Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jumlah dan Panjang Fire Hose yang harus ada di Kapal

Fire hose atau selang pemadam salah satu alat paling penting dalam menjaga keselamatan di kapal. Kepatuhan terhadap persyaratan SOLAS dan pemeliharaan yang tepat memastikan kapal memiliki alat pemadam kebakaran yang memadai dan siap digunakan setiap waktu. 

Hal ini ini bertujuan untuk menjaga keselamatan jiwa, harta dan kapal itu sendiri dari ancaman kebakaran selama pelayaran.

Keselamatan adalah hal yang sangat penting dalam pelayaran, utamanya jika kita berbicara tentang ancaman kebakaran.

Organisasi Maritim Internasional (IMO) mengembangkan berbagai peraturan dan ketetapan untuk menjaga keamanan kapal beserta isinya. 

Salah satunya adalah International Convention for the Safety of Life at Sea (SOLAS), yang mengatur berbagai aspek keselamatan di laut, termasuk tindakan yang harus dilakukan dalam mencegah dan mengendalikan kebakaran di kapal.

Dalam peraturan SOLAS, ada persyaratan penting mengenai jumlah dan panjang hose yang harus ada di kapal. 

Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa kapal dilengkapi dengan peralatan pemadam yang memadai untuk menghadapi situasi kebakaran yang mungkin terjadi.

Melalui artikel ini kita akan membahas secara detail tentang jumlah dan panjang fire hose serta jenis dan ukuran yang biasanya digunakan di atas kapal, dan juga tentang pemeliharaan yang diperlukan.

Apa itu Fire Hose

jumlah dan panjang fire hose

Fire hose adalah selang pemadam kebakaran yang berfungsi untuk mengalirkan air atau zat pemadam lainnya dari sumber air ke titik api dengan menyemprotkan air ke area kebakaran. Alat Ini merupakan salah satu alat pertahanan terhadap kebakaran di berbagai lingkungan, termasuk di kapal, gedung-gedung, dan lokasi lainnya yang memerlukan perlindungan terhadap bahaya kebakaran.

Fire hose biasanya terbuat dari material berbahan karet sintetis yang tahan api dan kuat serta tahan terhadap tekanan tinggi. Memiliki panjang yang bervariasi, mulai dari lima meter hingga puluhan meter tergantung pada area penggunaannya dan kebutuhan. 

Semakin panjang maka semakin luas jangkauannya namun panjang minimalnya telah ditentukan dalam aturan yang berlaku dalam bidang industri maritim. Selang pemadam ini memiliki sambungan dan coupling pada setiap ujungnya yang terhubung dengan sumber air, seperti hydrant. 

Selain itu, pada ujungnya lainnya terdapat nozzle yang berfungsi untuk mengatur aliran air sesuai dengan kebutuhan. Nozzle ini mempermuda petugas pemadam kebakaran dalam mengatur arah tembakan air dengan tepat ke area terjadinya kebakaran.

Penggunaan hose adalah hal penting dalam penanganan kebakaran untuk mengendalikan dan memadamkan api, sebagaiamana yang digunakan oleh petugas pemadam untuk menangani berbagai jenis kebakaran, baik di darat maupun di laut.

Jumlah dan Panjang Fire Hose

Pernakah sobat berpikir bahwa apakah jumlah dan panjangnya telah ditentukan dan ditetapkan dalam sebuah aturan?, untuk menjawab pertanyaan ini maka kita harus membaca Publication Book seperti SOLAS dan FSS.

Kapal harus dilengkapi dengan selang pemadam kebakaran yang jumlah dan diameternya harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sesuai dengan SOLAS CHAPTER II-2, Regulation 9: Fire hose harus mempunyai panjang minimal 10 meter, namun tidak lebih dari 15 meter untuk yang di ruang mesin, tidak lebih dari 20 meter untuk di ruang akomodasi dan geladak terbuka, dan tidak lebih dari 25 meter di deck terbuka untuk kapal yang memiliki lebar lebih dari 30 meter.

Untuk Kapal Kargo dan Tanker

Kapal Kargo dan Kapal Tanker dengan GT 1000 ke atas, jumlah fire hose yang harus dimiliki adalah satu untuk setiap panjang kapal 30 m dan satu hose cadangan tetapi jumlah keseluruhan tidak boleh kurang dari lima.

