Apakah Membeli Boat Jadi Investasi yang Menguntungkan

Banyak orang mengatakan bahwa boat adalah “money pit”, yaitu barang yang terus membutuhkan biaya setelah dibeli. Pandangan ini muncul karena pemilik harus mengeluarkan uang untuk bahan bakar, perawatan mesin, perbaikan, perlengkapan dan biaya lainnya.

Namun, apakah membeli boat benar-benar merupakan keputusan yang buruk? Jawabannya tidak sesederhana itu. Nilai sebuah boat tidak hanya dilihat dari harga jual kembali. 

Bagi pemilik yang memang senang boating, boat dapat memberikan manfaat berupa kebebasan menikmati perairan, menghabiskan waktu bersama keluarga, memancing, berwisata, atau melakukan berbagai aktivitas di atas air.

Sebelum membeli boat, penting untuk memahami bahwa kepemilikan boat lebih tepat dilihat sebagai pembelian aset untuk digunakan dan dinikmati, bukan sebagai investasi yang secara otomatis menghasilkan keuntungan finansial.

apakah membeli boat menguntungkan

Apa Saja Kelebihan Memiliki Boat

Membeli boat dapat masuk akal apabila seseorang memahami total cost of ownership dan memiliki kemampuan untuk menanggung biaya tersebut.

Pertimbangannya bukan hanya "berapa harga boat?", tetapi juga "berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk memiliki dan mengoperasikannya setiap tahun?"

Jika tujuan utamanya adalah mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga boat, perlu dipahami bahwa nilai jual kembali tidak dapat dijamin. Sebaliknya, jika tujuan utamanya adalah menikmati boating, fishing, cruising, watersport, atau menghabiskan waktu bersama keluarga, manfaat penggunaan dapat menjadi bagian penting dari pertimbangan.

Pendekatan ini mirip ketika seseorang membeli mobil untuk digunakan sehari-hari. Mobil membutuhkan bahan bakar, servis, pajak, asuransi, ban, dan perawatan lainnya. Nilainya juga dapat turun seiring waktu.

1. Kebebasan Menggunakan Boat

Salah satu keuntungan terbesar memiliki boat adalah fleksibilitas. Pemilik tidak perlu selalu menyesuaikan diri dengan jadwal penyewaan atau ketersediaan boat milik orang lain.

Selama kondisi cuaca, perairan, dan aturan setempat memungkinkan, pemilik dapat merencanakan perjalanan sesuai kebutuhan. Boat dapat digunakan untuk cruising, fishing, berenang, watersport, atau sekadar menikmati suasana perairan.

2. Menjadi Sarana Rekreasi Bersama Keluarga

Boating juga dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan bersama keluarga dan teman. Satu perjalanan dapat diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari berkeliling perairan, memancing, berenang, hingga makan bersama di lokasi yang menarik.

Bagi sebagian orang, manfaat seperti waktu berkualitas bersama keluarga atau kesempatan menikmati alam justru menjadi alasan utama membeli boat.

3. Dapat Disesuaikan dengan Kebutuhan

Pemilik boat memiliki keleluasaan untuk menyesuaikan boat dengan aktivitas yang sering dilakukan.

Misalnya, pemilik yang gemar fishing dapat menambahkan perlengkapan seperti fish finder, rod holder, livewell, atau tempat penyimpanan alat pancing. 

Sementara itu, boat yang digunakan untuk cruising bersama keluarga mungkin lebih membutuhkan tempat duduk yang nyaman, sunshade, cooler, atau perlengkapan rekreasi.

Namun, modifikasi tetap perlu dilakukan dengan memperhatikan kapasitas boat, distribusi berat, sistem kelistrikan, dan rekomendasi pabrikan.

4. Mengetahui Riwayat Perawatan Boat

Salah satu keuntungan memiliki boat sendiri adalah pemilik dapat mengetahui bagaimana boat dirawat selama masa kepemilikannya.

Jadwal servis mesin, penggantian oli, kondisi baterai, perawatan hull, pemeriksaan sistem steering, serta penggantian komponen dapat dicatat dengan baik. 

Riwayat perawatan yang lengkap juga dapat menjadi nilai tambah apabila suatu hari boat hendak dijual kembali.

Apa Saja Kekurangan Memiliki Boat?

1. Biaya Perawatan

Boat membutuhkan perawatan secara berkala. Mesin harus diservis, sistem kelistrikan diperiksa, baterai dirawat, bilge pump diuji, hull dibersihkan, dan berbagai komponen yang mengalami keausan perlu diganti.

Biaya dapat menjadi lebih besar apabila terjadi kerusakan pada mesin atau komponen penting lainnya. Boat yang jarang digunakan pun tetap membutuhkan pemeriksaan dan perawatan agar kondisinya tidak menurun.

2. Biaya Asuransi dan Registrasi

Tergantung pada negara dan wilayah operasinya, pemilik dapat memiliki kewajiban atau kebutuhan untuk membayar registrasi, izin tertentu, serta asuransi.

Biaya asuransi juga dapat berbeda berdasarkan jenis dan nilai boat, wilayah operasi, pengalaman operator, serta risiko yang diperhitungkan oleh perusahaan asuransi.

3. Risiko Salah Memilih Boat

Kesalahan memilih jenis boat dapat menjadi masalah yang cukup mahal. Misalnya, seseorang membeli boat yang terlalu kecil untuk jumlah penumpang yang biasa dibawa atau memilih boat yang tidak sesuai dengan karakteristik perairan tempat boat akan digunakan.

