Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Istilah-istilah Dalam Penanganan Muatan Kapal

Dalam penanganan muatan di atas kapal ada beberapa istilah yang penting untuk diketahui oleh setiap pekerja dan kru kapal. Pemahaman istilah tersebut dengan baik akan mempengaruhi hasil kinerja bahkan kesalahan yang fatal pun dapat terjadi.

istilah dalam penanganan muatan kapal

Istilah yang Berhubungan dengan Daya Angkut Kapal

• Light Ship atau disebut juga kapal kosong yaitu kapal tanpa muatan tetapi dengan inventaris tetap.

• Light Displacement adalah berat benaman atau sarat kapal kosong.

• Full Loaded Displacement adalah berat benaman kapal dengan muatan pada sarat maksimum.

• Deadweight Tonnage (DWT) adalah jumlah beban/bobot yang dapat diangkut kapal sejak kapal kosong hingga mencapai sarat maksimum yang diijinkan.

• Light Load Line (L.L.L) adalah garis air kapal kosong.

• Deep Load Line (D.L.L) adalah garis air sarat maksimum.

• Hold Capacity adalah kemampuan/kapasitas ruang kapal dalam menerima muatan.

• Ton Per Inch Immersion (TPI) adalah jumlah bobot yang dapat digunakan untuk merubah sarat kapal sebesar 1 inch. (TPC = per cm).

• Operating Load adalah bahan bakar (fuel oil) + air tawar (fresh water) + store (perbekalan).

• Safety Working Load adalah batas keamanan/batas kemampuan muata suatu peralatan muat/bongkar.

• Deadweight Scale (skala bobot mati) atau disebut juga skala bobot mati kapal adalah sebuah skala yang menunjukkan besaran nilai: DWT, displacement, TPI/TPC, MTT/MTC pada sarat rata-rata. DWT = Cargo + inventaris lepas

• Bale Capacity adalah volume ruang palka dihitung dari floor sampai sisi bawah deck beam dan antara kedua sisi dalam gading-gading.

• Grain Capacity adalah volume ruang palka dihitung dari floor sampai pertengahan deck beam dan antara pertengahan gading-gading (frame).

• Oil / Bulk Capacity adalah volume ruang palka dihitung dari floor sampai sisi atas deck beam dan antara kedua sisi kulit kapal.

• Hold Capacity untuk setiap ruang palka, tangki-tangki dan ruang muat lainnya terdapat di dalam Capacity Plan kapal, dinyatakan dalam kaki kubik (Cubic Feet = Cft) atau meter kubik (Cubic Metres = Cbm).

Untuk memperhitungkan jumlah muatan yang dapat dimuat suatu palka, digunakan data ini dihubungkan dengan Stowage Factor muatan dan Broken Stowage yang terjadi.

Istilah yang Berhubungan dengan Muatan

• Optional Cargo adalah muatan yang memiliki lebih dari satu pelabuhan bongkar.

• Delicate Cargo adalah muatan yang peka terhadap bau-bauan.

• Filler Cargo adalah muatan dapat dipakai mengisi kekosongan di antara muatan lain.

• Heavy Lift Cargo adalah muatan berat, yaitu muatan yang beratnya melebihi kemampuan daya angkat boom kapal.

• Odorous Cargo adalah muatan yang mengeluarkan bau dan dapat merusak muatan lain karena baunya.

• Longlength Cargo adalah muatan yang panjangnya melebihi daripada panjang mulut palka (hatch coaming).

• Refrigerated Cargo adalah muatan dingin, muatan yang memerlukan temperatur suhu tertentu agar tidak rusak.

• Transhipment Cargo adalah muatan yang dipindahkan ke kapal lain.

• Dangerous Cargo adalah muatan berbahaya, muatan yang sifatnya membahayakan kapal, beserta crew.

• Ad valorem cargo (Valuables Cargoes) adalah muatan yang berharga yang memiliki nilai tinggi.

• Back Freight adalah pembayaran kembali kepada kapal, karena kapal membawa kembali muatan ke pelabuhan asalnya.

• Dead Freight adalah uang yang harus dibayarkan kepada kapal, karena satu pihak tidak menepati janji untuk memuati kapal dengan penuh.

• Surcharge adalah uang tambahan dari freight rate oleh karena ukuran/berat muatan melebihi ukuran yang ditentukan.

