Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Test SART Penggunaan dan Fungsinya di atas Kapal

Seperti alat keselamatan lainnya test SART harus dilakukan setiap bulan untuk memastikan performanya dalam keadaan normal agar dapat berfungsi dengan baik untuk digunakan setiap saat. Sebelum lebih jauh membahas tentang cara testnya ada baiknya terlebih dahulu memahami apa itu SART? dan bagaimana cara kerjanya?

Pengertian SART (Search and Rescue Transponder)

penjalasan dan cara test sart

SART adalah alat yang digunakan untuk memancarkan signal kepada kapal lain ketika kita sedang menghadapi keadaan darurat di laut. Dengan adanya alat ini maka kapal yang menerima signal dari SART dapat menandai titik dan lokasi keberadaan kita, sehingga dapat dengan mudah memberikan pertolongan. 

Penting diketahui bahwa SART memiliki keterbatasan dalam memancarkan signal karena sejatinya alat ini hanyalah memancarkan signal dengan jangkauan yang cukup dekat dan hanya bisa diterima oleh RADAR X BAND. 

SART berada di dalam Bridge yang terletak pada sisi kiri dan kanan pintu bridge. Posisi ini diletakkan dekat dengan pintu bridge dengan alasan agar mudah dan cepat dijangkau jika kita mengambilnya dari arah luar bridge. Mengapa demikian? Karena alat ini harus dibawa ketika kita meninggalkan kapal baik menggunakan lifeboat maupun menggunakan liferaft.

Alat ini menggunakan baterei sebagai sumber dayanya sehingga tidak boleh diaktifkan secara terus-menerus, melainkan hanya digunakan atau hanya diaktifkan pada saat kita meyakini bahwa ada kapal-kapal yang sedang mendekat pada posisi kita. 

Cara Kerja SART

SART bekerja dengan cara merespon signal radar dengan frekuensi 9 GHz dan memiliki panjang gelombang 3 cm. Selain itu juga akan memancarkan signal yang akan diterima oleh RADAR X-Band jika berada dalam jangkauan yang memenuhi. Inilah alasan mengapa ketika melakukan pengetesan kita selalu menggunakan RADAR X-BAND.

Cara Menggunakan SART

Alat ini digunakan hanya ketika kita dalam keadaan darurat atau dengan kata lain ketika kita meninggalkan kapal dengan menggunakan lifeboat atau liferaft. Cara menggunakan alat keselamatan ini sangatlah mudah bahkan pada setiap covernya tertulis secara jelas langka-langkah untuk menggunakan dan mengaktifkannya.

Cara menggunakannya adalah sebagai berikut:

  1. Lepaskan SART dari braketnya
  2. Pada bagian tengah terdapat sebuah pin berwarna hitam
  3. Lepas Saefty pin tersebut dengan pelan
  4. Setelah Safety pin terlepas maka akan secara otomatis aktif dan ON di tandai dengan adanya lampu berwarna biru dan bunyi beberapa kali.

Perbedaan SART dengan EPIRB

Beberapa pelaut pemula sering bertanya apa perbedaan antara SART dengan EPIRB? Keduanya memiliki perbedaan yang sangat siginifikan. Perbedaanya terletak pada sistem dan cara kerjanya seperti cara pemancarannya, jangkauannya, frekuensinya dan penerima pancarannya. Pada artikel sebelumnya saya telah membahas tentang penjelasan EPIRB secara lengkap. Jadi teman-teman dapat melihat artikel tersebut agar dapat memahami dengan baik mengenai perbedaan kedua alat ini. 

Perbedaannya adalah SART memancarkan signal ke RADAR dengan jangkauan yang pendek yakni 12 Mil sedangkan EPIRB memancarkan signal ke SATELIT pada frequensi 406 MHz dengan jangkauan yang jauh.

Berapa Jumlah SART di Kapal

Sesuai dengan persyartan SOLAS Chapter-III/26.2.5 jumlahnya adalah:

  • Kapal penumpang wajib memiliki paling sedikit 2 unit
  • Kapal Kargo dengan GT 500 atau lebih wajib memiliki paling sedikit 2 unit
  • Kapal Tanker dengan GT 500 atau lebih wajib memiliki paling sedikit 2 unit
  • Kapal kargo dengan GT 500-300 wajib memiliki paling sedikit 1 unit
  • Kapal minyak dengan GT 500-300 wajib memiliki paling sedikit 1 unit
Selain itu biasanya juga terdapat 1 unit pada setiap survival craft dan freefall lifeboat. Namun jumlahnya tergantung pada ukuran dan jenis kapal sebagaimana yang telah dijelaskan di atas.

