Pengertian IMDG Code dan 9 Klasifikasi Barang Berbahaya Di Dalamnya
International Maritime Dangerous Goods Code (IMDG Code) pertama kali diberlakukan pada tahun 1965 sebagai tindak lanjut dari Konvensi SOLAS (Safety of Life at Sea) 1960 di bawah koordinasi International Maritime Organization (IMO). Sejumlah ketentuan dari MARPOL juga diintegrasikan ke dalam kode ini untuk memperluas cakupan pengaturannya.
![]() |
| Pemisahan muatan berbahaya di atas kapal sangatlah penting untuk menjaga keselamatan sebagaimana yang diatur dalam IMDG Code |
Regulasi dan aturan ini mengalami pembaruan secara berkala. Edisi 2018 mulai efektif digunakan pada tahun 2020, sementara edisi 2020 baru diberlakukan pada 1 Juni 2022.
Apa Itu IMDG Code
IMDG Code adalah aturan internasional yang mengatur pengangkutan barang berbahaya melalui transportasi laut seperti kapal. Ini pertama kali diadopsi pada tahun 1965 berdasarkan Konvensi SOLAS 1960 di bawah naungan IMO.
Tujuan IMDG Code adalah menjamin keselamatan kapal yang membawa barang berbahaya sekaligus mencegah terjadinya pencemaran laut serta melindungi keselamatan kru kapal itu sendiri. Selain itu, juga mendukung kelancaran distribusi barang-barang secara global.
Sebagai standar internasional, IMDG Code mengatur berbagai aspek mulai pengangkutan menggunakan kontainer, hingga penataan muatan (stowage) dengan fokus pada pemisahan zat-zat yang tidak dapat disatukan.
Dokumen ini terbagi menjadi dua volume utama serta satu volume tambahan yang berisi panduan penanganan darurat seperti kebakaran atau tumpahan muatan.
Dalam penerapannya barang berbahaya harus dikemas dengan aman sehingga dapat diangkut tanpa membahayakan kapal maupun lingkungan. Barang berbahaya yang dimaksud mulai dari bahan baku untuk elektronik, otomotif, baterai, hingga farmasi.
Tujuan dan Fungsi IMDG Code
Memiliki beberapa tujuan penting, di antaranya:
- Menjamin proses transportasi barang berbahaya dengan aman.
- Mencegah terjadinya pencemaran laut akibat tumpahan atau insiden.
- Menyediakan aturan yang sama dan berlaku untuk semua kapal kargo di seluruh dunia
- Menyajikan pedoman penanganan dalam situasi darurat seperti kebakaran dan tumpahan di Kapal yang mengangku barang berbahaya.
Menurut International Chamber of Shipping (ICS), sekitar 98% kapal kargo dunia telah mematuhi IMDG Code. Hal inimenunjukan bahwa industri maritim sangat serius dalam menciptakan sistem transportasi laut yang aman.
Klasifikasi Barang Berbahaya dalam IMDG Code
IMDG Code terdiri dari dua volume utama serta satu suplemen tambahan. Kedua volume tersebut mencakup aturan mengenai penandaan (Marking), penataan muatan (stowage), serta pemisahan zat berbahaya yang tidak kompatibel. Suplemen tambahan fokus pada prosedur darurat, termasuk kebakaran dan tumpahan muatan.
Ada 9 Klasifikasi Barang Berbahaya dalam IMDG Code antara lain:
- Kelas 1: Bahan peledak (Explosives), Klasifikasi ini merupakan barang dengan potensi ledakan tinggi dan ledakan rendah. Contohnya Aerosol, kembang api dan lain-lain.
- Kelas 2: Gas (Gases), terdiri atas 3 jenis yaitu gas yang sangat mudah terbakar, gas yang tidak mudah terbakar, serta gas yang tidak mudah terbakar namun bersifat beracun.
- Kelas 3: Cairan mudah terbakar (flammable liquids), yaitu bahan-bahan dalam bentuk cair yang mudah terbakar seperi cairan chemical.