• Constructive Total Loss adalah kapal atau muatan yang rusak di mana untuk menyelamatkan/memperbaiki akan melebihi nilai harga muatan/kapal tersebut.

• Deadweight Factor adalah perbandingan antara isi ruang muatan dan daya angkut muatan kapal tersebut.

• Demurrage adalah uang yang harus dibayarkan oleh penycharter karena muat bongkar melebihi laydays yang tercantum di dalam charter party (lawanannya Despatch).

• General Average adalah perbandingan pengorbanan dari semua yang berkepentingan sesuai dengan nilai dari barang yang dimilikinya, pada waktu sejumlah barang muatan dikorbankan untuk menyelamatkan kapal dan muatan lainnya dari suatu bahaya.

• Cargo Exception Report (Laporan Penerimaan Kerusakan Barang) adalah laporan mengenai kerusakan jenis muatan atau barang saat dimuat, jadi muatan tersebut sudah rusak sebelum dimuat di kapal. Laporan ini hanya dibuat atau dicatat dalam Resi Mualim dan berguna untuk pembuatan konosemen.

• Indispute adalah suatu keadaan di mana terjadi perbedaan jumlah muatan antara keadaan sebenarnya dan data di dalam dokumen.

• Revenue Ton adalah suatu ukuran untuk menentukan uang tambang (freight), pertimbangan antara berat dan volume barang.

• Measurement Ton adalah suatu ukuran muatan yang perhitungannya 1 measurement ton sama dengan 40 cft atau 1,114 cbm.

• Manko adalah selisih antara berat muatan yang dimuat dan dibongkar.

• Flenzen adalah muatan yang datangnya terlambat pada saat kapal akan berangkat, sehingga belum ditempatkan di palka dengan baik (temporary stowage).

• Over Carriage Cargo adalah keadaan di mana suatu muatan terbawa melewati pelabuhan bongkarnya, karena kelalaian dalam membongkar.

• Over Stowage Cargo adalah keadaan di mana suatu muatan akan dibongkar berada di bagian bawah dari muatan pelabuhan berikutnya.

• Long Hatch adalah keterlambatan muat bongkar, karena terlambat di salah satu palka.

• Short Landed Cargo adalah jumlah muatan yang dibongkar kurang dari yang sebenarnya disebut “Shortlanded Indispute”, lawannya Overlanded.

• Claim adalah tuntutan ganti rugi yang diajukan oleh penerima barang, karena barangnya rusak atau kurang.

• Tracer adalah pengusutan terhadap muatan-muatan yang rusak atau hilang/kurang, dengan cara menghubungi kapal dan pelabuhan-pelabuhan lain yang disinggahi.

• Cargo Out Turn Report adalah laporan hasil kegiatan muat bongkar barang di pelabuhan.

• Full and Down adalah suatu keadaan di mana kapal dimuati hingga seluruh ruang muat penuh dan mencapai sarat maksimum yang diijinkan.

• Stowage Factor adalah jumlah ruangan dalam cft atau cbm yang digunakan untuk memuat muatan seberat 1 ton.

• Capacity Plan adalah bagian kapal yang berisi data-data tentang kapasitas ruang muat, daya angkut, ukuran palka dan tangki, deadweight scale, freeboard, letak titik berat palka/tangki, dan lain-lain.

• Deck Load Capacity adalah kemampuan sebuah geladak untuk menahan beban muatan di atasnya, dinyatakan dalam ton/m² atau lbs/ft².

• Container Stack Load adalah kemampuan geladak (4 sepatu container) untuk menahan berat container yang ditempatkan di atasnya.

• CY (Container Yard) adalah lapangan penumpukan container di mana container disusun rapi memakai top loader atau side loader secara berbaris.

• CFS (Container Freight Station) adalah tempat di mana muatan dimuat ke dalam container (stuffing) atau muatan dikeluarkan dari container (stripping).

• TEU (Twenty Feet Equivalent Unit) adalah unit padanan ukuran 20 kaki. Misalnya container 20’ = 1 TEU dan container 40’ = 2 TEUs.

• LASH (Lighter Aboard Ship) adalah jenis kapal yang mampu mengangkut muatan berupa lighters (tongkang = barges).

• OBO (Oil Bulk Ore) adalah kapal pengangkut minyak sekaligus bijih besi.

• VLOC (Very Large Crude Carrier) adalah kapal tanker pengangkut minyak mentah ukuran besar.

