Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Marine Loading Arm dan Fungsinya

Setiap pelabuhan kapal tanker dan gas harus dilengkapi dengan Marine loading arm sebagai alat penghubung antara kapal dengan pipa terminal. Terutama untuk jenis kapal LPG dan LNG dalam penanganan bongkar muat.

Awalnya proses bongkar muat di suatu terminal hanya menggunakan cargo hose, namun seiring dengan berkembangnya teknologi maka ditemukanlah loading arm sebagai alat bongkar muat yang lebih aman dan lebih efesien.

Melalui artikel ini saya akan membahas tentang marine loading arm mulai dari pengertian, fungsi, konstruksi, dan kelebihannya dalam industri perkapalan.

Pengertian Loading Arm

merine loading arm

Loading Arm adalah alat yang digunakan sebagai penghubung antara manifold kapal dengan pipa terminal pada saat melakukan transfer muatan jenis gas dan cair dengan tekanan yang besar. Alat ini salah satu peralatan penting industri perkapalan seperti LNG, LPG, dan oil tanker. Lokasinya terletak di jeti atau terminal tempat kapal berlabuh yang khusus dibangun oleh pabrik minyak.

Dalam melakukan transfer minyak dari darat ke kapal atau sebaliknya dengan tekanan yang besar akan menimbulkan kemungkinan terjadinya kebocoran pada sambungan pipa kapal dengan pipa terminal (darat), maka dengan hadirnya alat ini akan memberikan level keamanan yang lebih tinggi dan efektive. 

Jika dibandingkan dengan hose yang biasa digunakan pada saman dahulu, loading arm jauh lebih baik dan sefaty dalam hal mencegah terjadinya kebocoran. 

Penggunaan hose sebagai alat penghubung antara kapal dan terminal dianggap safety dengan alasan bahwa lebih fleksibel dan leluasa bergerak mengikuti arah goyangan kapal. Namun, pada kenyataanya Loading arm juga telah dirancang sedemikian rupa untuk dapat bergerak mengikuti pergerakan kapal akibat angin atau gelombang air laut.

Untuk memahaminya mari kita lihat apa yang menjadi kelebihan dan kelemahan marine loading arm.

Kelebihan:

  1. Lebih aman dan lebih safety terhadap kebocoran (Leaking)
  2. Dapat digunakan pada tekanan yang besar (High pressure)
  3. Pemasangannya dan pengoperasiannya lebih mudah dan cepat
  4. Dapat dikontrol dengan menggunakan hydrolik
  5. Dapat menyesuaikan pergerakan arah kapal 
  6. Memiliki safety valve (auto)
  7. Dapat memberikan alarm sebagai tanda adanya indikasi darurat misalnya terjadi kemiringan yang besar
  8. Tidak perlu diangkat secara manual 
  9. Penggunaanya dalam jangka waktu yang lama
  10. Memiliki sistem monitoring sehingga memungkinkan dilakukan pengawasan dari jarak tertentu.

Adapun beberapa kelemahanya seperti harganya mahal, terpasang secara permanen dan perawatannya membutuhkan tenaga besar dan waktu yang lama.

Fungsi Loading Arm

Fungsinya antara lain:

  1. Loading arm berfungsi sebagai alat transfer muatan cair dan gas dari darat ke kapal atau dari kapal ke darat
  2. Sebagai alat penghubung yang dapat digunakan pada tekanan yang tinggi tanpa kwatir terjadinya kebocoran
  3. Mempercepat pemasangan dan pembongkaran dengan bantuan quick coupler
  4. Meringankan pekerjaan manusia secara khusus surveyor terminal.

Dari penjelasan ini maka terbukti bahwa alat ini memang jauh lebih baik digunakan sebagai alat transfer dalam bongkar muat kapal secara khusus untuk muatan cair dan gas.

