Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Penjelasan Pilot Ladder Ukuran dan Perawatannya di Kapal

Pilot ladder atau tangga pandu merupakan alat khusus yang digunakan sebagai tangga untuk naik turunnya pandu dari kapal. Alat ini harus memenuhi standar keselamatan yang sesuai dengan prosedur agar dapat dipergunakan dengan aman. Mari kita membahas lebih lanjut tentang pentingnya pilot ladder dan bagaimana cara perawatannya serta ketentuan ukurannya yang sesaui dengan SOLAS.

Apa Itu Pilot Ladder

penjelasan pilot ladder atau tangga pandu kapal

Pilot ladder adalah sebuah tangga yang dipasang pada lambung kapal yang berfungsi sebagai alat untuk memudahkan pilot naik dan turun kapal ataupun orang-orang tertentu yang berkepentingan untuk naik  ke kapal.

Tangga ini harus dirancang dengan ukuran dan panjang yang sesuai dengan ketentuan agar dapat dipastikan cukup untuk mencapai ketinggian yang dibutuhkan saat kapal sedang berlabuh jangkar pada perairan tertentu. Tangga ini terbuat dari bahan yang kuat dan tahan lama seperti kayu dan bahan sintetis lainnya.

Pilot ladder harus memenuhi standar keselamatan yang ketat dan sesuai dengan International Maritime Organization (IMO) yang di atur dalam SOLAS (Safety of Life at Sea).Beberapa standar keselamatan yang harus dipenuhi seperti ukuran dan bentuk tangga, kekuatan bahan yang digunakan, dan tali pengikat tangga (tali pengaman) pada kapal. 

Selain itu Tangga pandu ini harus diperiksa secara berkala untuk memastikan kondisinya masih layak dipergunakan dengan aman. 

Ukuran Pilot Ladder

dimensi dan ukuran pilot ladder

Sebagai alat yang harus memenuhi persyaratan keselamatan yang telah ditetapkan oleh IMO dalam Bagian A.1045(27) dan SOLAS (Safety of Life at Sea). Ukuran Pilot Ladder sesuai aturan dalam SOLAS adalah sebagai berikut:

Panjang

Panjangnya harus cukup untuk mencapai permukaan air ketika di pasang pada lambung kapal. Ukuran panjang minimum pilot ladder adalah 9 meter dan panjang maksimum adalah 14 meter. Sesuai dengan persyaratan apabila free board kapal lebih dari 9 meter maka tangga pandu ini harus dikombinasikan dengan accomodation ladder (tangga akomodasi). 

Lebar Tangga

Lebar tangga (step kaki) harus minimal 115 mm dan lebar maksimum tangganya adalah 140 mm.

Jarak Antara Tangga

Jarak antara setiap tangga harus sama dan tidak boleh lebih dari 300 mm. Jarak antara tangga dapat diukur dari tengah-tengah tangga yang bersebelahan. Pada setiap tangga terdapat tangga pijakan kaki yang lebih panjang dimana ketentuannya adalah diantara tangga yang panjang harus terdapat maksimal 8 anak tangga yang pendek.

Tali Pengaman

Harus dilengkapi dengan tali pengaman yang terhubung dan diikatkan pada kapal seperti pada reling. Tali pengaman tersebut harus panjangnya 2,5 kali panjang tangga dan harus diikat sejajar dengan jarak 1,5 kali panjang tangga pilot.

Pelindung Tangga (Cover)

Harus dilengkapi dengan pelindung (penutup) untuk melindungi tangga dari kerusakan, pelindung harus terbuat dari bahan yang kuat dan tahan lama seperti nilon, kanvas atau bahan lain yang sesuai. 

Bahan

Bahan yang digunakan harus terbuat dari benda yang kuat dan tahan lama seperti bahan berkekuatan tinggi yang tahan terhadap korosi. Bahan yang digunakan harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh SOLAS.

Ketebalan Reling

Ketebalan reling kapal harus minimal 25 mm, dan reling harus terpasang pada jarak 1,2 meter dari sisi kapal serta harus kuat untuk menahan beban tangga dan pilot.

Inspeksi dan Perawatan Pilot Ladder

perawatan pilot ladder atau tangga pandu di kapal

Pilot ladder harus periksa secara rutin untuk memastikan kondisinya apakah masih layak dan tetap memenuhi persyaratan keselamatan. Pemeriksaan rutin biasanya dilakukan setiap enam bulan sekali atau lebih sering jika dianggap perlu dilakukan. Pemeriksaan rutin tersebut disebut health check. 

