Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kapal Tugboat: Pengertian, Jenis, Fungsi, Konstruksi dan Bangunannya

Tugboat atau kapal tunda memiliki peran penting dalam industri pelayaran, meskipun ukurannya kecil tetapi memiliki kekuatan yang besar untuk mendorong atau menarik kapal yang berukuran besar. Bukan hanya dirancang sebagai kapal towing namun juga sebagai alat bantu dalam segala bidang seperti memasuki pelabuhan, sungai bahkan laut lepas sekalipun.

Untuk mencapai tujuan dalam pengoperasian maritim, tugboat dirancang dengan berbagai macam jenis dan spesifikasi yang berbeda-beda untuk dipergunakan berdasarkan kebutuhan dan kemampuannya. Melalui artikel ini saya akan memberikan penjelasan secara detail dan lengkap mengenai kapal tugboat.

kapal tugboat
Kapal tugboat

Pengertian Kapal Tugboat dan Sejarahnya

Kapal tugboat adalah jenis kapal yang dibuat secara khusus untuk menarik, mendorong, atau membantu kapal besar masuk dan keluar dari pelabuhan, sungai, atau perairan lainnya. Tugboat memiliki ukuran yang kecil dibandingkan kapal cargo karena kapal ini tidak memiliki ruang muatan kecuali ruang untuk bahan bakar dan air tawar. 

Memiliki mesin yang kuat dengan propeller yang didesain secara khusus untuk menghasilkan kekuatan dan gaya tarik yang besar. Dengan kekuatan Horsepower mesin yang besar  tugboat mampu menahan beban dan bobot kapal besar seperti kapal tanker dan kapal penumpang. 

Selain kekuatan mesin, kelebihan lainnya adalah bentuk konstruksinya kecil akan memberikan kelincahan dalam melakukan olah gerak serta memiliki draft yang rendah dan aman digunakan dalam perairan yang dangkal.

Kehadiran kapal tugboat dalam industri maritim sangatlah membantu, mengingat pada zaman dahulu orang-orang hanya menggunakan kekuatan otot. Tetapi seiring berjalannya waktu teknologi semakin canggih sehingga inovasi baru pun mulai bermunculan terhadap bangunan dan konstruksi kapal laut.

Jika kita menoleh kebelakang dan mengingat sejarah, bahwa pada tahun 1736 pertama kalinya sebuah kapal kecil diperkenalkan oleh Jonatan Hulls, dengan menggunakan mesin uap. Dan pada tahun 1802 John Fitch membangun kapal tugboat untuk pertama kalinya yang mulai dioperasikan di Delaware. 

Teknologi terus berkembang hingga sekitar abad ke-19 mesin uap digantikan oleh mesin diesel yang dinilai lebih efisien. Kemudian pada abad ke-20 mulailah konstruksi dan desain kapal tugboat dimodifikasi dan difungsikan sesuai dengan kebutuhan dalam industri maritim. 

Hingga sampai pada zaman sekarang ini setiap pelabuhan baik pelabuhan kecil maupun pelabuhan besar sudah diwajibkan menyediakan kapal tugboat untuk membantu kapal-kapal besar sandar di dermaga. Pembuatannya pun semakin meningkat pada beberapa tahun terakhir karena diperuntukan sebagai alat transportasi di daera sungai seperti menarik tongkang batu bara dan muatan CPO.

Fungsi Kapal Tug Boat

1. Membantu Kapal Besar Melakukan Olah Gerak

Kapal yang memiliki ukuran dan draft besar akan mengalami kesulitan dalam melakukan olah gerak pada area terbatas seperti pelabuhan. Terutama untuk jenis kapal yang terkungkung oleh saratnya atau tidak dapat diolah gerak. Dalam situasi seperti ini diperlukan sebuah kapal yang lincah berolah gerak dan memiliki power yang besar untuk menjamin keselamatan kapal besar dan terhindar dari tabrakan. Oleh karena itu, dengan kehadiran kapal tugboat maka semua kendala tersebut dapat teratasi dengan baik. Kapal besar biasanya membutuhkan 3 sampai 4 kapal tugboat untuk melakukan olah gerak. 