Jenis-Jenis Marine Loading Arm

1. Fully Balanced Marine Arm (FBMA)

fully balanced marine arm

Disebut sebagai Fully Balanced Marine Arm karena sepenuhnya seimbang pada semua posisi, memiliki desain yang sederhana dan simple serta menggunakan dua bagian penyeimbang yaitu penyeimbang utama (Main counterweight) dan penyeimbang ke-dua (Sub Conterweight)

Kedua counterweight akan bekerja untuk memastikan keseimbangan penuh dalam semua posisi, Main counterweight terpasang pada lengan bagian dalam dan sub counterweight terpasang pada lengan bagian luar.

Jenis ini dapat dioperasikan cukup dengan beberapa crew saja serta cara perawatannya juga cukup mudah dan sederhana. Itulah sebabnya jenis ini banyak digunakan oleh pelabuhan-pelabuhan kapal tanker. 

Ukuran koneksinya pada manifold adalah 3 incih hingga 12 incih dan lebih banyak digunakan pada kapal-kapal dengan ukuran DWT di bawah 10.000 Ton.

2. Double Counterweighted Marine Arm

Double Counterweighted Marine Arm (DCMA) merupakan jenis yang menggunakan dua penimbang tetap untuk memastikan keseimbangan penuh dalam setiap posisi. Counterweight secara terpisah bertujuan untuk menyeimbangkan bagian dalam dan bagian luar pada lengan. Alat ini hanya memerlukan area yang kecil untuk pergerakannya pada bagian belakang lengan pengisian.

Jenis Marine Arm ini banyak digunakan untuk bongkar muat kapal tanker yang sangat besar dengan jangkauan DWT di bawah 500.000 T. Dan memiliki ukuran koneksi ke manifold 6 inci hingga 24.

3. Rotary Counterweight Marine Arm

rcma

Rotary Counterweight Marine Arm (RCMA) merupakan jenis yang sepenuhnya seimbang dalam semua posisi. Ini efektif digunakan pada kapal tanker yang berukuran sedang sampai besar. Dan banyak digunakan pada sebagaian besar terminal dan pelabuhan.

Jenis ini memerlukan ruang pergerakan yang cukup luas dibandingankan dengan jenis lainnya namun memiliki keseimbangan yang jauh lebih baik serta memiliki bobot berat yang lebih kecil.

Bagian-bagian Loading Arm

Bagian-bagian pada konstruksi Marine loading arm antara lain:

  • Emergency release system
  • Radio Control System
  • Hydraulic Quick Coupler
  • Manual Quick Coupler
  • Elbow
  • Position Monitoring System (PMS)
  • Riser
  • Inboard Arm
  • Outboard Arm
Untuk memahaminya berikut pembahasan lengkapnya

Emergency Release System (ERS)

Emergency Release System adalah sistem yang memutuskan sambungan antara lengan pengisian dan manifold kapal tanker hanya dengan hitungan detik untuk mencega terjadinya kebocoran dalam situasi darurat.

Terjadinya keadaan darurat tersebut disebabkan oleh adanya pergerakan cepat yang tiba- tiba pada kapal yang mungkin diakibatkan angin kencang, ombak yang besar dan gempa bumi. Sistem ERS ini dihubungkan dengan control unit melalui kabel/hydrolik sehingga dapat bekerja secara otomatis dalam meningkatkan keamanan proses bongkar muat.

Radio Control System

Radio Control System adalah alat yang dugunakan untuk menggerakan dan mengoperasikan loading arm. Alat ini dirancang untuk pengoperasian yang aman, terjamin, dan mudah. Radio Control yang simpel dan ringan ini hanya dioperasikan cukup dengan 1 orang saja tetapi tetap memberikan keamanan dan jaminan keselamatan.

Hydraulic Quick Coupler (H-QCDC)

Coupler Hydrolic adalah bagian yang dipasang pada ujung loading arm yang berfungsi agar pemasangan dan pembongkaran menjadi cepat dan aman yang dikontrol melalui radio control system. Jadi, Hydraulic quick coupler (HQCDC) dipasang pada loading arm untuk mempercepat operasi pemasangan dan pembongkaran.

