Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Fungsi Penting Immersion Suit Yang Pelaut Harus Ketahui

Immersion Suit sebagai alat keselamatan di kapal sangat penting untuk diketahui setiap pelaut, mulai dari cara menggunakan, apa fungsinya serta apa saja persyaratannya sesuai SOLAS. 

Dalam situasi darurat seperti kapal terbakar dan tenggelam, sehingga semua crew dan penumpang harus meninggalkan kapal maka immersion suit menjadi alat keselamatan yang harus dikenakan sebelum terjun ke laut atau sebelum memasuki Life Boat dan Liferaft.

Setiap pelaut atau orang yang bekerja di kapal wajib mengetahui alat keselamtan ini karena peranannya yang sangat penting dalam keselamatan pelayaran (Safety Maritime). Untuk lebih jelasnya mari kita simak penjelasannya dalam artikel ini.

Apa Itu Immersion Suit

apa itu immersion suit kapal yang standar solas

Immersian suit adalah alat keselamatan yang digunakan untuk bertahan di atas permukaan air laut untuk mencegah terjadinya hypotermia pada korban yang harus meninggalkan kapal akibat keadaan darurat. Sebagai alat keselamatan dalam kategori Life Saving Appliances memang memiliki peran yang sangat penting dalam dunia maritime, terutama bagi kapal yang berlayar di area perairan dengan suhu rendah.

Selain sebagai pencegahan terhadap hypotermia alat ini juga dirancang dan di desain untuk bisa mengapung di atas permukaan air dengan tujuan agar pada saat kita menggunakannya, kita tidak akan tenggelam.

Suhu air laut yang rendah dapat menimbulkan terjadinya hypotermia dengan sangat cepat dan hal ini sangat mengancam kehidupan manusia. Terutama di area laut yang memang bersuhu rendah. Alat inilah yang dapat meminimalkan resiko tersebut karena dilengkapi dengan lapisan isolasi terma yang kuat yang berfungsi untuk menjaga suhu tubu korban.

Dirancang secara khusus dengan bahan neopren yang elastis guna untuk memastikan perlindungan maksimal dan kenyamanan saat digunakan, seperti dapat mengcover dan menutupi semua tubuh manusia. 

Memiliki beberapa fitur penting seperti karet elastis yang terdapat pada pergelangan kaki dan tangan untuk mencegah kemasukan air dan juga terdapat pelindung dan pengerat pada bagian leher agar air tidak masuk dari atas.

Apa Fungsi Immersion Suit

Fungsinya antara lain:

  • Mencegah terjadinya hyportermia pada korban
  • Menjaga suhu tubuh manusia walapun berada di atas permukaan air dengan suhu yang sangat rendah
  • Dapat mengapungkan korban yang berada di air
  • Sebagai alat keselamatan utama saat meninggalkan kapal di daera dingin

Itulah beberapa fungsi dari alat keselamatan ini yang sangat penting dan dibutuhkan ketika kita harus meninggalkan kapal akibat situasi darurat.

Cara Menggunakan Immersion Suit

cara menggunakan immersion suit

Sebagai pelaut atau orang yang bekerja di kapal diwajibkan untuk mengetahui prosedur dan cara penggunaanya. Berikut ini adalah cara menggunakannya antara lain:

  1. Cara menggunakan pertama-tama keluarkan immerion suit dari bag (Cover)
  2. Buka Zipper (kancing) kemudian masukkan kedua kaki secara bergantian
  3. Masukkan juga kedua tangan
  4. Setalah tangan dan kaki dalam posisi yang benar, maka tarik zipper dari bawah ke atas agar tubuh anda tertutup dengan sempurna (kecuali wajah)
  5. Tutup Face Flap (penutup wajah) dan eratkan sesuai kenyamanan anda
  6. Setelah pemakaian nyaman di tubuh maka langsung kenakan life jacket.

Apakah setiap pemakian inmersion suit harus dibarengi dengan penggunaan life jaket, jawabannya adalah tidak karena ada yang sudah dilengkapi dengan life jacket khusus dan ada juga yang tidak dilengkapi. Bagaimana sangat simpel bukan, cara menggunakan alat keselamatan ini. 

Saya perlu tegaskan bahwa jenis alat ini ada juga yang pada bagian tangan terdapat gloves (sarung tangan) secara terpisah seperti jenis viking. Sehingga pada saat menggunakan jenis ini harus digunakan secara terpisah dengan gloves nya.

Dalam penggunaanya harus sesuai dengan ukuran tubuh agar nyaman di badan. Tersedia beberapa size seperti S, M, L dan XL. Ukuran yang terlalu kecil akan membuat kita sulit bergerak dan ukuran yang terlalu besar akan mudah kemasukan air.

Prsyaratan Immersion Suit Sesuai SOLAS

Sebagaimana kita ketahui bahwa semua Life Saving Appliances di kapal memiliki persyaratan (SOLAS Requirements), sama halnya denan alat ini juga memiliki persyaratan khusus untuk bisa dikatakan sebagai layak digunakan di kapal.