2. Membantu Operasi Berthing dan Unberthing

Ini merupakan tindakan wajib yang harus dilakukan dimana hampir semua pelabuhan sekarang mewajibkan kapal-kapal yang akan berlabuh di dermaga untuk menggunakan tugboat. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya tubrukan kapal dengan dermaga. Terutama untuk pelabuhan yang berada pada perairan dengan  arus dan angin yang kuat. Penggunaan jumlah tug yang dibutuhkan tergantung pada ukuran kapal serta rekomendasi dari port authority. Kapal dengan panjang 50 meter sampai 120 meter biasanya hanya menggunakan 2 tugboat, satu di bagian Haluan dan satu bagian buritan.

3. Untuk Menarik Tongkang Batu Bara

Ini salah satu fungsi penting dari tugboat yakni sebagai alat towing. Towing tug artinya kapal yang menarik sebuah kapal lain untuk dibawa ke tempat tujuan. Biasanya yang ditarik adalah jenis tongkang yang memuat batu bara, kayu serta CPO. Kapal-kapal tongkang dipergunakan untuk perairan yang melalui sungai yang tidak dapat dijangkau oleh kapal lain karena keterbatasan draft. Membawa kapal di perairan sungai memiliki tantangan tersendiri karena arus yang sangat kuat. 

4. Sebagai Kapal Tunda

Fungsi lainnya adalah menunda dan mendorong. Selain sebagai alat untuk mendorong juga difungsikan untuk menunda terutama ketika menggandeng tongkang di area pelayaran yang ramai atau ketika memasuki alur pelayaran sempit. Dengan adanya bantuan kapal tugboat maka akan lebih menjamin keselamatan dalam pelayaran. 

5. Sebagai Kapal Pemadam Kebakaran

Setiap pekerjaan selalu ada resiko yang menghantui. Sama halnya dengan pekerjaan di laut terutama di bidang offshore dan platform yang bekerja dalam pengeboran minyak. Salah satu resiko yang harus diwaspadai adalah kebakaran, maka dengan itu harus ada kapal tugboat yang siap siaga untuk bergerak apabila terjadi kebakaran. 

6. Membantu Kapal yang Terkendala

Kapal yang mengalami kerusakan mesin membutuhkan bantuan untuk kembali ke jalur yang aman. Ketika mesin tidak berfungsi sehingga kapal tidak dapat bergerak maka sangat dibutuhkan kapal yang memiliki kekuatan daya tarik yang besar. Dalam hal lainnya jika ada kapal kandas sehingga tidak bisa bergerak lagi maka tugboat dapat menarik atau mendorong kapal tersebut ke tempat yang aman dan menariknya ke pelabuhan untuk perbaikan.

Jenis-jenis Kapal Tugboat

1. Harbour Tug

Jenis tugboat ini beroperasi hanya di pelabuhan. Memiliki ukuran tidak begitu besar dan pekerjaan utamanya adalah membantu kapal yang ingin sandar ke dermaga dan keluar dari pelabuhan. Dermaga merupakan sebuah terminal yang ditempati kapal berlabuh untuk melakukan proses bongkar muat atau tempat naik turunnya penumpang.

Kapal besar tentu memiliki keterbatasan untuk bergerak terutama di pelabuhan yang padat membuatnya sulit untuk berputar atau berbelok. Selain itu, juga dengan pengaruh arus dan ombak yang kuat. 

Disinilah peran penting kapal tugboat untuk menarik atau mendorong kapal agar dapat merapat ke dermaga dengan sempurna. Perlu diingat bahwa dalam pengoperasian seperti ini harus memiliki sistem komunikasi yang baik agar dapat melakukan manuver yang tepat dan aman.

2. Fire Tug

Kebakaran di laut adalah salah satu bahaya yang dapat mengancam nyawa dan harta benda di kapal. Kebakaran dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti korsleting listrik, tabrakan dan sejenisnya. Hal seperti ini menimbulkan ledakan yang dapat merusak kapal, mengganggu navigasi, atau menyebabkan kecelakaan lainnya.

