Cara Membuat Boat Ramah Lingkungan Ketika Beraktivitas di Laut
Kegiatan menggunakan perahu atau yang lebih dikenal sebagai boating kadang terlihat tidak menganggu lingkuan di laut.
Tetapi sebenarnya ada banyak hal perlu menjadi perhatiaan yang berhubungan dengan kegiatan ini, mulai dari kebersihan, sampah plastik dan hal lain yang dapat berdampak pada lingkungan laut.
Ada berbagai jenis organisme yang berada di dalam laut dan pesisir pantai yang harus dilindung. Itulah sebabnya kebersihan air dan alamnya harus dijaga dengan cara mencegah terjadinya pencemaran seperti tumpahan bahan bakar minyak dan tidak membuang sampah sembarangan ke laut.
Penggunaan energi, pengelolaan limbah dan cara beraktivitas di atas air dapat memberikan dampak positif bagi ekosistem di laut. Berikut 10 cara yang dapat diterapkan untuk membuat kegiatan boating lebih aman dan ramah lingkungan.
10 Cara Membuat Boat Ramah Lingkungan
![]() |
| sumber gambar: AI generated (hanya ilustrasi) |
1. Menyiapkan Holding Tank untuk Limbah Cair
Aktivitas di dalam boat dapat menghasilkan dua jenis limbah cair yang perlu diperhatikan, yaitu blackwater dan greywater. Blackwater berasal dari toilet sedangkan greywater berasal dari wastafel, shower, dan aktivitas mencuci lainnya.
Pembuangan limbah cair ke perairan diatur secara berbeda tergantung negara, wilayah, jenis perairan, dan ketentuan setempat. Oleh karena itu, sobat yang akan menggunakan boat sebagai aktivitas di perairan harus mengetahui aturan yang berlaku di lokasi tersebut.
Holding tank dapat dimanfaatkan sebagai penampungan jika pembuangan secara langsung tidak diperbolehkan, apalagi sekarang hampir semua perahu sudah didesain untuk memiliki holding tank sebagai tempat penampungan limbah di boat.
2. Merawat Mesin Boat dengan Baik
Mesin boat yang tidak dirawat dengan baik dapat meningkatkan risiko kebocoran bahan bakar, oli, dan cairan lainnya ke lingkungan perairan karena akan mencemari air yang dapat menimbulkan bahaya bagi organisme di laut.
Melakukan pemeriksaan secara rutin sangat penting agar kerusakan dan kebocoran dapat terdeteksi sejak awal. Pemeriksaan yang paling utama adalah pengecekan selang bahan bakar, sambungan, filter dan mesin boat itu sendiri.
Apabila terjadi tumpahan oli atau bahan bakar, jangan menggunakan sabun pencuci untuk mencoba menghilangkannya karena sabun akan memecah lapisan minyak menjadi partikel yang lebih kecil dan menyebarkannya lebih luas, bukan menghilangkan pencemaran tersebut.
Jika terjadi tumpahan sebaiknya gunakan ODS untuk mengatasi penyebaran minyak semakin luas serta dapat menetralkannya kembali.
3. Menggunakan Produk Pembersih yang Aman
Air yang digunakan untuk mencuci dek, membersihkan boat, atau mandi akan langsung mengalir ke laut. Jika mengandung bahan kimia yang berbahaya, air tersebut berpotensi memberikan dampak negatif terhadap lingkungan.
Karena itu, pilih produk pembersih dan perlengkapan perawatan pribadi yang aman dan memiliki dampak lingkungan lebih rendah. Sebaiknya hindari penggunaan bahan kimia secara berlebihan dan gunakan produk sesuai petunjuk pemakaian.
Kebiasaan sederhana seperti menggunakan air secukupnya dan membersihkan bagian boat secara rutin juga dapat mengurangi kebutuhan penggunaan bahan kimia dalam jumlah besar.
4. Lakukan Perawatan pada Ruang Bilge
Bilge merupakan bagian rendah di dalam boat tempat air dan cairan dapat terkumpul. Seiring waktu, bilge dapat mengandung campuran air, oli, bahan bakar, atau cairan lain yang berasal dari kebocoran kecil maupun aktivitas perawatan.
memeeriksa bilge secara rutin dan cari sumber apabila ditemukan cairan yang tidak seharusnya berada di sana. Oil absorbent pad atau bilge sock dapat digunakan untuk membantu menyerap tumpahan kecil dari oli atau bahan bakar.
Air bilge yang terkontaminasi minyak tidak boleh dibuang begitu saja ke laut. Pengelolaannya harus mengikuti aturan setempat dan, bila diperlukan, dibawa ke fasilitas penerimaan atau bilge pumping station yang sesuai.
5. Melakukan Antifouling pada Lambung Boat
Cat Antifouling digunakan untuk membantu mencegah organisme seperti teritip, alga, dan organisme laut lainnya menempel pada bagian bawah lambung boat.
Penting untuk diketahui bahwa beberapa jenis antifouling mengandung biocide yang dapat memberikan dampak terhadap lingkungan apabila penggunaannya tidak dikelola dengan benar.