Bagian-bagian SART dan Fungsinya

Lanyard

Lanyard merupakan tali yang terdapat pada badan SART yang berfungsi untuk mengikat alat ini pada lifeboat atau liferaft agar tidak terlepas dan tidak menjauh dari posisi kita.

Transponder

Dari namanya yaitu trans dan ponder yang artinya memancarkan dan merespon, jadi pada bagian ini berfungsi untuk memancarkan sinyal terhadap radar kapal ketika ada kapal yang berada disekitar posisi kita. Bagian transponder ini berada pada bagian atas dan pada bagian ini terdapat label dan informasi mengenai nama kapal, model, type dan maker.

Safety Pin 

Safety Pin merupakan alat pelindung agar SART tidak serta merta on secara otomatis karena jika hal itu terjadi maka akan membuat pemborosan pada battery. Pin ini harus dicabut atau dilepas terlebih dahulu sebelum mengaktifkan atau sebelum melakukan pengetesan. Normalnya safety pin ini berwarna hitam dan disertai arah petunjuk mengenai posisi on dan test.

Cradle 

Cradle adalah penyangga yang berbentuk seperti tongkat yang dapat ditarik hingga memanjang. Cradel ini berfungsi untuk mengangkat SART sehingga posisinya semakin tinggi. Karena semakin tinggi posisinya dari permukaan laut maka semakin maksimmal juga dalam memancarkan sinyal.

Baterei (Battery)

Baterei merupakan sumber daya dari pada SART dan memiliki masa aktif selama 4 tahun, yang artinya harus diganti segera mungkin ketika masa aktifnya sudah 4 tahun. Masa katifnya dapat dilihat pada badan battery itu sendiri. Daya tahan bateri ini hanya mampu bertahan selama 8 jam (ketika aktif) dan 96 jam (ketika stand by). Oleh karena itu anda harus menggunakan dan mengaktifkan hanya ketika benar-benar diperlukan.

Ketentuan pada Baterei:

  • Dalam keadaan stand by dapat bertahan hingga 96 jam
  • Dalam keadaan ON (aktif) dapat bertahan hingga 8 jam
  • Dapat beroperasi pada suhu dengan temperatur antara -20 derjat sampai 55 derajat
  • Baterei memiliki masa expired sekitar 2 hingga 5 tahun 

Cara Test SART

cara test sart pada layar radar

Perlu diketahui bahwa pancaran dari SART hanya dapat diterima dan dideteksi oleh RADAR X-BAND sehingga pancaran akan terlihat pada tampilan layar RADAR X-BAND. 

Cara pengetesan adalah:

  1. Lepaskan SART dari Braketnya lalu bawa keluar dan tempatkan pada luar anjungan misalnya di wings bridge
  2. Langkah selanjutnya adalah mengaktifkan menu SART pada RADAR X-BAND, hal ini dilakukan agar radar dapat mendeteksi pancaran signalnya. Selain itu ubah range jangkauan radar menjadi 12 mil.
  3. Perhatikan pada rings bagian tengah terdapat indikator atau tulisan ON dan TEST yang disertai dengan arah pana. Biasanya arah panah TEST mengarah ke Kanan sedangkan ON mengarah ke kiri. 
    indikator test dan on

  4. Untuk melakukan pengetesan putar rings tersebut ke arah TEST dan tahan hingga lampu indikator menyalah dengan cahaya warna Biru dan disertai dengan bunyi diip beberapa kali. 
    lampu indikator test

  5. Penting diketahui bahwa dalam melakukan pengetesan tidak perlu melepas safety pin, karena ketika safety pin terlepas maka secara otomatis switchnya akan bergeser ke posisi ON
  6. Perhatikan pada tampilan layar RADAR X-BAND apakah terdeteksi atau tidak. Lihat gambar berikut untuk bisa memahami dengan jelas. 
    tampilan dalam radar x band

Pengetesan ini harus ditulis dan direcord dalam log book GMDSS sebagai bukti ketika ada pemeriksaan seperti SIRE Inspection dan PSC (Port State Control). Tujuan dilakukannya pengetasan ini adalah untuk mengetahui dan memastikan bahwa alat tersebut dapat berfungsi dengan normal.

Sesuai dengan ketentuan SOLAS pengetesan SART harus dilakukan minimal 1 kali setiap bulannya. Saya sendiri secara pribadi melakukan test ini bersamaan ketika melakukan drill di atas kapal, secara khusus Abandon Ship Drill yang juga memang wajib dilakukan setiap bulannya.

Yakob Taruklangi
Yakob Taruklangi Hi, I am Yakob Taruklangi, I am seafarer working onboard tanker ship as Deck Officer. I have been working since 2019. My hobby is writing and sharing experience with other specially for marine industry, shipping and life at sea.