Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Baringan Silang dan Baringan Geseran Penentukan Posisi Kapal

Baringan silang dan baringan geseran merupakan salah satu contoh jenis baringan yang dapat digunakan dalam menentukan posisi kapal. Seperti yang kita ketahui bahwa ada banyak jenis baringan yang dapat digunakan dalam menentukan posisi kapal di laut, seperti metode baringan snellius dan baringan istimewa (baringan khusus) yang sudah dibahas dalam artikel sebelumnya. Sehingga pada kesempatan ini kita hanya akan membahas tentang baringan silang, baringan geseran dan baringan silang dengan geseran.

Pengertian Baringan Silang

Baringan silang adalah penentuan posisi kapal dengan menggunakan dua buah benda darat seperti mercu suar, tanjung atau puncak gunung, dengan cari mengambil sudut baringan dari kedua benda darat tersebut dengan menggunakan Azimut sircle. Pengambilan sudut baringan dilakukan dalam waktu yang hampir bersamaan guna untuk mendapatkan posisi kapal yang akurat.

Ada tiga hal yang harus diperhatikan sebagai syarat dalam baringan silang yaitu :

  • Benda baringan harus lebih dari satu
  • Selisi antara kedua garis baringan lebih besar dari 30°
  • kedua benda tersebut terdapat dalam peta
Bila kedua syarat tersebut di atas tidak terpenuhi maka kita tidak bisa menentukan posisi kapal dengan menggunakan baringan ini, atau ketika terdapat dua buah suar namun memiliki selisih garis baringan yang kurang dari 30° maka posisi kapal yang kita dapatkan tidak akurat. Sehingga hal ini akan berdampak buruk bagi keamanan navigasi kapal.

Pada baringan silang posisi kapal dapat ditentukan dengan membaring kedua benda baringan, sehingga kedua garis baringan dari benda baring tersebut akan saling memotong pada satu titik. Perpotongan garis baringan 1 dan garis baringan 2 tersebut adalah posisi kapal.

Contoh Soal Baringan Silang

Soal
Sebuah kapal berlayar dengan haluan sejati 150° pada jam jaga tersebut perwira kapal membaring sebuah benda darat (suar A) dengan baringan pedoman 005°, pada saat yang sama juga membaring suar B dengan baringan pedoman 070°. Jika nilai deviasi adalah 2° Timur dan variasi 3° Timur, maka tentukan dan gambarkan posisi kapal tersebut.

Jawab
Diketahui :
HS = 150°
V = 3° T
D = 2° T
BP1 = 005°
BP2 = 070°

Penyelesaian:
S = V + D
   = 3° + 2°
   = 5°

BS1 = BP1 + S
        = 005° + 5°
        = 010°

BS2 = BP2 + S
        = 070° + 5°
        = 075°

Gambar Baringan Silang

Untuk mendapatkan posisi kapal maka harus dilukiskan pada peta berdasarkan data yang diperoleh pada soal tersebut di atas. Berikut ini di bawah adalah gambar baringan silang dari pada soal di atas.
baringan silang dalam penentuan posisi kapal
Langkah-langkah menggambar baringan ini, untuk mendapatkan posisi kapal adalah sebagai berikut.
  1. Tentukan haluan sejati kapal. 
  2. Tentukan baringan sejati ke dua benda yang dibaring. bila yang diketahui pada soal adalah baringan pedoman maka ubah baringan pedoaman ke dalam baringan sejati dengan menggunakan rumus, seperti yang dijelaskan dalam artikel sebelumnya tentang rumus menghitung haluan sejati kapal.
  3. Tarik garis baringan sejati pertama (BS1) dan Baringan sejati kedua (BS2)
  4. Perpotongan kedua garis baringan tersebut adalah posisi kapal.

Pengertian Baringan Geseran

Baringan geseran adalah penentuan posisi kapal dengan hanya menggunakan satu buah benda darat (suar, tanjung, gunung). Jadi ketika anda sedang di laut namun yang terlihat hanya ada satu benda darat yang bisa anda gunakan sebagai patokan dalam penentuan posisi kapal, maka cara yang dapat anda gunakan adalah penentuan posisi dengan baringan geseran. Namun sebelum anda membaring benda atau suar tersebut, pastikan bahwa benda itu terdapat dalam peta laut yang anda sedang guanakan.

Pada baringan geseran posisi kapal adalah perpotongan antara garis baringan kedua dengan garis geseran dari garis baringan pertama. Untuk dapat memahami dengan jelas simak contoh soal berikut ini.

Contoh Soal Baringan Geseran

Soal 
Sebuah kapal berlayar dengan kecepatan 12 knot pada haluan sejati 310°. Di sebelah kanan haluan kapal tersebut terlihat sebuah suar yaitu suar A. Pada jam 09.00 suar tersebut dibaring oleh perwira jaga dengan baringan pedoman 352°, pada jam 09.30 suar tersebut kembali dibaring dengan baringan pedoman 072°. Jika diketahui salah tunjuk (sembir) adalah 3°,  maka tentukanlah posisi kapal tersebut.

Jawab
Diketahui 
HS         = 310°
Speed    = 12'
BP1       = 352°
BP2       = 072°
S            = 3°
∆T         = 30 menit

Penyelesaian :
BS1 = BP1 + S
        = 352° + 3°
        = 355°

BS2 = BP1 + S
        = 072° + 3°
        = 075°

Jarak geser = ∆T/60 x Speed
                   = 30/60 x 12
                   = 6 mil

Gambar Baringan Geseran

Untuk mendapatkan posisi kapal pada soal di atas maka harus digambarkan seperti pada gambar di bawah ini.
baringan geseran

Baringan Silang dengan Baringan Geseran

Metode ini adalah penentuan posisi kapal dengan cara menggabungkan baringan silang dan baringan geseran, atau dengan kata lain perpaduan antara baringan silang dan baringan geseran.
Lalu bagaimana cara penentuan posisi kapal dengan metode ini, simak penjelasan contoh soal berikut ini.

Pada metode ini menggunakan dua buah benda baringan, namun pada saat pengambilan baringan ke dua, benda baring pertama tidak bisa lagi dibaring karena adanya kendala, sehingga untuk bisa menentukan posisi kapal maka garis baringan pertama digeser sejauh jarak tempu kapal sejak pengambilan baringan pertama. Perpotongan antara garis geseran baringan pertama dengan garis baringan kedua adalah posisi kapal.


Soal
Sebuah kapal berlayar dengan haluan sejati 125°, pada jam 10.00  membaring suar A di kiri haluan dan diperoleh baringan sejati 030°. Pada jam 10.30 kapal tersebut membaring suar B dan diperoleh baringan sejati 060°. Jika diketahui kecepatan kapal 14 knot, maka tentukan posisi kapal pada saat mengambil baringan kedua.

Jawab
Diketahui :
HS        = 125°
BS1      = 030°
BS2      = 060°
Speed   = 14'
∆T        = 30 menit

Penyelesaian :

Jarak geser = ∆T/60 x 14
                   = 7 mil
baringan silang dengan geseran


Yakob Taruklangi
Yakob Taruklangi Hi, I am Yakob Taruklangi, I am seafarer working onboard tanker ship as Deck Officer. I have been working since 2019. My hobby is writing and sharing experience with other specially for marine industry, shipping and life at sea.

Post a Comment for "Baringan Silang dan Baringan Geseran Penentukan Posisi Kapal"