Inspeksi Pemeriksaan

Hal-hal yang harus dicek pada saat melakukan inspeksi dan pemeriksaan rutin antara lain:

  1. Kondisi umum tangga, termasuk kerusakan, aus, dan korosi.
  2. Kondisi tali pengaman dan pelindung tangga.
  3. Kondisi pengikat tangga dan kaitnya.
  4. Kondisi dan pengaturan jarak antara tangga.
  5. Kondisi penempatan dan pengikatan tangga ke kapal.
  6. Shackle yang digunakan harus bebas dari karat serta mudah dipasang dan di lepas

Perawatan Rutin

Perawatan rutin atau maintenance juga harus dilakukan untuk mempertahankan keamanan dan kondisi yang layak pada tangga, tali dan bagian lainnya guna untuk memperpanjang masa pemakaianya. 

Cara yang dapat dilakukan dalam melakukan perawatan pilot ladder (tangga pandu) antara lain:

  1. Membersihkan tangga secara teratur untuk menghilangkan kotoran dan sisa-sisa air laut.
  2. Melumasi bagian-bagian yang bergerak pada tangga untuk mengurangi gesekan dan memperpanjang masa pakai.
  3. Memperbaiki kerusakan atau keausan dengan segera mungkin agar tidak mengalami kerusakan lebih cepat.
  4. Pada saat tangga tidak digunakan gulung dengan benar dan tempatkan pada posisi yang tepat
  5. Tutupi tangga dengan canvas/cover agar terlindung dari cuaca seperti panas dan hujan

Perawatan Shackle Pilot Ladder

Shackle pada pilot ladder biasanya digunakan untuk mengikat tangga ke main deck kapal, Penggunaan shackle yang tepat dapat membantu memastikan keamanan dan kestabilan selama penggunaan.

Untuk melakukan perawatan pada shackle dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Bersihkan shackle dengan air tawar dan lap kering untuk menghilangkan kotoran atau korosi.
  2. Periksa shackle untuk memastikan tidak ada retakan atau kerusakan pada bagian pegangan atau pin. Jika ditemukan kerusakan, sebaiknya ganti dengan yang baru.
  3. Olesi bagian pegangan dan pin dengan pelumas untuk mencegah terjadinya korosi serta akan memudahkan penggunaan shackle.
  4. Pasang shackle kembali dan pastikan pengencangnya cukup ketat untuk mencegah terlepas saat digunakan.
  5. Setelah selesai digunakan, bersihkan kembali shackle dan simpan di tempat yang kering dan aman.

Penting untuk melakukan perawatan rutin pada shackle dan tangga secara keseluruhan secara keseluruhan untuk memastikan ketersediaan dan kinerja yang optimal saat dibutuhkan. Selain itu, pastikan juga bahwa tangga dan shackle memenuhi persyaratan yang di atur dalam SOLAS.

Cara Menggunakan Pilot Ladder

Pilot ladder harus digunakan dengan benar dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Terutama ketika keadaan laut sedang berombak maka sangat disarankan untuk lebih waspada dan berhati-hati dalam menaiki dan menggunakan alat ini. 

Cara umum yang biasanya dilakukan saat menggunakan pilot ladder antara lain:

  1. Terlebih dahulu pastikan pilot ladder memenuhi persyaratan keselamatan yang telah ditentukan baik secara visual maupun secara langsung dengan pengecekan sentuhan.
  2. Pastikan kapal dalam posisi diam dan stabil atau sedang bergerak dengan kecepatan aman dan sesuai dengan pilot boarding aranggement, juga penting untuk mengetahui pilot boat berada di tempat yang aman seperti pada lee side (sisi lambung kapal yang berlawanan dari datangnya arah angin).
  3. Pastikan telah terpasang tali pengaman pada tangga dan terikat pada relling kapal dengan aman dan kuat.
  4. Pastikan bahwa tangga sedang dalam posisi yang tepat dan terpasang serta terikat menggunakan sackle dengan baik ke maindeck kapal
  5. Naik ke atas tangga pandu dengan hati-hati dan pastikan bahwa tangga tetap stabil dan aman selama naik turun.
  6. Usahakan sebisa mungkin menggunakan kaki yang kuat sebagai kaki pertama yang memijak tangga
  7. Pegang tali tangga dengan kuat dan erat untuk menghindari tali terlepas dari genggaman  
  8. Turun dari kapal ke pilot boat dengan hati-hati, menggunakan jalan yang aman dan terlindung.
  9. Setelah pilot berhasil naik atau turun, pastikan untuk memeriksa kembali pilot ladder untuk memastikan bahwa tangga masih stabil dan aman.

Prosedur Pemasangan Pilot Ladder di Kapal

prosedur pemasangan pilot ladder di kapal

Pemasangan yang tepat dan aman sangat penting demi keselamatan pandu kapal dan awak kapal yang menggunakannya. Lalu bagaimana prosedur pemasangan tangga ini dengan benar? Berikut adalah prosedur dalam pemasangan pilot ladder di kapal:

Persiapan

Sebelum memasang pilot ladder, pastikan bahwa kapal dalam posisi yang stabil, dan tidak ada angin kencang atau gelombang yang tinggi. Hal-hal yang harus dipersiapkan adalah sebagai berikut.