Berikut Persyaratan Immersion Suit Sesuai SOLAS antara lain:

  • Harus terbuat dari bahan tahan air (waterproof)
  • Harus dapat dibuka serta digunakan dalam waktu 2 menit tanpa bantuan orang lain
  • Tidak terbakar dan meleleh setelah terkena api selama 2 detik
  • Harus dapat menutupi seluruh bagian tubuh kecuali wajah, dan tidak berlaku untuk jenis yang sarung tangannya terpisah. mengingat ada jenis yang sarung tangannya tidak menyatu secara langsung dengan lengannya.
  • Tidak boleh mengalami kerusakan ketika digunakan melompat dari ketinggian minimal 4,5 meter.
  • Saat dikenakan pemakainya harus mampu turun atau menaiki tangga vertikal dengan ketinggian minimal 5 meter
  • Pemakainya harus mampu membalikkan badan dari posisi menghadap bawah ke posisi menghadap atas (face down to face up) dalam waktu kurang dari 5 menit
  • Memiliki daya apung yang tidak berkurang dari 5 % setelah terendam dalam air selama 24 jam
  • Untuk jenis yang digunakan bersama dengan life jaket, maka pemakainya harus mampu menggunakan life jaket tanpa memerlukan bantuan orang lain. 
  • Setiap orang di kapal harus disediakan dan memiliki satu immersion suit
  • Tidak membiarkan suhu tubuh pemakainya berkurang lebih dari 2 derajat setelah terendam dalam air selama 6 jam, dengan suhu air antara 0 sampai 2 derajat.

Berapa Lama Immersion Suit Bertahan di Air

Daya apung adalah batas kemampuan suatu benda untuk bisa bertahan di atas permukaan air tanpa tenggelam. 

Sebagaimana yang tertulis dalam LSA Code Chapter II: Personal life-saving appliances paragraf 2.3.1.8 dijelaskan bahwa Immersion Suit harus memiliki daya apung yang tidak boleh kurang dari 5 persen setelah berada di dalam air selama 24 jam.

Artinya bahwa daya apungnya harus mampu bertahan selama 24 jam di atas permukaan air, dan apabilah mengalami kerusakan maka kerusakannya tidak lebih dari 5 persen. Jika kerusakannya tidak lebih dari 5 persen maka dapat dipastikan alat ini mampu menjaga suhu tubuh korban dengan baik. 

Setelah 24 jam di air alat keselamatan ini akan berkurang daya apungnya secara berkala tergantung pada jenis air cuaca dan suhu air laut di area tersebut. Juga dapat dipengaruhi oleh kuat dan tingginya ombak.

Letak dan Jumlah Immersion Suit di Kapal

Di kapal harus ditempatkan pada posisi berdasarkan Fire Control Plan, seperti:

  • Di Bridge : 3 Pcs
  • Fore Castle Deck : 2 pcs
  • Engine Room : 2 Pcs
  • Hospital Room : 1 Pcs
  • Kamar Crew : 1 Pcs (Tergantung jumlah orang dalam kamar tersebut)

Setiap cabin (Kamar) di kapal harus dilengkapi sesuai dengan jumlah crew dalam cabin tersebut. Jumlah immersion suit di kapal harus melebihi jumlah dari total crew di kapal. Sesuai dengan ketentuan setiap crew harus memiliki 1 pcs yang tersedia dalam kamarnya masing masing. 

Namun perlu di ketahui bahwa jumlah dan posisi tersebut harus mengacu pada fire plan kapal karena setiap kapal tentu memiliki fire plan yang berbeda-beda. 

Maintenance Immersion Suit

Untuk menjaga performa dari setiap alat keselamatan maka harus dilakukan perawatan (maintenance) secara berkalah.

Hal-hal yang harus diperiksa dalam maintenance dan perawatannya antara lain:

  • Reflective Tape harus diperiksa untuk memastikan masih dalam kondisi bagus. Fungsi dari reflective tape adalah untuk memantulkan cahaya sehingga memudahkan dalam proses pencarian. 
  • Zipper (kancing) harus dilumasi dengan Oil Zipper (Enclosed Lubricant) setiap bulan agar zipper tidak mengeras yang dapat menyebabkan kancing tidak bisa membuka dan menutup
  • Cek bagian secara keseluruhan pastikan tidak ada yang robek, rusak dan tidak kedap
  • Pastikan prosedur penggunaannya terdapat pada setiap bag nyadan dapat terbaca dengan jelas
  • Pastikan memiliki sertifikat yang valid baik annual service maupun 5 yearly.
  • Setiap tempat penyimpanan harus diberi IMO symbol dan cara penggunaanya
  • Leteakkan di tempat yang mudah dijangkau setiap awak kapal.

Selain dari itu ada juga maintenance yang wajib dilakukan setiap 3 tahun yakni air pressure test. Air pressure test adalah service yang dilakukan untuk mengecek kualitas pressure testnya guna untuk memastikan ada tidaknya kebocoran pada alat ini.

