Apa Itu Freeboard pada Kapal

Istilah freeboard saling berkaitan dengan daya apung cadangan dan draft, karena menjadi acuan dalam pengukuran seberapa dalam bagian kapal yang terbenam di air.

Pengertian Freeboard

Freeboard adalah jarak minimum antara tepi dek (exposed deck) dengan garis permukaan air pada kapal yang sedang mengapung. Freeboard yang tinggi mengurangi resiko bagian permukaan deck tergenang air. 

apa itu freeboard pada kapal
sketsa gambaran freeboard pada kapal

Secara logika merupakan kebalikan dari draft kapal, karena draft adalah bagian kapal yang tenggelam sedangkan freeboard bagian lambung kapal yang tidak tenggelam di air.

Sebagai contoh, sebuah kapal kondisi even keel memiliki depth 12 meter dan draft rata-rata 7 meter. Maka freeboard kapal tersebut adalah 12 - 7 = 5 meter.

Agak mirip dengan reserve buoyancy sebagai perbandingan antara volume lambung yang tertutup di atas garis air terhadap total volume lambung.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Freeboard

1. Kondisi Muatan dan Displacement Kapal

Kapal dengan muatan penuh akan memiliki draft lebih dalam dan freeboard lebih rendah dibanding saat kosong (lightship).

Sebagai contoh, kapal berbentuk penuh (fuller-form) seperti tanker memiliki freeboard lebih tinggi dibanding kapal berbentuk ramping (finer-form) seperti frigat dengan displacement yang sama.

2. Jenis Muatan

Muatan padat dan berat membuat draft lebih dalam dan freeboard lebih rendah dibanding muatan ringan seperti kayu. Jenis muatan di dalam kapal juga memengaruhi rendah tingginya.

3. Kondisi Stabilitas dan Penurunan (Sinkage)

Stabilitas kapal berhubungan langsung dengan freeboard. Sebagai contoh bila kapal dalam posisi trim by head, jarak antara garis air dan bagian depan (haluan) menjadi jarak paling kecil. Jika jarak ini hanya 2 meter, berarti freeboard di bagian tersebut adalah 2 meter. Selain itu, kondisi miring juga memberikan pengaruh sesuai sisi dengan sarat terbesar.

4. Kepadatan Air

Kepadatan air merupakan salah satu faktor penting yang berpengaruh. Perbedaan density antara air laut dan air tawar membuat kapal tenggelam lebih dalam di air tawar karena gaya apungnya lebih kecil. Hal ini berarti freeboard kapal secara otomatis lebih rendah saat beroperasi di sungai, danau, atau pelabuhan air tawar dibanding di laut.

Selain itu, perubahan suhu dan kadar garam juga dapat mengubah densitas air laut di berbagai wilayah. Misalnya, perairan di dekat kutub umumnya lebih dingin dan lebih padat dibanding perairan tropis. Kapal yang berpindah-pindah antarwilayah dengan kondisi kepadatan berbeda sehingga perlu memperhatikan perubahan ini untuk menjaga keselamatan.

Operator kapal biasanya melakukan penyesuaian beban dan trim saat berpindah dari air laut ke air tawar. Penyesuaian ini membantu memastikan freeboard tetap memenuhi standar minimum meskipun gaya apung berubah akibat perbedaan density air.

5. Hidrodinamika

Hidrodinamika berperan besar dalam menentukan seberapa stabil dan freeboard kapal saat berlayar. Gelombang, arus, dan kecepatan kapal dapat menyebabkan fenomena dinamis seperti squat, pitching atau rolling. Semua kondisi ini dapat membuat jarak antara dek dan garis air berfluktuasi.

Sebagai contoh, ketika kapal berlayar di perairan dangkal dengan kecepatan tinggi, tekanan air di bawah lambung berubah sehingga kapal turun lebih dalam. Situasi ini mengurangi freeboard sementara dan berpotensi meningkatkan resiko air masuk ke dek pada kondisi laut yang bergelombang.

Untuk mengantisipasi efek hidrodinamika, perhitungan desain kapal biasanya memasukkan faktor gelombang signifikan dan kondisi operasi rata-rata. Operator kapal juga diharapkan mengatur kecepatan dan distribusi muatan secara tepat agar freeboard tetap dalam batas aman meski menghadapi kondisi laut dinamis.

