Inilah Alasan Masinis Harus Memanggil Chief Engineer ke Kamar Mesin
Kemampuan seorang Masinis tidak hanya diukur dalam mengoperasikan dan merawat mesin kapal tetapi juga juga pada kemampuan dalam mengambil keputusan dengan tepat ketika menghadapi kondisi abnormal.
Setelah menyelesaikan pendidikan, pelatihan, dan memperoleh sertifikat kompetensi, seorang Masinis memang telah dinyatakan memenuhi persyaratan untuk menjalankan tugasnya.
Tetapi perlu diketahui bahwa sertifikat kompetensi tidak selalu berarti seseorang telah memiliki pengalaman yang cukup untuk menghadapi seluruh kondisi yang mungkin terjadi di kamar mesin.
Pengalaman di kapal sangat penting karena kondisi nyata di engine room (ECR) sering kali berbeda dengan situasi yang dipelajari secara teori.
Suara mesin, perubahan getaran, pola temperatur, tekanan, respons sistem otomasi, hingga perilaku mesin ketika terjadi gangguan merupakan hal-hal yang semakin mudah dikenali melalui pengalaman.
Memanggil Kepala Kamar Mesin (KKM) bukan merupakan tanda bahwa seorang engineer tidak mampu bekerja. Melainkan tindakan tersebut menunjukkan bahwa ia memahami prinsip keselamatan, teamwork, situational awareness, dan risk management.
Mengapa Masinis Harus Berani Memanggil Chief Engineer
Keputusan yang salah di kamar mesin dapat menimbulkan konsekuensi yang serius. Gangguan kecil pada satu sistem dapat berdampak pada kerusakan mesin, kehilangan tenaga listrik, propulsi, kebakaran, pencemaran, bahkan membahayakan keselamatan kapal dan seluruh awak kapal.
Ketika suatu kondisi berada di luar keadaan normal atau berpotensi memengaruhi keselamatan kapal, Masinis sebaiknya segera melaporkan kondisi tersebut kepada KKM.
Prinsip yang penting untuk dipahami adalah:
"Lebih baik memanggil Chief Engineer terlalu cepat daripada terlambat ketika kondisi sudah berkembang menjadi keadaan darurat".
Memanggil KKM (Kepala Kamar Mesin) bukan berarti seluruh pekerjaan harus menunggu kedatangannya. Dalam situasi tertentu, Masinis tetap harus melakukan tindakan awal sesuai prosedur, standing orders, emergency procedures sambil segera menginformasikan kondisi kepada perwira lainnya.
Jangan mengukur kemampuan seorang engineer dari seberapa jarang ia meminta bantuan. Kemampuan seorang engineer justru dapat terlihat dari hal seperti berikut:
- Mengenali kondisi abnormal,
- Memahami risiko,
- Membaca parameter mesin,
- Mengikuti prosedur,
- Merkomunikasi dengan baik,
- Mengetahui batas kewenangannya,
- Mengambil keputusan berdasarkan keselamatan.
Chief Engineer tidak selalu harus datang ke ECR hanya karena setiap alarm muncul. Namun, apabila alarm tersebut serius, berulang, tidak dapat dijelaskan maka komunikas dan panggilan merupakan tindakan yang tepat.
Kapan Masinis Harus Memanggil Chief Engineer ke Kamar Mesin
1. Alarm yang Berkaitan dengan Main Engine
Alarm pada main engine tidak boleh dianggap sebagai gangguan biasa, terutama jika alarm menunjukkan kondisi seperti tekanan oli pelumas rendah, temperatur pendingin tinggi, tekanan bahan bakar abnormal, exhaust gas temperature tinggi, atau gangguan sistem pelumasan.
Main engine merupakan sistem propulsi utama kapal. Gangguan yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan derating, automatic slowdown, shutdown, atau bahkan kerusakan komponen internal.
Masinis harus segera mengidentifikasi alarm, memeriksa parameter terkait, dan melaporkannya kepada Chief Engineer sesuai prosedur kapal.
2. Alarm atau Kegagalan Sistem Otomasi
Kapal modern sangat bergantung pada sistem automation and monitoring system untuk memantau berbagai parameter mesin.
Kegagalan sensor, PLC, alarm monitoring, remote monitoring, atau sistem kontrol dapat menyebabkan engineer kehilangan informasi penting mengenai kondisi mesin.
Masalah otomasi juga berpotensi membuat suatu sistem tidak bekerja sebagaimana mestinya meskipun mesin secara fisik masih beroperasi.
Karena itu, apabila terjadi alarm berulang, sensor failure, communication failure, atau malfunction pada automation system, KKM perlu segera diberitahu.
3. Alarm Oil Mist Detector
Oil Mist Detector (OMD) merupakan salah satu sistem keselamatan penting pada mesin diesel, khususnya untuk mendeteksi peningkatan konsentrasi kabut oli di crankcase.
