Sejarah Dan Fungsi Monkey Island Di Kapal

Bagi orang yang tidak terbiasa dengan dunia pelayaran, istilah Monkey Island mungkin terdengar unik. Bahkan, namanya seolah tidak memiliki hubungan dengan kapal atau navigasi.

Namun bagi para pelaut, Monkey Island merupakan salah satu area penting yang berada di bagian atas kapal dan erat kaitannya dengan pemasangan berbagai peralatan antena navigasi, komunikasi, serta perlengkapan lainnya.

Tempat ini umumnya berada di bagian paling atas pada sebuah kapal. Lokasinya yang tinggi membuat area ini sangat cocok untuk memasang peralatan yang membutuhkan pandangan luas dan bebas dari penghalang.

monkey island kapal

Apa Itu Monkey Island

Monkey Island adalah area atau dek terbuka yang berada di bagian paling atas pada sebua kapal yang terletak di atas ruang anjungan. Area ini biasanya terletak tepat di atas pilothouse dan menjadi salah satu bagian tertinggi pada struktur kapal.

Area ini sering juga disebut sebagai upper bridge atau flying bridge, meskipun penggunaan istilah ini berbeda tergantung pada desain dan jenis kapal. 

Secara umum, area ini dimanfaatkan untuk menempatkan berbagai peralatan yang membutuhkan posisi tinggi, terutama peralatan dan antena navigasi, komunikasi, dan alat navigasi yang berhubungan dengan meteorologi seperti Anemometer dan sejenisnya.

Posisi Monkey Island yang tinggi memberikan keuntungan karena peralatan seperti antena dan radar dapat memiliki jangkauan yang lebih baik. 

Semakin tinggi posisi antena atau radar dari permukaan laut, semakin luas pula area yang dapat dijangkau, selama tidak terhalang oleh struktur kapal maupun kondisi lingkungan. Pada kapal-kapal zaman dahulu, konsep area pengamatan yang tinggi sudah dikenal meskipun bentuk dan lokasinya berbeda.

Pelaut sering ditempatkan pada bagian tinggi kapal atau tiang untuk melakukan pengamatan terhadap daratan, benda terapung, kapal lain, maupun kondisi laut.

Seiring dengan berkembangnya teknologi fungsi pengamatan tersebut kemudian digantikan oleh peralatan elektronik. 

Namun, dibutuhkan untuk menempatkan berbagai peralatan pada posisi tinggi tetap ada sehingga Monkey Island berkembang menjadi area khusus untuk pemasangan peralatan navigasi dan komunikasi.

Mengapa Disebut Monkey Island

Salah satu hal menarik dari Monkey Island adalah asal-usul namanya yang tidak memiliki satu penjelasan yang benar-benar pasti. Sampai sekarang terdapat beberapa teori yang berkembang di kalangan pelaut.

Karena tidak ada bukti sejarah yang secara spesifik menjelaskan asal-usul istilah tersebut, berbagai teori mulai bermumculan sebagai kemungkinan atau cerita yang berkembang dalam tradisi pelayaran, bukan sebagai fakta yang sudah terbukti.

1. Karena Pelaut yang Harus Memanjat Seperti Monyet

Salah satu teori yang paling populer menghubungkan nama Monkey Island dengan kebiasaan pelaut pada kapal-kapal terdahulu yang harus memanjat bagian kapal yang tinggi.

Pada kapal layar, pelaut sering bekerja di sekitar tiang dan rigging untuk mengatur layar, memperbaiki tali-temali, atau melakukan pengamatan. 

Pekerjaan tersebut membutuhkan kemampuan memanjat dan bergerak dengan lincah di tempat yang tinggi.

Gerakan pelaut yang naik dan turun pada tiang atau rigging kemudian dianggap menyerupai gerakan monyet. Dari sinilah muncul dugaan bahwa area tinggi di kapal tersebut kemudian dikenal dengan istilah Monkey Island.

Meskipun terdengar masuk akal, teori ini tetap belum dapat dianggap sebagai asal-usul yang terbukti secara historis.

2. Pengaruh Teori “Brass Monkey” dan Bola Meriam

Teori lain yang cukup terkenal adalah cerita mengenai brass monkey, yaitu tempat penyimpanan bola meriam yang konon terbuat dari kuningan.

Cerita yang kemudian berkembang menyebutkan bahwa ketika cuaca sangat dingin, kuningan akan menyusut sehingga bola-bola meriam yang berada di atasnya jatuh atau berserakan. Dari sinilah muncul ungkapan populer mengenai “freezing the balls off a brass monkey”.

Namun, teori ini umumnya dianggap lebih dekat dengan folk etymology atau cerita rakyat daripada penjelasan sejarah yang kuat.

Ada beberapa alasan yang membuat teori tersebut diragukan. Salah satunya adalah tidak adanya bukti kuat bahwa area tertentu di kapal secara historis dinamakan Monkey Island karena tempat penyimpanan bola meriam. 

Selain itu, kondisi operasional kapal juga membuat penyimpanan banyak bola meriam di tempat tinggi menjadi tidak praktis, terutama karena kapal dapat mengalami rolling dan pitching.

Dengan demikian, cerita brass monkey memang menarik untuk diketahui, tetapi sebaiknya tidak dijadikan sebagai sumber utama untuk menjelaskan asal-usul istilah Monkey Island.

Fungsi Monkey Island pada Kapal

Bukan hanya sebagai area kosong yang berada di bagian teratas kapal tetapi rea ini biasanya digunakan sebagai lokasi pemasangan berbagai antena, sensor, perangkat navigasi, peralatan komunikasi, dan perlengkapan lainnya.

Jika pada navigation bridge terdapat layar dan panel yang digunakan oleh perwira jaga untuk mengoperasikan atau memantau sistem navigasi, maka sebagian perangkat fisik atau unit sensornya dapat ditempatkan di area ini.