1. Tentukan Tempat Pemasangan

Tentukan titik pemasangan di kapal apakah sebelah kiri atau sebelah kanan lambung kapal. Tempat pemasangan harus pada titik yang telah ditetapkan untuk mencapai bagian dek kapal yang paling rendah yang mungkin akan dilalui oleh pilot atau pandu.

2. Persiapkan Tali Pengaman

Persiapkan tali pengaman yang akan digunakan untuk mengikat tangga ke relling kapal. Pastikan bahwa tali pengaman tersebut memiliki ukuran yang cukup panjang dan kuat untuk menahan beban tangga dan pandu.

3. Siapkan Pilot Ladder

Siapkan tangga dengan meletakkannya pada main deck kapal. Pastikan bahwa tangga dalam posisi yang tepat dan siap untuk dipasang. Selain itu siapkan juga shackle yang akan digunakan dan pastikan tidak berkarat serta memiliki kekuatan yang cukup dalam menahan bobot tangga.

Pemasangan

1. Pasang Tali Pengaman ke Kapal

Pasang dan ikat tali pengaman ke reling kapal dengan cara yang aman dan kuat. Pastikan tali pengaman tersebut diikat dengan benar dengan memperkirakan tali tidak terlalu kencang dan tidak terlalu longgar.

2. Pasang Pilot Ladder

Pasang pilot ladder di main deck pada tempat yang memang telah dirancang secara khusus  dan pastikan bahwa tangga diposisikan dengan benar dan terkunci dengan baik ke kapal. 

3. Tarik Tali Pengaman

Tarik tali pengaman dengan hati-hati ke arah sisi kapal dan pastikan bahwa tali pengaman cukup kuat untuk menahan bobot tangga.

4. Laporkan Pada Duty Officer

Laporkan kepada duty officer bahwa tangga pandu telah dipasang dan siap digunakan dengan aman, sebelum melaporakan pastikan dan cek kembali semua pemasangan guna untuk memastikan telah terpasang dengan sempurna.

Itulah bebrapa prosedur dan cara dalam melakukan pemasangan pilot ladder di kapal. Perlu saya katakan bahwa prosedur yang saya tulis ini merupakan pemahaman dan pengalaman secara pribadi. Sehingga hanya bisa digunakan sebagai panduan umum saja karena prosedur yang tepat harus berdasarkan pada peraturan yang ada di setiap negara atau lingkungan maritim. Bahkan ada bebrapa nakhoda kapal yang memberikan arahan-arahan tertentu.

Sertifikat Pilot Ladder

contoh sertifikat pilot ladder kapal

Sertifikat adalah dokumen resmi yang menunjukkan bahwa alat tersebut yang digunakan di kapal telah memenuhi persyaratan keselamatan yang telah ditetapkan oleh IMO dan SOLAS. 

Pada umunya informasi yang terdapat dalam sertifikat pilot ladder adalah sebagai berikut:

  1. Nama kapal: Nama kapal yang menggunakan pilot ladder. (Namun ini bersifat relatif, kebanyak sertifikat tidak mengandung nama kapal secara spesifik)
  2. Nomor sertifikat: Nomor sertifikat yang dikeluarkan oleh otoritas maritim atau pengawas keselamatan laut.
  3. Tanggal kadaluarsa: rentang waktu yang menunjukkan sampai kapan alat tersebut aman digunakan.
  4. Deskripsi: Penjelasan lengkap tentang dan detail seperti ukuran panjang, lebar, dan bahan yang digunakan.
  5. Hasil uji keselamatan: Sebagai bukti bahwa telah dilakukan uji keselamatan seperti pengujian kekuatan, ketahanan, dan stabilitas.

Sertifikat pilot ladder tersebut harus disimpan di kapal dan dapat diakses oleh semua awak kapal yang terlibat dalam operasi pilotage. Sertifikat ini merupakan bukti bahwa telah memenuhi persyaratan keselamatan yang telah ditetapkan oleh SOLAS dan dapat digunakan dengan aman oleh pandu dan awak kapal.

Demikianlah artikel ini tentang penjelasan pilot ladder secara lengkap, semoga tulisan yang ada dalam website ini dapat memberikan pengetahuan baru bagi setiap pembaca dan pengunjung karya pelaut.

Yakob Taruklangi
Yakob Taruklangi Hi, I am Yakob Taruklangi, I am seafarer working onboard tanker ship as Deck Officer. I have been working since 2019. My hobby is writing and sharing experience with other specially for marine industry, shipping and life at sea.