Peningkatan oil mist dapat menjadi indikasi adanya overheating pada bearing atau komponen bergerak, yang dalam kondisi tertentu dapat berkembang menjadi crankcase explosion.
Jika OMD memberikan alarm, Masinis tidak boleh langsung menganggapnya sebagai false alarm tanpa pemeriksaan dan verifikasi yang tepat.
4. Alarm Kebakaran
Alarm kebakaran di engine room merupakan kondisi yang harus ditanggapi secara serius.
Sumber kebakaran di kamar mesin dapat berasal dari kebocoran bahan bakar atau oli yang mengenai permukaan panas, electrical fault, boiler, exhaust system, purifier, incinerator, atau peralatan lainnya.
Masinis harus segera melakukan tindakan sesuai Fire Emergency Procedure dan menginformasikan KKM serta pihak terkait.
Jika kebakaran berkembang, tindakan seperti isolasi bahan bakar, penghentian mesin tertentu, penggunaan fixed fire fighting system, atau evakuasi dapat menjadi bagian dari respons darurat sesuai prosedur kapal.
5. Kegagalan Generator
Generator merupakan sumber utama tenaga listrik kapal. Kegagalan satu generator dapat menyebabkan generator lain menerima beban lebih besar.
Jika kapasitas pembangkit yang tersedia tidak mencukupi, sistem dapat mengalami overload, diikuti oleh trip generator atau bahkan blackout.
Oleh karena itu, ketika terjadi generator trip, abnormal load sharing, reverse power, high temperature, low lubricating oil pressure, atau masalah lain pada generator, kepala kamar mesin perlu segera diberitahu.
6. Blackout atau Kegagalan Daya
Blackout merupakan salah satu keadaan serius di kapal karena dapat menyebabkan hilangnya tenaga listrik untuk berbagai sistem penting.
Setelah blackout, prioritas utama adalah melakukan pemulihan daya sesuai prosedur kapal. Sistem emergency generator biasanya akan mengambil alih pasokan untuk beban-beban darurat yang ditentukan.
Masinis harus memahami prosedur blackout recovery dan segera melaporkan kondisinya. Blackout yang terjadi saat kapal sedang bermanuver bahkan dapat berkembang menjadi situasi yang sangat kritis karena kapal berpotensi kehilangan propulsi, steering, navigational support systems, atau peralatan penting lainnya.
7. Kegagalan Steering Gear
Steering gear merupakan sistem vital untuk mengendalikan arah kapal.
Jika terjadi steering failure, komunikasi harus segera dilakukan antara bridge dan engine room. Chief Engineer perlu segera mengetahui kondisi tersebut agar engineer dapat membantu melakukan pemeriksaan atau tindakan pemulihan.
Dalam keadaan darurat, pengoperasian steering gear mungkin perlu dialihkan ke local control sesuai desain dan prosedur kapal.
8. Kerusakan Remote Control Main Engine
Main engine pada kapal modern umumnya dapat dikendalikan dari Engine Control Room atau bridge melalui remote control system.
Jika remote control mengalami kegagalan, engine mungkin harus dikendalikan secara lokal atau menggunakan mode operasi alternatif sesuai sistem kapal.
Kondisi tersebut harus segera dilaporkan karena dapat memengaruhi kemampuan kapal untuk melakukan manuver.
9. Emergency Manoeuvring
Ketika kapal melakukan emergency manoeuvring, engineer harus meningkatkan kewaspadaan.
Kondisi seperti perubahan putaran mesin secara cepat, frequent starting and stopping, perubahan arah putaran pada mesin tertentu, atau kebutuhan mendadak terhadap propulsion power dapat memberikan beban yang berbeda terhadap sistem mesin.
Masini senior harus mengetahui kondisi tersebut agar dapat memastikan sistem propulsi dan auxiliary machinery siap mendukung kebutuhan kapal.
10. Alarm Temperatur Tinggi Main Engine
Temperatur tinggi pada main engine dapat terjadi pada beberapa parameter, misalnya:
- Cooling water temperature
- Lubricating oil temperature
- Exhaust gas temperature
- Bearing temperature
- Scavenge air temperature
- Piston cooling system temperature
Kenaikan temperatur harus dianalisis berdasarkan parameter terkait. Misalnya, kenaikan exhaust gas temperature pada satu cylinder dapat mengindikasikan masalah pembakaran, injector, exhaust valve, fuel supply, atau kondisi lain.
Jika temperatur meningkat secara cepat atau melewati batas alarm, Chief Engineer harus segera diberitahu.
11. Alarm Kebakaran pada Exhaust System atau Funnel
Kebakaran pada exhaust gas system dapat terjadi akibat akumulasi deposit karbon atau soot yang kemudian terbakar akibat temperatur tinggi.