Dengan kata lain, terdapat hubungan yang sangat erat antara alat navigasi dalam anjungan dengan perangkat yang dipasang di bagian dek teratas.

Beberapa peralatan yang dapat dilihat di area Monkey Island antara lain:

  • Radar scanner, yang biasanya dipasang pada radar mast. 
  • Antena AIS (Automatic Identification System) untuk mengirim dan menerima informasi identitas serta data pelayaran kapal. 
  • Antena komunikasi satelit, termasuk berbagai sistem komunikasi maritim. 
  • VDR (Voyage Data Recorder) beserta komponen atau antena pendukungnya, tergantung desain dan instalasi kapal. 
  • Weather instruments, seperti wind sensor atau weather vane. 
  • Halyard, yang digunakan untuk mengibarkan bendera melalui sistem tali-temali pada kapal. 
  • Navigation light mast, yang pada beberapa kapal memiliki susunan lampu menyerupai bentuk “Christmas tree”. 
  • Peralatan pendukung komunikasi dan navigasi lainnya sesuai dengan desain serta kebutuhan kapal. 

Tidak semua kapal memiliki susunan peralatan yang sama. Penempatan perangkat sangat bergantung pada jenis kapal, ukuran kapal, desain superstructure dan sistem navigasi yang digunakan.

Hubungan Monkey Island Dan Kompas Magnetik

Salah satu peralatan yang sangat penting dalam sistem navigasi kapal adalah kompas magnetik.

Berdasarkan ketentuan dalam SOLAS, kapal diwajibkan memiliki alat untuk menentukan arah kapal yang tidak sepenuhnya bergantung pada sumber listrik.

Kompas magnetik memiliki keunggulan karena dapat tetap memberikan informasi mengenai arah kapal ketika terjadi gangguan pada sistem kelistrikan atau peralatan navigasi elektronik.

Pada banyak kapal, standard magnetic compass ditempatkan di lokasi tinggi yang memiliki pandangan relatif bebas terhadap lingkungan sekitar kapal. Dalam hal ini, kompas tersebut ditempatkan berada di Monkey Island.

Pembacaan kompas kemudian dapat diteruskan ke posisi kemudi atau navigation bridge menggunakan sistem periscope arrangement, sehingga perwirar atau AB kapal dapat melihat dan memperoleh informasi mengenai arah kapal.

Pemasangan beberapa alat-alat tertentu bukan tanpa alasan. Ketinggian memberikan sejumlah keuntungan dalam sistem navigasi dan komunikasi.

Untuk radar, misalnya, pemasangan scanner pada posisi yang lebih tinggi dapat membantu meningkatkan jarak pandang radar terhadap target tertentu. 

Prinsip yang sama juga berlaku pada sejumlah antena komunikasi, karena posisi yang lebih tinggi dapat membantu mengurangi penghalang fisik dari struktur kapal.

Selain itu, sensor cuaca seperti wind sensor anemometer membutuhkan posisi yang cukup terbuka agar pengukuran arah dan kecepatan angin tidak terlalu dipengaruhi oleh struktur kapal.

Pemasangan peralatan di lokasi yang tinggi juga memiliki konsekuensi. Peralatan tersebut harus menghadapi angin, hujan, air laut, garam, panas matahari, getaran, dan korosi.

Perawatan Monkey Island

1. Melakukan Pemeriksaan Terhadap Korosi

Permukaan dek, railing, tangga, support, dan struktur lainnya harus diperiksa secara berkala. Area yang menunjukkan tanda-tanda karat perlu segera ditangani agar korosi kapal tidak berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.

2. Pengecatan dan Perlindungan Permukaan

Cat berfungsi sebagai salah satu lapisan perlindungan terhadap lingkungan laut. Jika lapisan cat mulai mengelupas atau rusak, bagian tersebut perlu dipersiapkan dan dicat kembali sesuai prosedur perawatan kapal.

3. Membersihkan Endapan Garam

Garam yang berasal dari sea spray dapat menempel pada dek, railing, antena, sensor, maupun struktur lainnya. Jika dibiarkan, endapan tersebut dapat mempercepat korosi dan mengganggu kondisi peralatan.

Karena itu, area tertentu dapat dibersihkan menggunakan fresh water sesuai prosedur kapal dan rekomendasi pembuat peralatan.

4. Pemeriksaan Peralatan

Peralatan yang berada di area ini harus diperiksa untuk memastikan tidak terdapat kerusakan, kabel yang longgar, konektor yang mengalami korosi, atau komponen yang tidak terlindungi dengan baik.

Pemeriksaan juga perlu memperhatikan kondisi antenna, radar scanner, sensor cuaca, lampu navigasi, railing, tangga, dan support structure.

5. Memeriksa Akses Tetap Aman Dilalui

Monkey Island merupakan area yang berada pada ketinggian sehingga aspek keselamatan personel harus menjadi perhatian utama. Tangga, railing, handrail, platform, dan akses menuju area tersebut harus berada dalam kondisi baik.

Pekerjaan perawatannya juga perlu dilakukan dengan memperhatikan prosedur working aloft, penggunaan alat pelindung diri, serta kondisi cuaca dan angin.

Yakob Taruklangi
Yakob Taruklangi I am Yakob Taruklangi, a professional seafarer as a Deck Officer on tanker ship and offshore vessel. Throughout my career, I have gained valuable knowledge and experience in the maritime industry, which I am passionate about sharing with others. Writing allows me to reflect on my journey at sea and provide insights into shipping, seamanship, and life onboard, with the hope of contributing to the wider maritime community.

Post a Comment for "Sejarah Dan Fungsi Monkey Island Di Kapal "