6. Tinggi Lambung Kapal (Depth)

Tinggi lambung kapal (depth) adalah ukuran atau jarak vertikal dari dasar lunas (keel) dan garis dek utama. Meskipun faktor ini tidak langsung memengaruhi draft tetapi depth menentukan potensi daya apung cadangan yang tersedia di atas garis air. Semakin dalam lambungnya, semakin besar pula volume tertutup di atas garis air yang berfungsi sebagai cadangan daya apung.

Desain lambung kapal juga mempertimbangkan elemen seperti sheer (lengkungan dek dari tengah ke haluan atau buritan) dan camber (kemiringan sisi dek ke kanan atau kiri). Keduanya dapat meningkatkan kemampuan kapal menahan gelombang dan mengurangi risiko geladak tergenang air.

Dengan kata lain, kedalaman lambung (Depth) adalah faktor fundamental yang menentukan batas maksimum freeboard yang dapat dicapai. Desain kapal harus menyeimbangkan kedalaman lambung dengan stabilitas, kapasitas muatan, dan ketinggian titik G (Gravity).

Penetapan Freeboard dan Garis Muat (Load Line)

Sesuai IMO International Convention on Load Lines 1966, semua kapal harus memenuhi persyaratan minimum freeboard. Pengecualian berlaku untuk kapal perang, boat untuk rekreasi tertentu, kapal penangkap ikan, kapal kargo kecil di bawah 150 GT, serta kapal dengan panjang kurang dari 24 meter.

Aturan ini bertujuan memastikan kapal memiliki cukup daya apung cadangan dan stabilitas kapal. Fokus pada nilai minimum yang harus dipertahankan agar geladak tidak tergenang air pada kondisi buruk.

Beberapa faktor utama yang diperhitungkan dalam penetapan freeboard antara lain:

  1. Jenis, ukuran, dan tipe kapal. Kapal besar dengan muatan berat memerlukan daya apung cadangan lebih besar.
  2. Bentuk lambung, layanan kapal, dan sifat pelayaran.
  3. Tata letak kapal dan integritas struktur. Kapal yang di dek terdapat palka muatan berisiko lebih tinggi kehilangan daya apung cadangan, sehingga wajib memiliki freeboard yang lebih besar.
  4. Desain konstruksi seperti sheer, camber, bulwark, dan sebagainya.
  5. Kondisi stabilitas kapal.
  6. Kebutuhan operasional, area pelayaran, jumlah awak, dan faktor lain.

Kapal Tipe A

Kapal ini membawa muatan cair curah seperti kapal tanker, Bulk carrier, chemical tanker, LNG dan LPG carrier. Kapal tipe A umumnya memiliki bagian terbatas di dek utama dan kompartemen kedap air (oil-tight), sehingga dianggap lebih aman dari sisi daya apung cadangan.

Muatan cair memiliki permeabilitas rendah dan jika terjadi kebocoran, air laut cenderung masuk lebih lambat. Bahkan pada banyak kasus, muatan cair lebih ringan dari pada air sehingga cenderung mengalir keluar dan meningkatkan freeboard. Risiko masuknya air akibat cuaca buruk juga lebih kecil.

Karena alasan inilah, persyaratan minimum freeboard kapal tipe A lebih rendah dibanding tipe B.

Kapal Tipe B

Semua kapal selain tipe A dikategorikan sebagai tipe B. Misalnya kapal pembawa batu bara yang lambungnya bocor akan cepat kemasukan air, displacement bertambah, daya apung berkurang, freeboard menurun, dan risiko tenggelam lebih tinggi.

Yakob Taruklangi
Yakob Taruklangi I am Yakob Taruklangi, a professional seafarer as a Deck Officer on tanker ship and offshore vessel. Throughout my career, I have gained valuable knowledge and experience in the maritime industry, which I am passionate about sharing with others. Writing allows me to reflect on my journey at sea and provide insights into shipping, seamanship, and life onboard, with the hope of contributing to the wider maritime community.

Post a Comment for "Apa Itu Freeboard pada Kapal"