Pada mesin diesel, kondisi seperti scavenge fire dan exhaust gas economizer fire juga perlu mendapatkan perhatian serius.
Jika terdapat indikasi api, temperatur abnormal, atau kenaikan exhaust gas temperature yang tidak wajar, Masinis harus segera mengikuti prosedur yang berlaku.
12. Kerusakan atau Abnormalitas Mesin
Tidak semua kerusakan langsung ditunjukkan oleh alarm.
Kadang-kadang engineer justru menemukan masalah melalui perubahan karakteristik mesin, misalnya:
- Suara mesin berubah,
- Getaran meningkat,
- Temperatur tidak seimbang,
- Tekanan berubah,
- Kebocoran,
- Bau terbakar,
- Konsumsi oli meningkat,
- Performa mesin menurun.
Jika terdapat kondisi yang tidak biasa dan penyebabnya belum jelas, jangan memaksakan pengoperasian mesin tanpa melakukan evaluasi.
13. Alarm Cylinder Liner atau Fuel Oil System
Alarm yang berkaitan dengan cylinder liner dapat mengindikasikan masalah pada temperatur, pelumasan, atau kondisi komponen cylinder unit.
Sementara itu, gangguan pada fuel oil system dapat memengaruhi kualitas pembakaran dan kestabilan operasi mesin.
Contohnya adalah perubahan tekanan bahan bakar, temperatur bahan bakar, kebocoran fuel oil, atau masalah pada fuel injection system.
Masalah fuel oil juga dapat menimbulkan risiko kebakaran apabila bahan bakar bertekanan tinggi bocor dan mengenai permukaan panas.
14. Kondisi Abnormal pada Shafting
Sistem shafting meneruskan tenaga dari main engine menuju propeller.
Perubahan getaran, suara abnormal, temperatur bearing meningkat, atau indikasi masalah pada shafting harus segera diperiksa.
Masalah pada shafting atau bearing dapat berkembang menjadi kerusakan yang lebih besar apabila kapal tetap beroperasi tanpa evaluasi.
15. Kerusakan Remote Control Auxiliary Engine
Jika sistem remote control pada auxiliary engine atau generator mengalami gangguan, Masinis harus segera melaporkannya.
Hal ini penting terutama ketika generator diperlukan untuk load sharing, parallel operation, atau kondisi manuver.
Kegagalan remote control juga dapat menunjukkan adanya masalah pada sistem kontrol, sensor, actuator, atau komunikasi antara sistem.
16. Gangguan Turbocharger atau Generator Control System
Turbocharger memiliki peran penting dalam memasok udara pembakaran ke mesin.
Gangguan turbocharger dapat menyebabkan perubahan pada scavenge air pressure, exhaust gas temperature, engine load capability, dan efisiensi pembakaran.
Begitu pula gangguan pada generator control system dapat memengaruhi kestabilan pembangkitan listrik.
Karena keduanya berkaitan langsung dengan performa mesin, kondisi abnormal harus segera dilaporkan.
17. Kejanggalan Saat Pengujian Emergency Generator
Emergency generator harus selalu berada dalam kondisi siap digunakan ketika terjadi kegagalan sumber listrik utama.
Jika saat testing ditemukan:
- Generator sulit start,
- Tegangan tidak normal,
- Frekuensi tidak stabil,
- Starting battery bermasalah,
- Fuel supply terganggu,
- Cooling system tidak normal,
- Emergency switchboard tidak menerima suplai,
Emergency generator salah satu peralatan penting yang dapat menjadi sumber tenaga listrik yang sangat penting ketika terjadi keadaan darurat.
18. Level atau Tekanan Boiler Tidak Normal
Pada kapal yang menggunakan boiler, perubahan level air secara abnormal harus mendapat perhatian serius.
Low water level dapat menyebabkan permukaan pemanas mengalami overheating dan berpotensi menyebabkan kerusakan serius pada boiler.
Sebaliknya, kondisi level terlalu tinggi juga dapat menyebabkan masalah pada steam system, termasuk risiko water carryover atau water hammer pada kondisi tertentu.
Masalah feed water pump, feed check valve, level control system, atau sensor level juga perlu segera dilaporkan.
19. Suara, Getaran, Bau, Kebocoran, atau Tumpahan yang Tidak Normal
Tidak semua kondisi abnormal menghasilkan alarm. Karena itu, kemampuan engineer dalam melakukan sensory monitoring tetap sangat penting.
Contohnya:
Suara, Bunyi knocking, grinding, rattling, atau suara gesekan yang tidak biasa.
Getaran, Peningkatan vibration pada pump, motor, generator, turbocharger, atau shafting.
Bau, Bau fuel oil, lubricating oil, electrical burning, atau bau gas.