• ULCC (Ultra Large Crude Carrier) adalah kapal tanker pengangkut minyak mentah ukuran sangat besar.

• RO-RO (Roll On Roll Off) adalah jenis kapal yang dilengkapi dengan ramp (jembatan atau jalan) untuk kendaraan masuk/keluar kapal langsung ke dermaga.

• SWL (Safety Weight Load) adalah keamanan muat dari peralatan muat-bongkar di kapal sesuai sertifikat yang dimilikinya.

• FCL (Full Container Load) adalah container yang berisi muatan untuk satu tujuan atau satu pemilik (consignee).

• LCL (Less than Container Load) adalah container yang berisi muatan lebih dari satu tujuan.

• Gang Hour adalah kemampuan buruh dalam muat-bongkar barang setiap jamnya.

• Ullage adalah jarak tegak dari permukaan cairan di dalam tangki hingga tank top (lawan dari innage).

• Thievage adalah persentase air dalam muatan cair yang berada di dalam tangki (misalnya latex, palm oil).

• Cargo Plan adalah suatu bagan kapal di mana muatan ditempatkan, dilengkapi data tujuan, jumlah/berat muatan, serta pelabuhan muatnya masing-masing.

• Container Bay Plan adalah suatu bagan penempatan container di dalam palka dan di atas geladak, dengan urutan bay ganjil/genap dihitung dari depan, row ganjil/genap dihitung dari tengah dan dilihat dari belakang, tier di hold dan on deck.

• Hatch List (Daftar Palka) adalah daftar muatan dari tiap-tiap palka serta dilengkapi dengan merek-mereknya, jumlah muatan, pelabuhan bongkar, si penerima, dan si pengirim.

• Discharging List (Daftar Bongkar) adalah daftar bongkaran muatan pada suatu pelabuhan tertentu.

• Go Down Receipt (Resi Gudang) adalah sejenis dengan Resi Mualim yang merupakan bukti penerimaan muatan di gudang sebelum dikapalkan.

• Damage Report (Berita Acara Kerusakan) adalah suatu surat berita acara kerusakan muatan yang terjadi di atas kapal sehubungan dengan tanggung jawab pihak pengangkut.

• Marine or Sea Protest (Berita Acara Kerusakan di Laut) adalah suatu surat berita acara atas kerusakan muatan yang terjadi di luar kemampuan manusia. Surat ini dibuat oleh Nakhoda dan disahkan oleh Notaris.

• Health Certificate (Sertifikat Kesehatan) adalah surat pemeriksaan kesehatan dari karantina untuk muatan-muatan hidup.

• Certificate of Origin (Sertifikat Asal) adalah sertifikat yang menyatakan bahwa muatan tersebut berasal dari suatu daerah atau negara. Digunakan untuk muatan hidup seperti sapi, kuda, dan juga untuk minyak mentah seperti minyak bumi, hasil hutan, dan lainnya.

• Certificate of Carriage (Sertifikat Pengangkutan) adalah sertifikat dan dokumen muatan kapal mengenai kondisi atau tata cara pengangkutan, misalnya penempatan, cara muat, susunan, dan sebagainya.

• Statement of Fact adalah laporan pelaksanaan kegiatan bongkar muat muatan dari awal hingga selesai kegiatan.

• Dead Certificate (Sertifikat Kematian) adalah sertifikat yang harus dibuat oleh kapal tentang kematian muatan yang hidup di kapal selama dalam pengangkutannya.

• Loading Order / Shipping Instruction (Perintah Pemuatan) disebut juga Shipping Order, surat ini dibuat oleh shipper yang ditujukan kepada kantor pengangkut (carrier) atau perwakilan/agennya sebagai permintaan ruangan kapal (cargo booking). 

Surat ini merupakan ikatan atau commitment antara shipper dan carrier dan digunakan sebagai dasar mempersiapkan Bill of Lading (B/L) dan dokumen lainnya yang tercantum dalam Shipping Instruction tersebut.

Yakob Taruklangi
Yakob Taruklangi I am Yakob Taruklangi, a professional seafarer as a Deck Officer on tanker ship and offshore vessel. Throughout my career, I have gained valuable knowledge and experience in the maritime industry, which I am passionate about sharing with others. Writing allows me to reflect on my journey at sea and provide insights into shipping, seamanship, and life onboard, with the hope of contributing to the wider maritime community.

Post a Comment for "Istilah-istilah Dalam Penanganan Muatan Kapal"