Manual Quick Coupler

Manual quick coupler Kopler adalah jenis coupler yang dipasang secara manual namun hanya dengan memutar clamps menggunakan kunci. Meskipun pemasangan ini secara manual namun tidak memerlukan waktu yang lama dan tidak memerlukan pemasangan gasket dan pemasangan baut pada manifold.

Elbow

Elbow merupakan bagian ujung dari lengan pengisian yang memiliki Double Ball Valve (valve atas dan valve bawah). Ketika terjadi situasi darurat seperti kebakaran, angin kencang, gelombang besar, atau putusnya tali mooring kapal maka solenoid akan mengaktifkan piston QCDC (Quick Connect Disconnect Coupler) yang dapat menutup valve atas  secara otomatis.

Position Monitoring System (PMS)

Position monitoring system adalah layar yang menggambarkan posisi koneksi loading arm dengan posisi kapal, ini memberikan petunjuk apabilah kapal tiba-tiba mengalami perubahan posisi yang signifikan. Perubahan posisi kapal yang besar dapat berakibat vatal sehingga diperlukan pengawasan melalui layar monitor yang disebut position monitoring.

Base Riser

Base riser adalah komponen yang berfungsi sebagai penyangga tempat lengan ditempatkan. Bagian ini berfungsi mengalirkan muatan (cair atau gas) dari darat ke kapal. Pada bagian atas riser terdapat swivel joint (style 50) yang mendukung pergerakan lengan bagian dalam ke arah depan dan belakang, serta gerak swing ke kiri dan ke kanan.

Inboard Arm

Inboar Arm Berfungsi untuk mengalirkan muatan antara Riser dan outboard arm yang diantaranya terdapat sambungan swivel dengan jenis "style 40" yang mendukung pergerakan ke arah bawah dan atas.

Outboard Arm

Berfungsi untuk mengalirkan muatan antara inboard arm dan elbow. Di bagian antara outboard arm dan elbow terdapat sambungan swivel dengan jenis "style 80", sehingga elbow dapat bergerak bebas secara manual agar lengan tidak terkunci pada manifold kapal.

Harga Jual Loading Arm

Melihat dari fungsinya yang sangat penting serta aman digunakan dalam dunia perkapalan dan konstruksi maka tentu harga jual loading arm cukup besar. 

Dilansir dari toko online harga jual marine loading arm berkisar antara US$ 30000 s.d US$ 200000, atau setara dengan 30 juta rupiah s.d 200 juta rupiah. Memang cukup mahal tetapi juga sebanding dengan kualitas dan fungsinya dalam dunia maritim.

Kesimpulan

Demi keselematan dan keamanan dalam pengoperasian muatan secara khusus jenis kapal tanker, LPG dan LNG maka kehadiran dan penggunaan marine loading arm ini sangat penting. Selain karena memiliki system keamanan yang tinggi juga membantu proses pekerjaan manusia menjadi ringan.

Tentu dalam dunia maritim keselamatan adalah hal yang sangat utama demi melindungi aset berharga seperti manusia sebagai pekerja serta harta benda yang menyimpan saham yang besar. 

Sebagai pelaut yang ingin berkarir di kapal tanker pembahasan ini sangat penting untuk dipahami karena akan menjadi perhatiaan ketika melakukan bongkar muat di kapal secara khusus bagi deck officer.

Demikianlah informasi dan pengetahuan yang dapat saya bagikan dalam artikel ini, semoga menambah wawasan bagi setiap pembaca dan pengunjung web site Karya Pelaut, Terima Kasih dan Salam Pelaut.

Yakob Taruklangi
Yakob Taruklangi Hi, I am Yakob Taruklangi, I am seafarer working onboard tanker ship as Deck Officer. I have been working since 2019. My hobby is writing and sharing experience with other specially for marine industry, shipping and life at sea.