Kebocoran, Kebocoran fuel oil, lubricating oil, cooling water, steam, hydraulic oil, atau compressed air.
Tumpahan, Oil spill atau fuel spill yang dapat menimbulkan risiko kebakaran dan pencemaran.
Perubahan kecil yang dirasakan oleh engineer terkadang merupakan tanda awal kerusakan yang lebih besar.
20. Masalah Saat Bunkering
Bunkering merupakan kegiatan yang memiliki risiko tinggi karena melibatkan bahan bakar dalam jumlah besar.
Jika terjadi:
- Fuel oil spill,
- Kebocoran hose,
- Masalah komunikasi,
- Tekanan transfer tidak normal,
- Overflow,
- Perubahan kondisi tangki yang tidak sesuai,
kegiatan harus ditangani sesuai bunkering plan, checklist, shipboard procedures, dan emergency response plan. Situasi harus segera diberitahu karena bunkering berkaitan dengan keselamatan kapal, pencemaran laut, dan pengelolaan bahan bakar.
21. Kebocoran Steam
Steam memiliki temperatur dan tekanan tinggi sehingga kebocoran kecil sekalipun dapat sangat berbahaya.
Kebocoran steam dapat menyebabkan serious burn injury, kerusakan peralatan, dan penurunan tekanan sistem.
Jangan mencoba mendekati sumber kebocoran tanpa memastikan kondisi aman. KKM harus segera diinformasikan sehingga isolasi sistem dapat dilakukan sesuai prosedur.
22. Perubahan Mendadak Level Tangki
Perubahan level tangki yang tiba-tiba harus dicurigai sampai penyebabnya diketahui.
Contohnya dapat terjadi pada:
- Fuel oil tank,
- Diesel oil tank,
- Lubricating oil tank,
- Ballast tank,
- Fresh water tank,
- Bilge tank,
- Sludge tank.
Jika level turun atau naik secara tidak normal, kemungkinan yang perlu diperiksa antara lain leakage, transfer operation, valve passing, incorrect valve lineup, sensor malfunction, atau kesalahan pembacaan.
Jangan langsung menganggap perubahan tersebut sebagai kesalahan sensor sebelum kondisi diverifikasi.
Jangan Takut Memanggil Chief Engineer
Salah satu kesalahan yang kadang dilakukan oleh Masinis junior adalah terlalu takut dianggap tidak mampu ketika meminta bantuan.
Padahal, dalam pengoperasian kapal, keselamatan jauh lebih penting daripada gengsi pribadi.
Seorang engineer yang baik bukanlah orang yang selalu mencoba menyelesaikan semua masalah seorang diri. Engineer yang baik adalah orang yang mampu mengenali batas kemampuan, tingkat risiko, dan kapan harus meminta bantuan.
Ada perbedaan besar antara percaya diri dan terlalu percaya diri.
Percaya diri berarti berani mengambil tindakan berdasarkan pengetahuan, prosedur, pengalaman, dan kewenangan.
Sedangkan overconfidence berarti mengambil keputusan di luar kemampuan atau tanpa mempertimbangkan risiko yang ada.
Di kamar mesin, overconfidence dapat menjadi faktor penyebab kecelakaan.
Ketika menghadapi kondisi abnormal, Masinis dapat menggunakan pola sederhana "Stop – Assess – Report – Act"
1. Stop
Hentikan atau jangan lanjutkan pekerjaan apabila terdapat risiko yang belum dipahami atau kondisi menjadi tidak aman.
2. Assess
Evaluasi kondisi berdasarkan alarm, parameter, visual inspection, suara, getaran, tekanan, temperatur, dan informasi lain yang tersedia.
3. Report
Segera informasikan kepada perwira yang bertanggung jawab sesuai chain of command.
4. Act
Lakukan tindakan berdasarkan instruksi, prosedur kapal, Safety Management System (SMS), emergency procedure, dan standing orders.
Prinsip ini membantu engineer menghindari tindakan spontan yang justru dapat memperburuk kondisi.
Engine room merupakan lingkungan kerja yang kompleks. Banyak sistem saling berhubungan, sehingga perubahan pada satu sistem dapat memengaruhi sistem lainnya.
Misalnya, kegagalan generator dapat menyebabkan blackout. Blackout kemudian dapat memengaruhi pompa, sistem kontrol, steering gear, dan berbagai peralatan lain.
Informasi yang cepat dan akurat dapat membantu perwira mengambil keputusan sebelum masalah berkembang menjadi keadaan darurat.

Post a Comment for "Inilah Alasan Masinis Harus Memanggil Chief Engineer ke Kamar Mesin"
Sobat pelaut yang ingin bertanya atau berbagi pengalaman silahkan tinggalkan komentar di bawah ini.
Post a Comment