Sebelum memilih antifouling sebaiknya perhatikan kandungan bahan aktif dan aturan yang berlaku di wilayah tersebut.
Lakukan sesuai prosedur jika pengamplasan antifouling sudah waktunya untuk harus dilakukan. Jika boat sedang berada di darat, gunakan metode yang dapat mengendalikan debu dan serpihan cat, seperti vacuum sander atau metode basah yang sesuai.
Limbah hasil pengamplasan dan pengelupasan jangan sampai masuk ke saluran air yang sama artinya akan kembali ke laut.
6. Manfaatkan Energi Panel Surya
Boat dapat memanfaatkan sumber energi panel surya untuk mengurangi ketergantungan pada mesin atau generator saat kebutuhan listrik tidak terlalu besar.
Sebetulnya energi yang dihasilkan oleh angin dan air dapat dimanfaatkan melalui sistem seperti wind generator atau hydrogenerator. Meskipun hal ini masih sangat jarang digunakan karena pemasangannya yang sedikit sulit dan membutuhkan biaya cukup besar.
Sebelum memasang sistem energi panel surya, hitung terlebih dahulu kebutuhan listrik boat. Perhatikan kapasitas baterai, konsumsi peralatan elektronik, pompa, sistem navigasi, kulkas, penerangan, serta peralatan lainnya.
7. Mengikuti Aturan Memancing
Memancing dari boat harus mengikuti aturan perikanan dengan tidak mengambil ikan yang tidak dibutuhkan atau dilarang pada wilaya yang bersangkutan.
Perhatikan ketentuan mengenai jenis ikan yang boleh ditangkap, ukuran minimum, jumlah tangkapan, musim penangkapan, serta wilayah yang diperbolehkan untuk memancing. Gunakan metode dan alat tangkap yang diizinkan.
Menjaga populasi ikan bukan hanya penting bagi lingkungan, tetapi juga membantu mempertahankan kualitas perairan dan keberlangsungan aktivitas memancing dalam jangka panjang.
8. Tidak Mengganggu Satwa Laut
Berada di laut memberikan kesempatan untuk melihat berbagai jenis satwa, tetapi pengamatan harus dilakukan tanpa mengganggu perilaku alami mereka. Jika menemukan lumba-lumba, paus, penyu, dugong, atau satwa laut lainnya, kurangi kecepatan dan berikan ruang yang cukup.
Jangan mengejar, memotong jalur, mengepung, atau mencoba mendekati satwa secara agresif. Jika satwa menunjukkan tanda terganggu atau berubah perilaku karena keberadaan boat, segera tingkatkan jarak.
Jarak aman dan batas waktu pengamatan dapat berbeda berdasarkan jenis satwa dan peraturan di wilayah tersebut. Ikuti aturan dan panduan dari otoritas setempat yang berlaku.
Saat beroperasi di perairan dangkal, boater juga perlu meningkatkan kewaspadaan agar lambung, propeller, atau kemudi tidak menyentuh dasar perairan maupun habitat sensitif.
9. Jangan Berlabuh Jangkar di Area Sensitif
Jangkar dapat menyebabkan kerusakan fisik pada dasar perairan, terutama apabila dijatuhkan atau ditarik melewati habitat yang sensitif. Terumbu karang dan rumput (seagrass) merupakan contoh ekosistem yang perlu mendapat perhatian khusus.
Sebelum menjatuhkan jangkar, perhatikan informasi pada peta laut dan kondisi dasar perairan. Jika tersedia area tambat atau mooring buoy yang telah disediakan untuk boat, gunakan fasilitas tersebut sesuai aturan.
Perhatikan juga kedalaman air dan kondisi pasang surut. Pastikan terdapat under-keel clearance yang memadai sehingga boat tidak kandas ketika permukaan air turun.
10. Gunakan Sunscreen yang Sesuai untuk Aktivitas di Laut
Sunscreen penting untuk melindungi kulit ketika berada di atas boat, tetapi bahan yang terkandung di dalam beberapa produk dapat masuk ke lingkungan perairan ketika digunakan sebelum berenang atau ketika terkena air.
Perhatikan kandungan sunscreen dan pertimbangkan produk yang memiliki dampak lingkungan lebih rendah.
Istilah seperti reef-friendly pada label sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai jaminan bahwa produk benar-benar tidak memberikan dampak terhadap ekosistem laut, sehingga membaca daftar bahan dan informasi produsennya tetap penting.
Penggunaan pakaian pelindung seperti rash guard, baju berlengan panjang, topi, dan perlindungan dari sinar matahari lainnya dapat membantu mengurangi kebutuhan penggunaan sunscreen dalam jumlah berlebihan.

Post a Comment for "Cara Membuat Boat Ramah Lingkungan Ketika Beraktivitas di Laut"
Sobat pelaut yang ingin bertanya atau berbagi pengalaman silahkan tinggalkan komentar di bawah ini.
Post a Comment