggap sama dengan nomor IMO, padahal keduanya memiliki fungsi dan karakteristik yang berbeda. Nomor IMO merupakan identitas permanen yang melekat pada kapal dan pada dasarnya tetap sama sepanjang masa hidup kapal, meskipun kapal berganti nama, pemilik, atau bendera.
Sementara itu, MMSI berkaitan dengan identitas stasiun radio kapal. Oleh sebab itu, nomor ini dapat berubah dalam kondisi tertentu, misalnya ketika kapal berganti negara bendera atau ketika terjadi perubahan pada sistem komunikasi radio yang menyebabkan perlunya penetapan nomor baru.
Perbedaan tersebut penting untuk dipahami oleh pelaut karena nomor IMO digunakan untuk mengidentifikasi kapal secara permanen, sedangkan MMSI lebih berkaitan dengan kebutuhan komunikasi radio dan sistem identifikasi maritim.
Cara Membaca Struktur 9 Digit MMSI
MMSI terdiri dari sembilan digit yang memiliki struktur tertentu untuk ship station, tiga digit pertama disebut kode MID.
MID menunjukkan negara atau administrasi yang menetapkan identitas stasiun kapal tersebut, sedangkan enam digit berikutnya merupakan bagian dari identitas stasiun kapal.
Format sederhananya dapat ditulis seperti ini "MIDXXXXXX"
Sebagai contoh,
Misalnya sebuah kapal memiliki nomor 525456123. Maka itu artinya Angka 525 merupakan nomor MID yang menunjukkan administrasi atau negara yang terkait dengan identitas tersebut, sedangkan 456123 merupakan bagian identitas khusus stasiun kapal.
Untuk lebih jelasnya perhatikan penjelasan berikut,
Misalnya Kapal MT. SIRENDEN memiliki nomor MMSI yakni 367987654, Maka arti dari nomor tersebut adalah:
367 menunjukkan nomor MID, di mana kode 367 adalah kode MID untuk negara Amerika serikat sebagai negara pemberi identitas kapal tersebut.
987654 menunjukkan Nomor indentifikasi khusus stasiun kapal tersebut.
Ketika sebuah kapal terlihat pada layar AIS, pelaut dapat mengenali identitas stasiun kapal tersebut dan menggunakan informasi MID sebagai petunjuk mengenai negara atau administrasi yang terkait dengannya.
Namun, sebaiknya tidak digunakan sebagai pengganti nomor IMO karena keduanya memiliki fungsi yang berbeda.
Daftar Kode MID Untuk Beberapa Negara
Maritime Identification Digits (MID) adalah tiga digit pertama pada MMSI kapal yang menunjukkan negara atau administrasi yang memberikan identitas stasiun kapal.
MID dialokasikan oleh International Telecommunication Union (ITU) dan menjadi bagian penting dalam sistem identifikasi maritim internasional.
Secara umum, digit pertama juga berkaitan dengan wilayah geografis. ITU menggunakan digit 2 untuk Eropa, 3 untuk Amerika Utara, 4 untuk Asia selain Asia Tenggara, 5 untuk Asia Tenggara dan Pasifik, 6 untuk Afrika, serta 7 untuk Amerika Selatan dan wilayah sekitarnya.
Berikut kode MID untuk beberapa Negara
Panama : 351, 352, 353, 354, 355, 356, 357, 370–374
Singapura : 563, 564, 565, 566
Amerika Serikat : 338, 366, 367, 368, 369
Uni Emirat Arab : 470, 471
Indonesia : 525
Malaysia : 533
Jerman : 211, 218
Spanyol : 224, 225
Prancis : 226, 227, 228
Italia : 247
Belanda : 244, 245, 246
Norwegia : 257, 258, 259
Swedia : 265, 266
Inggris Raya : 232, 233, 234, 235
Arab Saudi : 403
Bahrain : 408
China : 412, 413, 414
Jepang : 431, 432
Korea Selatan : 440, 441
Filipina : 548
Afrika Selatan : 601
Ghana : 627
Liberia : 636, 637
Kanada : 316
Meksiko : 345
Bahama : 308, 309, 311
Kosta Rika : 321
Republik Dominika : 327
Dengan demikian, apabila rekan-rekan pelaut melihat sebuah kapal dengan nomor yang diawali 525, maka angka itu menunjukkan bahwa identitas stasiun kapal tersebut adalah Negara Indonesia.