Fire Tug adalah kapal tugboat yang dilengkapi dengan peralatan khusus untuk memadamkan kebakaran di laut. Peralatan tersebut meliputi pompa air, selang, nozzle, dan foam monitor dan semua jenis FFA. Fire Tug dapat menyemprotkan air atau foam ke area yang terbakar, untuk mengisolasi dan memadamkan api. Selain itu tugboat digunakan juga untuk membantu evakuasi dan memberi pertolongan pertama bagi korban kebakaran.

3. River Tug

River Tug  adalah kapal tugboat yang berlayar di perairan sungai dan memiliki ciri khas tersendiri seperti bentuk lambung datar dan persegi. River tug jarang digunakan di laut lepas karena dianggap tidak cukup untuk menghadapi gelombang yang dapat menyebabkan kapal terbalik atau tenggelam.

River tug berfungsi untuk menarik tongkang yang mengangkut barang seperti batu bara, kayu, dan muatan lainnya untuk melewati perairan yang dangkal. 

Sungai memiliki kedalaman yang bervariasi. Oleh karena itu, kapal harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan kondisi tersebut. 

Sekalipun hanya beroperasi di sekitar sungai tetapi tugboat juga harus memiliki sistem navigasi yang baik, mengingat alur sungai memiliki banyak tikungan yang perlu diwaspadai. Beberapa pekerjaan lainnya yang dapat dilakukan dengan bantuan river tug adalah membantu penyelamatan dan evakuasi di perairan sungai.

4. Ocean Tug

Jenis tugboat ini didesain untuk berlayar di laut lepas pada perairan yang jauh dari pelabuhan serta memiliki ukuran yang sedikit lebih besar dan kuat dari pada harbour tug. Selain memiliki Horsepower mesin induk yang tinggi, ocean tug juga memiliki bull bows pada haluan yang berfungsi sebagai pemecah ombak. 

Ombak atau Gelombang menjadi fenomena alam yang terjadi akibat angin, pasang surut, atau gempa bumi. Ombak dapat membahayakan kapal yang tidak memiliki desain yang sesuai. Itulah sebabnya ocean tug dirancang sedemikian rupa untuk menghadapi ombak dan gelombang. 

Selain itu, ocean tug memiliki konstruksi dan bentuk lambung yang lebih panjang dan lebar sehingga memiliki stabilitas yang lebih baik.

5. Towing Tug

Merupakan jenis tugboat yang dilengkapi dengan perlengkapan tali yang digunakan untuk menarik tongkang yang berisi muatan. Alat tersebut didesain untuk menggulung tali sehingga dapat digunakan untuk mengontrol panjang tali towing yang dibutuhkan sesuai dengan persyaratan keamanannya. 

Panjang tali towing harus disesuaikan dengan keadaan perairan dan jenis cuaca yang dihadapi. Apabila kapal memasuki alur maka tali towing harus pendek dan ketika di laut lepas harus panjang. 

Ada beberapa jenis tongkang yang sering ditarik oleh kapal diantaranya:

  • Tarik tongkang Batu Bara
  • Tarik muatan Kayu
  • Tarik tongkang CPO

6. Ice Breaker Tug

Ice breaker tug atau pemecah es adalah jenis tug yang beroperasi di daerah dingin yang perairannya sering membeku pada saat musim dingin. Tug ini didesain dengan bentuk haluan yang tajam dan kuat agar mampu memecahkan es sebelum dilalui oleh kapal niaga. 

Selain haluannya yang diperkuat mesin induknya juga berkekuatan tinggi dengan tujuan agar mampu melawan kekuatan air yang membeku. Tetapi jenis tug ini hampir tidak perna ditemukan di perairan indonesia.

Es yang menghalangi alur pelayaran memang harus dipecahkan terlebih dahulu sebelum dilalui karena kekuatan dan kekokohan es dapat merusak plat kapal dan membuat kapal bergerak dengan kecepatan yang sangat lambat.