Jumlah keseluruhan yang dimaksud tersebut tidak termasuk yang berada di kamar mesin, ruang akomodasi dan ruang-ruang yang jarang digunakan. 

Jadi artinya bahwa untuk geladak terbuka seperti  main deck, setiap 30 meter harus ada fire hose tersedia minimal satu. Semakin panjang sebuah kapal maka tentunya membutuhkan hose yang lebih banyak. 

Sedangkan untuk Kapal Kargo dan Kapal Tanker dengan GT 1000 ke bawah, jumlah fire hose yang harus dimiliki adalah satu untuk setiap panjang kapal 30 m dan satu selang cadangan tetapi jumlah keseluruhan tidak boleh kurang dari 3. 

Jadi artinya bahwa sekecil apapun kapal, tetap diwajibkan memiliki 3 buah selang di main decknya.

Untuk Kapal Penumpang

Untuk kapal penumpang atau passenger harus ada minimal satu selang kebakaran pada setiap hydrant.

Selang ini hanya dipergunakan untuk keperluan pemadaman api atau saat melakukan latihan keselamatan seperti fire drill di kapal atau ketika melakukan test emergency fire pump.

Persyaratan Fire Hose

Persyaratannya sesuai SOLAS adalah sebagai berikut:

  1. Sesuai SOLAS fire Hose harus terbuat dari bahan yang tidak mudah rusak (non-perishable) yang disetujui oleh pihak yang berwenang
  2. Panjangnya harus cukup untuk mengalirkan pancaran air ke setiap ruangan  pada tempat di mana selang mungkin diperlukan untuk digunakan
  3. Ujung selang harus dilengkapi dengan Nozzle dan Coupling
  4. Selang harus disimpan berdekatan dengan hydrant  pada posisi yang muda terlihat dan muda dijangkau
  5. Untuk jenis kapal yang membawa lebih dari 36 penumpang maka hose selalu terkonek dengan hydrant dan selalu dalam keadaan siap untuk digunakan.

Isi Fire Hose Box

isi fire hose box

Setiap kapal harus dilengkapi dengan box sebagai kotak penyimpanan hose dan peralatan lainnya yang ditempatkan secara permanen dan selalu berdekatan dengan hydrant.

Apa saja isi dari box tersebut? mungkin sering terlintas dalam pikiran sobat tentang hal pertanyaan ini, terutama bagi taruna yang belum naik kapal.

Isi fire hose box adalah sebagai berikut:

  1. Hose, selang yang selalu siap untuk digunakan ketika terjadi kebakaran. Dimana kedua ujungnya harus dilengkapi dengan coupling. Yang satu untuk dihubungkan ke hydrant dan yang satunya untuk konek ke nozzle.
  2. Nozzle, yaitu alat yang dipasang pada ujung selang yng berfungsi untuk menembakkan air ke titik api.
  3. Spanner, yaitu alat yang digunakan untuk membuka, menutup atau mengencangkan agar coupling dapat tertutup dengan sempurna.
  4. Seal Karet, yaitu karet yang digunakan pada coupling hose dan nozzle agar tidak terjadi kebocoran. Seal ini disimpan sebagai cadangan jika terjadinya kerusakan.

Jenis dan Ukuran Nozzle

jenis dan ukuran nozzle

Ukuran Diameter

Ukuran nozzle standar adalah 12 mm, 16 mm dan 19 mm atau sedekat mungkin dengan ukuran tersebut. Ukuran yang dimaksud tersebut adalah diameter. Untuk ruangan akomodasi atau ruang tertutup tidak diperlukan menggunakan nozzle yang berukuran 12 mm.

Sedangkan untuk ruang kamar mesin ukuran nosel harus dirancang sedemikian rupa dengan tujuan agar tekanan air yang keluar memiliki tekanan yang maksimum. Sekalipun pompa yang digunakan berskala kecil. Oleh karena itu, untuk ruangan kamar mesin nosel yang berukuran 19 mm tidak dipergunakan.

Untuk tidak menyeleweng dari aturan tersebut maka sebaiknya menggunakan nosel yang berukuran 12 mm. Itulah sebabnya hampir semua nozzle di kapal yang kita jumpai selalu berdiameter 12 mm.