Data MID resmi dapat berubah atau diperbarui oleh ITU, sehingga untuk pemeriksaan aktual sebaiknya menggunakan database resmi ITU.
Penting juga sobat pelaut ketahui bahwa satu negara dapat memiliki lebih dari satu MID. Hal ini terjadi karena suatu administrasi dapat memperoleh MID tambahan ketika kapasitas identitas yang tersedia sebelumnya telah banyak digunakan. Sehingga tidak semua nomor MMSI dari satu negara harus memiliki tiga digit pertama yang sama.
Fungsi Nomor MMSI Kapal
1. Sebagai Identifikasi kapal
MMSI digunakan untuk mengenali kapal secara unik dalam sistem komunikasi maritim. Ketika sebuah kapal mengirimkan informasi melalui AIS, maka menjadi salah satu identitas yang ditampilkan kepada kapal lain, stasiun pantai, atau pusat pemantauan lalu lintas kapal.
2. Sebagai pendukung sistem AIS
Merupakan identitas penting dalam transmisi AIS, Dengan nomor ini, informasi seperti posisi, haluan, kecepatan, dan data navigasi lainnya dapat dikaitkan dengan kapal yang mengirimkan informasi tersebut.
3. Mendukung komunikasi darurat
Digunakan dalam sistem DSC yang merupakan bagian dari GMDSS. Dalam kondisi darurat, identitas membantu pihak penerima mengetahui kapal yang mengirimkan panggilan.
4. Mempermudah komunikasi antar kapal
Dapat digunakan untuk melakukan pemanggilan secara selektif melalui peralatan radio VHF yang mendukung DSC. Dengan memasukkan nomor tujuan, kapal dapat memanggil kapal atau stasiun tertentu tanpa harus melakukan panggilan umum.
5. Menunjukkan identitas administrasi negara
Tiga digit pertama pada nomornya merupakan MID yang menunjukkan negara atau administrasi yang memberikan identitas stasiun kapal tersebut. Sebagai contoh, 525 merupakan MID yang digunakan untuk Indonesia.
6. Membantu pemantauan lalu lintas kapal
Stasiun pantai dan pusat pemantauan dapat menggunakan nomor ini untuk mengidentifikasi kapal yang berada di suatu wilayah. Hal ini membantu pengawasan lalu lintas maritim dan mendukung keselamatan navigasi.
Kapal Yang Wajib Memiliki Nomor MMSI
MMSI diberikan kepada ship station sebagai identitas unik dalam layanan komunikasi maritim. Menurut ITU, setiap kapal yang berpartisipasi dalam layanan radio maritim dan menggunakan sistem yang memerlukan maritime mobile service identity harus memperoleh identitas kapal berupa 9 digit.
Dalam Chapter dan isi SOLAS, kapal penumpang dan kapal barang dengan GT 300 atau lebih yang melakukan pelayaran internasional diwajibkan membawa peralatan komunikasi radio yang memenuhi ketentuan GMDSS.
Karena merupakan bagian dari sistem identifikasi untuk komunikasi maritim dan GMDSS, kapal-kapal yang termasuk dalam ketentuan tersebut pada dasarnya memiliki MMSI dan kapal lain yang dilengkapi peralatan seperti AIS atau DSC juga harus memilikinya.
Sehingga singkatnya dapat dikatakan bahwa kapal yang memiliki MMSI antara lain:
- Kapal penumpang yang diwajibkan membawa peralatan GMDSS.
- Kapal barang ≥300 GT yang melakukan pelayaran internasional dan berada dalam cakupan ketentuan SOLAS.
- Kapal yang dilengkapi AIS dan memerlukan identitas untuk transmisi AIS.
- Kapal yang menggunakan DSC untuk komunikasi radio maritim.

Post a Comment for "Perbedaan Nomor MMSI Dan Nomor IMO Kapal"
Sobat pelaut yang ingin bertanya atau berbagi pengalaman silahkan tinggalkan komentar di bawah ini.
Post a Comment