Konstruksi dan Bangunan Kapal Tugboat

Dimensi kapal tugboat bervariasi,  biasanya memiliki panjang sekitar 20-50 meter, lebar 5-9 meter, dan draft 4-6 meter. Tipe yang beroperasi di laut lepas biasanya memiliki ukuran yang lebih besar daripada yang beroperasi di pelabuhan.

Berikut adalah beberapa komponen utama pada konstruksi kapal tugboat:

  1. Lambung, merupakan bagian yang paling penting, karena berfungsi untuk melindungi tugboat dari kerusakan. 
  2. Mesin Induk, berfungsi untuk menggerakkan kapal yang memiliki Horsepower yang besar karena dirancang untuk menghasilkan gaya dorong
  3. Propeller, merupakan baling-baling yang berfungsi untuk mendorong kapal. Baling-baling dapat berputar ke arah mana saja sehingga memudahkan dalam melakukan manuver.
  4. Peralatan penarik seperti windlass untuk menarik tali yang digunakan sebagai tali towing pada tugboat
  5. Jangkar, berfungsi untuk menahan kapal di tempatnya ketika ingin berhenti dan mengapung di permukaan air
  6. Peralatan pemadam kebakaran, berfungsi untuk memadamkan kebakaran seperti pompa air dan peralatan pemadam kebakaran lainnya yang termasuk dalam kategori FFA
  7. Fender, merupakan karet tebal yang terdapat pada bagian haluan dan sekeliling lambung kapal tugboat tujuannya untuk melindungi plat kapal saat bersentuhan dengan kapal lain tanpa terjadinya kerusakan akibat adanya gesekan. 
  8. Bollard, ini merupakan bagian penting pada kapal tugboat karena menentukan kekuatan dan ketahanan dalam menahan beban yang diberikan. Setiap bollar harus diketahui SWL-nya untuk mencegah terjadinya over power. SWL adalah safe weight load yang dinyatakan dalam ton sebagai petunjuk berapa ton kapasitas dan kekuatan yang dapat ditahan suatu bolder. 

Dimensi dan konstruksi kapal tugboat dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan operasionalnya. Dimensi dan konstruksi yang tepat akan mampu beroperasi dengan aman dan efisien.

Isyarat Lampu Navigasi Kapal Tugboat

Setiap kapal yang berlayar wajib memperlihatkan lampu navigasi sebagai syarat bagi kapal dalam melakukan navigasi. Pada kapal tugboat ada 2 jenis isyarat lampu yang harus dipahami dan dikuasai oleh perwira jaganya.

Sebagaimana yang dijelaskan dalam P2TL Aturan 24 Menunda dan Mendorong, bahwa kapal tenaga yang sedang menunda harus memperlihatkan lampu-lampu sebagai berikut:

  1. Lampu tiang depan, lampu lambung dan lampu buritan
  2. Lampu Tunda adalah lampu penerangan yang berwarna kuning yang memiliki sektor lampu 135 derajat (sama dengan lampu buritan). Kapal dengan panjang 50 meter harus memiliki lampu tunda dengan jarak pandang 3 mil sedangkan kapal dengan panjang kurang dari 20 meter adalah 2 mil.
  3. Apabila panjang tundaan (diukur dari buritan kapal yang sedang menunda sampai keujung belakang tundaan) kurang dari 200 meter maka harus memperlihatkan 2 lampu tunda bersusun tegak lurus atau vertikal.
  4. Apabila panjang tundaan (diukur dari buritan kapal yang sedang menunda sampai keujung belakang tundaan) lebih dari 200 meter maka harus memperlihatkan 3 lampu tunda bersusun tegak lurus atau vertikal.
  5. Pada siang hari, jika panjang tundaan lebih dari 200 meter maka kapal yang sedang menunda dan ditunda harus memperlihatkan sosok benda berupa 1 belah ketupat di tempat yang dapat terlihat dari segala arah.