Jenis-jenis Nozzle

Sesuai dengan ketentuan dalam SOLAS bahwa setiap nozzle yang digunakan di kapal harus memiliki dua fungsi sekaligus yaitu jet dan spray. Jenis yang biasanya digunakan di kapal adalah type nakajima karena type ini memiliki dua fungsi sekaligus. Tyipe Nakajima dapa diatur dengan cara memutar ujung nosel untuk merubah dari posisi jet ke posisi spray.

Perawatan Fire Hose, Nozzle dan Coupling

perawatan nozzle dan coupling hose

Melakukan pengecekan dan perawatan terhadap alat pemadam ini sangat penting untuk dilakukan secara rutin. 

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan perawatan antara lain:

  1. Lakukan pengetesan hose sekali setiap minggu untuk memastikan ada tidaknya kebocoran.
  2. Pastikan panjang hose sesuai dengan ukuran yang ditentukan sebagaimana yang telah dijelaskan pada paragraf di atas
  3. Cek dan periksa seal karet pastikan tidak ada kerusakan seperti robek atau terputus
  4. Lumasi coupling dengan grease agar muda dibuka dan ditutup
  5. Pastika semua peralatan dalam fire hose box lengkap seperti spanner dan alat lainnya
  6. Cek nozzle dan bersihkan dari karat secara rutin
  7. Pastikan ada spare atau selang cadangan yang tersedia di kapal
  8. Buat laporan tertuli setiap kali melakukan perawatan.

Selain melakukan perawatan rutin, perlu juga dilakukan pelatihan di atas kapal tentang bagaimana menggunakan alat pemadam ini.

Serta dimana saja letak dan posisinya di kapal. Hal ini dilakukan agar semua crew mengetahui dan familiar tentang alat-alat keselamatan kapal.

Kesimpulan

Penggunaan fire hose, nozzle dan coupling adalah bagian penting dalam penanggulangan kebakaran untuk mengendalikan dan memadamkan api. 

Sangat pemting katena alat yang digunakan oleh petugas pemadam kebakaran untuk menangani berbagai jenis kebakaran, baik di darat maupun di laut. Dalam industry maritime, keselamatan adalah segalanya.

Jumlah dan ukuran panjangnya yang tepat di kapal adalah faktor penting dalam menjaga keamanan dan keselamatan. Selain itu, pemeliharaan dan pelatihan yang baik dan tepat juga berperan penting dalam menjaga kondisi dan kebermanfaatnya alat pemadam kebakaran. 

Dengan pemahaman yang baik tentang alat pemadam kebakaran akan meyakinkan kita bahwa kapal selalu dalam keadaan yang aman sekalipun sedang berlayar di laut lepas.

Pertanyaan Umum

Apa itu Nozzle?

Nozzle atau nosel adalah alat yang dipasang pada hose yang berfungsi menembakkan air dengan tekanan yang tinggi untuk menjangkau setiap titip api.

Apa perbedan nozzle type jet dan spray?

Type jet adalah mengatur nozzle agar air yang keluar hanya aliran tunggal artinya hanya mengara pada satu titik, ini dipergunakan untuk menjangkau are yang jauh. 

Sedangkan Type spray adalah mengatur agar air yang keluar menyebar, ini dipergunakan untuk menjangkua area yang luas.

Berapa panjang selang yang digunakan di kapal?

Panjang selang tidak boleh kurang dari 10 meter, untuk ruang tertutup dan ruang akomodasi panjangnya tidak boleh lebih dari 15 meter sedangkan di ruang terbuka seperti main deck tidak boleh lebih dari 25 meter.

Kapan melakukan pengetesan selang di kapal?

Harus ditest setiap sekali seminggu bersamaan ketika melakukan test emergency fire pump dan juga ketika kita melakukan drill di atas Kapal.

Dimana selang diletakkan di kapal?

Harus ditempatkan berdekatan dengan hydrant. Namun harus melihat dan berpedoman  pada fire plan karena setiap kapal memiliki penataan fire plan berbeda-beda.

Apa itu Coupling Hose?

Coupling adalah alat penghubung antara hose dengan hose atau hose dengan nozzle. Setiap ujung selang harus dilengkapi dengan coupling yang fungsinya sebagai alat penyambung.

Yakob Taruklangi
Yakob Taruklangi Hi, I am Yakob Taruklangi, I am seafarer working onboard tanker ship as Deck Officer. I have been working since 2019. My hobby is writing and sharing experience with other specially for marine industry, shipping and life at sea.