Boat untuk danau atau perairan terlindung belum tentu sesuai untuk perjalanan di perairan pesisir yang lebih terbuka. Begitu pula boat fishing belum tentu nyaman untuk kebutuhan cruising keluarga.

Karena itu, tujuan penggunaan harus dipikirkan sebelum membeli.

4. Keterbatasan Lokasi

Memiliki boat tidak otomatis berarti pemilik dapat menjelajahi semua wilayah perairan dengan mudah.

Jarak dari tempat penyimpanan menuju lokasi peluncuran, fasilitas marina, kondisi jalan jika menggunakan trailer, batas operasi boat, serta kondisi cuaca dapat membatasi area penggunaannya.

Untuk boat trailerable, trailer memang memberikan fleksibilitas tambahan. Namun, kemampuan kendaraan penarik dan kondisi trailer juga harus diperhitungkan.

5. Risiko Cuaca

Boat yang disimpan di marina atau berada di perairan tetap menghadapi risiko akibat cuaca buruk. Angin kencang, gelombang tinggi, badai tropis, atau kondisi ekstrem lainnya dapat menyebabkan kerusakan jika boat tidak diamankan dengan benar.

Karena itu, pemilik perlu memperhatikan sistem mooring, kondisi tali tambat, fender, penutup boat, serta prosedur penyimpanan yang sesuai dengan kondisi cuaca setempat.

Cara Menjadi Owner Boat Dari Nol

Ada beberapa cara untuk mengurangi beban kepemilikan tanpa mengorbankan aspek keselamatan.

1. Mulai dari Boat yang Lebih Kecil

Jika kebutuhan masih sederhana, boat berukuran lebih kecil dapat menjadi pilihan. Boat yang lebih kecil umumnya lebih mudah ditarik menggunakan trailer yang sesuai, lebih mudah disimpan, dan dapat membutuhkan biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan boat yang lebih besar.

Yang terpenting adalah memilih ukuran yang sesuai dengan jumlah orang, aktivitas, dan kondisi perairan yang akan dihadapi.

2. Pastikan Benar-Benar Menyukai Boating

Sebelum membeli, calon pemilik dapat mencoba berbagai pengalaman boating terlebih dahulu, misalnya melalui penyewaan boat, mengikuti perjalanan bersama pemilik boat lain, atau mengikuti aktivitas boating bersama komunitas.

Hal ini membantu calon pembeli mengetahui apakah boating benar-benar sesuai dengan minat dan gaya hidupnya.

3. Buat Anggaran Secara Realistis

Jangan hanya menghitung harga boat, perhitungkan juga biaya bahan bakar, servis mesin, perawatan hull, penyimpanan, trailer, asuransi, registrasi, perlengkapan keselamatan, serta kemungkinan perbaikan tak terduga.

Jika keseluruhan biaya terasa terlalu berat, memilih boat yang lebih kecil atau model yang lebih sederhana dapat menjadi alternatif.

Pada kondisi tertentu, shared ownership atau kepemilikan bersama dapat mengurangi beban biaya karena beberapa pemilik berbagi biaya pembelian dan pengoperasian.

Namun, sistem ini perlu disertai kesepakatan yang jelas mengenai jadwal penggunaan, perawatan, pembagian biaya, penyimpanan, serta tanggung jawab apabila terjadi kerusakan.

Apakah Boat Bekas Bisa Dijual Kembali?

Secara teori, seseorang dapat membeli boat bekas dengan harga rendah, melakukan perbaikan atau refit secara efisien, kemudian menjualnya dengan harga lebih tinggi.

Namun, kegiatan tersebut memiliki risiko. Biaya perbaikan boat dapat meningkat dengan cepat, terutama jika ditemukan masalah tersembunyi pada hull, mesin, sistem kelistrikan, steering, fuel system, atau komponen lainnya.

Keuntungan juga tidak hanya ditentukan oleh selisih harga beli dan harga jual. Biaya suku cadang, tenaga kerja, penyimpanan, transportasi, registrasi, dan waktu yang digunakan selama proses refit harus diperhitungkan.

Karena itu, membeli boat tua untuk diperbaiki kemudian dijual kembali lebih tepat dianggap sebagai kegiatan yang membutuhkan pengetahuan, keterampilan, modal, dan pemahaman pasar, bukan cara mudah untuk mendapatkan keuntungan.

Kemungkinan menjual boat baru dengan harga lebih tinggi dari harga pembelian awal biasanya bukan sesuatu yang dapat diandalkan.

Setelah dibeli dan digunakan, boat dapat mengalami depresiasi. Selain itu, pemilik telah mengeluarkan berbagai biaya selama masa kepemilikan yang tidak otomatis masuk ke dalam harga jual kembali.

Kondisi pasar memang dapat berubah dan dalam situasi tertentu harga boat tertentu bisa meningkat. Namun, hal tersebut tidak boleh dianggap sebagai pola yang pasti atau sebagai alasan utama membeli boat.

Yakob Taruklangi
Yakob Taruklangi I am Yakob Taruklangi, a professional seafarer as a Deck Officer on tanker ship and offshore vessel. Throughout my career, I have gained valuable knowledge and experience in the maritime industry, which I am passionate about sharing with others. Writing allows me to reflect on my journey at sea and provide insights into shipping, seamanship, and life onboard, with the hope of contributing to the wider maritime community.

Post a Comment for "Apakah Membeli Boat Jadi Investasi yang Menguntungkan"