Pada aturan P2TL aturan 24 bagian (h), juga dijelaskan bahwa apabila karena suatu sebab yang cukup beralasan sehingga kapal yang ditunda tidak dapat memberikan isyarat lampu dan penerangan yang telah ditentukan, maka harus melakukan upaya-upaya yang dapat menunjukkan bahwa adanya kapal yang sedang ditunda. 

Jika kita membaca aturan kadang agak sulit untuk dipahami, oleh karena itu saya akan menjelaskannya dengan cara yang lebih simpel. 

Arti dari pada bagian (h) adalah apabila kapal yang ditunda mungkin mengalami kerusakan seperti blackout sehingga tidak ada arus listrik, maka kita harus tetap mengupayakan cara lain untuk memberikan sinyal pada kapal lain bahwa disitu ada kapal. Misalnya menggunakan cahaya lain seperti torch light (senter) atau cahaya lainnya yang bisa menghasilkan penerangan.

Besaran Gaji di Kapal Tugboat

Bekerja sebagai pelaut tentu memiliki tantangan dan keuntungan tersendiri. Salah satu keuntungan yang menarik adalah gaji yang ditawarkan. Gaji pelaut di kapal tugboat dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor, seperti posisi atau pangkat, lamanya pengalaman kerja,dan jenis perusahaan. Berikut beberapa referensinya.

Posisi adalah jabatan yang dimiliki oleh ABK. Secara umum terdapat dua bagian yaitu dek dan bagian mesin. Bagian dek bertanggung jawab atas navigasi, manuver, dan perawatan konstruksi dan bangunan. Bagian mesin adalah bagian yang bertanggung jawab atas operasi, perawatan, dan perbaikan mesin.

Berikut adalah beberapa pendapatan dan gaji rata-rata di kapal tugboat berdasarkan posisi dan pangkat (per bulan):

  • Kapten: Rp 10.000.000 - Rp 15.000.000
  • Mualim: Rp 5.000.000 - Rp 10.000.000
  • AB (Able Seaman): Rp 3.000.000 - Rp 5.000.000
  • KKM (Kepala Kamar Mesin): Rp 10.000.000 - Rp 15.000.000
  • Masinis: Rp 5.000.000 - Rp 10.000.000
  • Oiler: Rp 3.000.000 - Rp 5.000.000
  • Koki: Rp 4.000.000 - Rp 7.000.000

Pengalaman adalah salah satu faktor yang mempengaruhi gaji pelaut di kapal tugboat. Pengalaman menunjukkan seberapa lama dan seberapa aktif pelaut bekerja. Pengalaman juga menunjukkan skil dan keterampilan serta pengetahuan yang dimiliki seseorang.  Oleh karena itu semakin lama pengalaman maka semakin tinggi pula gaji yang dapat diperolehnya.

Perbedaan gaji juga biasanya ditentukan oleh jenis perusahaan kapal tugboat. Perusahaan menunjukkan entitas yang mengoperasikan, mengelola, dan membayar gaji para pekerja. Semakin besar perusahaan maka gaji yang ditawarkan juga semakin tinggi. 

Setelah saya bandingkan perusahaan asing dengan perusahaan dalam negeri maka jelas bahwa terdapat perbedaan yang cukup signifikan. Perbedaannya berada pada kisaran Rp. 5.000.000,00 sampai Rp. 10.000.000,00. Namun, semua itu tergantung pada rezeki dan jalan setiap orang. Saya mengingat satu pepatah yang mengatakan “Percayalah, Rezeki tidak akan tertukar” jadi untuk rekan pelaut tetap semangat dan terus menikmati kehidupan dalam menjelajahi lautan.

Demikianlah pembahasan mengenai kapal tugboat yang saya tulis ini, cukup panjang dan mungkin membosankan untuk dibaca. Namun, menulis adalah salah satu cara saya untuk menghabiskan hari-hari di atas kapal sambil menantikan masa kontrak selesai. Terima kasih dan Salam Pelaut.

Yakob Taruklangi
Yakob Taruklangi Hi, I am Yakob Taruklangi, I am seafarer working onboard tanker ship as Deck Officer. I have been working since 2019. My hobby is writing and sharing experience with other specially for marine industry, shipping and life at sea.