Perbedaan Immersion suit dengan Thermal Protective Aid

Pernakah sobat melihat dan mendengar tentang Thermal Protective Aid yang merupakan alat keselamatan yang juga berfungsi untuk mejaga suhu tubuh manusia. Jika demikian apa perbedaannya dengan Immersion Suit.

Thermal Protective Aid (TPA) dan Immersion Suit merupakan dua jenis alat pelindung yang digunakan dalam situasi darurat di kapal untuk membantu melindungi tubuh dari hipotermia dan potensi bahaya lainnya ketika kita meninggalkan kapal. Berikut ini adalah perbedaan detail antara keduanya:

1. Fungsi Utama

Thermal Protective Aid (TPA) berfungsi sebagai pelindung darurat untuk menjaga suhu tubuh agar terhindar dari hipotermia saat berada di air dingin atau digunakan untuk korban yang baru saja diselamatkan dari air maka TPA dapat digunakan untuk meningkatkan suhu tubu korban tersebut. Sedangkan immersion memang dirancang dengan khusus untuk digunakan saat akan meninggalkan kapal dengan cara melompat ke laut.

2. Desain dan Konstruksi

Thermal Protective Aid TPA biasanya terbuat dari bahan isolasi termal, seperti polietilena, dan memiliki warna orange untuk memudahkan pencarian di laut. selain itu TPA dilipat hingga dalam ukuran yang kecil dan disimpan dalam tas kecil sebagai persiapan menghadapi situasi darurat.

3. Perlindungan Terhadap Air Laut

TPA tidak dirancang untuk melindungi dari air laut melainkan hanya untuk menjaga suhu tubuh. Sedangkan IS memang dirancang secara khusus untuk melindungi tubuh dari air laut agar tidak mengalami hypotermia dan sulit kemasukan air karena tertutp rapat.

4. Ketahanan Terhadap Cuaca Buruk

TPA tidak dirancang untuk digunakan dalam cuaca buruk atau kondisi laut yang kasar melainkan hanya digunakan untuk daerah yang dingin, seperti udara yang dingin. Sedangkan IS dibuat untuk memberikan perlindungan ketika kita sudah berada di atas permukaan air laut.

5. Persyaratan dan Ketentuan

TPA hanya sebagai alat pelindung tambahan di kapal dan hanya diletakkan dalam lifeboat dan liferaft minimal 2 pcs setiap survival craft, sedangkan IS wajib disimpan dalam setiap kabin crew dan di tempat umum lainnya seperti Bridge Navigation dan Engine room.

Jenis-jenis Immersion Suit

1. Neptune Imersion suit 

neptune immersion suit

yaitu jenis yang paling banyak digunakan di kapal. Jenis ini memiliki ciri khusus yakni lengan dan sarung tangan menyatu sekali gus. Sehingga saat digunakan dapat menutupi seluruh badan kecuali wajah. 

Jenis Neptune tersidia dalam ukuran seperti S, M, L, dan XL dan harus digunakan bersama dengan life jaket untuk bisa mengapung di atas permukaan air. Kelemahan dari jenis ini adalah zippernya yang mudah rusak jika tidak rutin dilumasi dengan oil zipper.

2. Viking Inmersion Suit

viking immersion suit

Yaitu jenis yang tidak kalah banyaknya digunakan di kapal. Memiliki ciri khusus yaitu lengan dan sarung tangannya berpisah. Meskipun begitu jenis ini juga merupakan sesuai dengan standar SOLAS.

Jenis viking juga tersedia dalam berbagi ukuran seperti S, M, L, XL, dan XXL. Saat menggunakan alat jenis ini jangan lupa menggunakan sarung tangannya agar berfungsi dengan sempurna. Mungkin bisa dibilang kelemahan dari jenis viking adalah sarung tangannya yang terpisah dan juga masih harus digunakan bersama dengan life jacket.

Kesimpulan

Immersion suit merupakan alat keselamatan yang sangat berperan penting di atas kapal untuk mencegah terjadinya hypotermia pada setiap korban yang harus meninggalkan kapal akibat situasi darurat. Setiap kapal diwajibkan memiliki alat keselamatan ini yang cukup untuk crew kapal dan penumpangnya, serta harus tersedia dalam berbagai jenis ukuran. Untuk memastikan bahwa setiap orang dapat memakainya dengan efektif

Jumlah immersion suit tidak boleh kurang dari jumlah total crew dan penumpang yang dapat di bawa oleh kapal tersebut. Namun, kapal yang berlayar lepas pantai memiliki pengecualian karena dianggap routenya tidak melintasi laut lepas.

Perawatan harus dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisinya masih layak dan siap digunakan setiap waktu dibutuhkan. Demikianlah pembahasan singkat ini, dan kami berharap pembaca dan pengunjung blog karya pelaut mendapatkan wawasan baru. Terima kasih dan salam pelaut.

Yakob Taruklangi
Yakob Taruklangi Hi, I am Yakob Taruklangi, I am seafarer working onboard tanker ship as Deck Officer. I have been working since 2019. My hobby is writing and sharing experience with other specially for marine industry, shipping and life at sea.