- Kelas 4: Benda padat mudah terbakar (volatile solids), terdiri atas 3 kelompok mencakup padatan yang sangat mudah terbakar, padatan yang dapat bereaksi sendiri, serta padatan yang dapat menghasilkan gas beracun ketika bereaksi dengan air. padatan reaktif mandiri, serta zat yang bereaksi dengan air menghasilkan gas beracun.
- Kelas 5: Zat pengoksidasi dan peroksida organik (Oxidisation)
- Kelas 6: Zat beracun dan zat infeksius (Harmful substance and Infectious substances)
- Kelas 7: Bahan radioaktif (Radioactive Material)
- Kelas 8: Zat korosif (Corrosion and Erosion)
- Kelas 9: Zat berbahaya lain yang tidak termasuk dalam kategori di atas, seperti dry ice atau internal combustion engines.
Klasifikasi ini sangat penting dipahami semua pelaut yang bekerja di atas jenis kapal kargo karena membantu mengidentifikasi tingkat bahaya suatu barang sehingga dapat ditangani dengan tepat sesuai standar keselamatan.
Pentingnya IMDG Code bagi Pelaut
Seluruh AB di kapal, OS (original Seaman) dan semua ABK yang terlibat langsung dengan kargo berbahaya wajib mengikuti Dangerous Goods Training sesuai standar STCW.
Seluruh pelaut yang ingin bekerja dan berhubungan langsung dengan pengangkutan kargo berbahaya diwajibkan untuk mengikuti training atau pelatihan khusus mengenai barang berbahaya sesuai ketentuan STCW (Standards of Training, Certification, and Watchkeeping) dan mendapatkan pelatihan yang merujuk pada pedoman IMO.
Selain itu, sejumlah pusat pelatihan di darat juga menyediakan kursus tersendiri untuk meningkatkan keterampilan awak kapal dalam menangani kargo IMDG.
Ada beberapa hal yang perlu dikuasai dalam pelatihan dan pengambilan sertifikat pelaut IMDG Code antara lain:
- Kesadaran terhadap risiko setiap jenis barang berbahaya serta tata cara yang aman dalam proses pemuatan dan pembongkarannya.
- Mampu membedakan serta memahami jenis-jenis penandaan, label, maupun tanda bahaya (placard) yang berlaku.
- Pengetahuan mengenai cara pengepakan yang sesuai untuk setiap jenis muatan berbahaya
- Keterampilan dalam menangani kargo berbahaya selama kapal dalam pelayaran.
- Mendapatkan pengetahuan dalam melakukan proses inspeksi dan survei untuk memastikan perlengkapan memenuhi aturan yang berlaku.
- Pemisahan kargo berbahaya serta kemampuan mengidentifikasi nama pengapalan resmi (proper shipping name).
- Kesadaran akan pentingnya deklarasi barang berbahaya yang akurat, baik untuk otoritas pelabuhan maupun kebutuhan transportasi lanjutan di darat.
- Pemahaman mengenai dokumen transportasi yang digunakan dalam pengangkutan barang berbahaya.
- Pengetahuan mengenai prosedur terbaik dalam menangani insiden kebakaran yang melibatkan barang berbahaya di atas kapal.
- Kemampuan menyusun rencana pemuatan atau penyimpanan kargo berbahaya dengan memperhatikan jenis stabilitas kapal, keselamatan, dan kesiapan darurat.
Menurut European Maritime Safety Agency (EMSA), pelatihan IMDG tidak hanya meningkatkan keselamatan pelayaran tetapi juga mewajibkan mematuhi hukum demi kelancaran perdagangan internasional.
Hingga tahun 2025, aturan ini telah diterapkan di lebih dari 150 negara, dengan sekitar 98% kapal dunia sudah mematuhi persyaratan tersebut. Data ini menunjukkan peranan besar IMDG Code dalam menjamin keamanan transportasi barang berbahaya lintas samudra sekaligus menjaga kelestarian ekosistem laut.

Post a Comment for "Pengertian IMDG Code dan 9 Klasifikasi Barang Berbahaya Di Dalamnya"
Sobat pelaut yang ingin bertanya atau berbagi pengalaman silahkan tinggalkan komentar di bawah ini.
Post a Comment