Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jenis-Jenis Alarm di Kapal Dan Tindakan Jika Mendengar Bunyi Alarm

Setiap kapal dilengkapi dengan alarm yang berfungsi sebagai bunyi peringatan pada suatu keadaan darurat. Situasi darurat dapat terjadi kapanpun dan dimanapun yang disebabkan oleh banyak faktor seperti keadaan cuaca, human error atau pun masalah teknis pada mesin. Itulah sebabnya sistem alarm darurat harus selalu aktif dan terpasang agar kru kapal dapat memberikan respon secara cepat dan tepat.

jenis-jenis alarm di kapal
Visualgrafis bunyi alarm di kapal yang harus diketahui pelaut agar dapat mengambil tindakan yang tepat saat terjadi situasi darurat

Alarm dapat berupa suara (Audible), cahaya (Visual) dan ada juga yang kombinasi keduanya yakni suara dan cahaya. Kombinasi ini dimaksudkan agar sinyal yang diberikan dapat dikenali meskipun ada kru yang sedang tidak bisa melihat atau mendengar dari salah satunya.

Bunyi dan sinyal ini telah dibuat sesuai dengan standar internasional sehingga sinyal di setiap kapal umunya seragam. Sehingga pelaut dapat mengenali serti setiap alarm meskipun berada di kapal yang berbeda. Selain itu, beberapa managemen perusahaan memiliki tambahan dan aturan sendiri yang dituangkan dalam SMS Manual

Jenis-Jenis Alarm di Kapal

General Alarm

General alarm merupakan alarm paling umum di dunia pelayaran. Bunyi alarmnya adalah 7 kali pendek dan 1 kali panjang, baik menggunakan bel listrik maupun suling. General Alarm digunakan untuk menandakan adanya keadaan darurat serius seperti kebakaran besar, tabrakan, kapal kandas, hingga kemungkinan meninggalkan kapal (abandon ship).

Ketika general alarm berbunyi, setiap awak kapal harus segera menuju muster station yang telah ditentukan dalam muster list. Setelah itu, mereka wajib mendengarkan pengumuman melalui PA system yang biasanya disampaikan oleh Officer on Watch (OOW), Chief Officer, atau Kapten kapal. Dari sinilah kru akan mengetahui jenis darurat yang sedang terjadi.

Prosedur ini penting karena setiap awak memiliki tugas berbeda, mulai dari tim pemadam kebakaran, tim evakuasi, hingga tim komunikasi. Dengan mengikuti instruksi muster list, kru dapat bekerja secara teratur dalam mengendalikan setiap keadaan yang terjadi. 

Alarm Meninggalkan Kapal (Abandon Ship)

Jika kondisi darurat sudah tidak terkendali dan kapal dapat lagi diselamatkan maka kapten kapal akan memberikan perintah abandon ship secara verbal.

Ada hal yang sering disalah dipahami beberapa pelaut tentang Alarm meninggalkan kapal, sebenarnya alarm untuk meninggalkan kapal adalah hanya perintah secara langsung dari nakhoda (Verbal order by master), sedangkan 7 pendek 1 panjang adalah general alarm yang memberikan petunjuk pada ABK untuk segera menuju ke boat station.

Ketika ada perinta meninggalkan kapal maka setiap kru wajib membawa lifejacket dan immersion suit lalu menuju dan berkumpul di boat station. Kru yang memiliki tugas khusus harus membawa perlengkapan tambahan seperti selimut, Kotak P3K, atau botol air sesuai instruksi dalam muster list.

Sekalipun semua kru sudah lengkap dan perlengkapan sudah siap, kru tidak diperbolehkan meninggalkan kapal sebelum ada instruksi langsung dari kapten.

Alarm Orang Jatuh ke Laut

Bunyi alarm untuk orang jatuh ke laut (manover board) adalah 3 kali panjang, kasus orang jatuh ke laut bisa terjadi pada siapa saja, baik ABK kapal maupun penumpang. 

Selain alarm, lifebuoy khusus dengan smoke dan light signal harus dilempar ke lokasi korban jatuh. Sinyal asap dan cahaya ini berfungsi agar korban lebih mudah terlihat, terutama saat malam hari atau kondisi cuaca buruk

Tindakan cepat sangat diperlukan karena peluang menyelamatkan korban sangat kecil seiring berjalannya waktu terlebih lagi jika kondisi laut bergelombang atau suhu air sangat rendah.

Fire Alarm (Kebakaran)

Kebakaran adalah salah satu keadaan darurat paling berbahaya di kapal. Untuk itu, kapal dilengkapi fire alarm yang berbunyi terus-menerus setidaknya selama 10 detik. Bunyi ini biasanya dipicu dengan menekan switch fire alarm terdekat atau ketika smoke detektor mendeteksi adanya asap dan panas disekitarnya. 

Selain menekan tombol fire alarm, orang yang menemukan kebakaran juga harus berteriak keras “FIRE, FIRE, FIRE!” untuk memperingatkan orang di sekitarnya dan segera memberikan informasi ke perwira jaga. 

Begitu fire alarm terdengar, seluruh kru harus segera mungkin menuju fire station sesuai muster list. Kemudian melakukan pengecekan ABK apakah sudah lengkap atau ada kru yang hilang kemudian melaporkan ke anjungan. Setelah itu Fire fighting Equipment dipersipakan seperti fire hose, SCBA, EEBD dan semua alat pemadam lainnya. 

Nakhoda akan memutuskan kapan kebakaran sudah terkendali dan aman, jika situasi sudah benar-benar aman dan semua titik api telah terpadamkan maka kapten akan memberikan perinta untuk meninggalkan lokasi tempa kejadiaan.

Alarm Alat Navigasi

Di anjungan kapal, berbagai peralatan navigasi dilengkapi sistem alarm khusus. Misalnya, jika radar, gyro compass, atau lampu navigasi mengalami gangguan, alarm akan berbunyi dan detail masalah muncul di layar navigasi.

Fungsi navigational alarm sangat penting untuk mencegah tabrakan, kandas, atau insiden lain yang bisa membahayakan kapal. Dengan alarm ini, awak yang bertugas di anjungan dapat segera mengetahui gangguan dan mengambil langkah perbaikan.

Prosedur umumnya meliputi pengecekan peralatan yang bermasalah, mencari penyebab kerusakan, lalu melakukan perbaikan. Jika peralatan utama gagal berfungsi, perwira harus segera mengaktifkan peralatan cadangan untuk menjaga keselamatan navigasi.

Alarm Engineer (Machinery Space)

Engine room dipenuhi dengan berbagai peralatan penting yang harus bekerja 24 jam. Untuk itu, sistem pemantauan otomatis dipasang agar bisa mendeteksi kerusakan sejak dini. Jika ada mesin yang bermasalah, machinery space alarm akan berbunyi dan ditampilkan pada panel kontrol ruang mesin.

Alarm ini memungkinkan engineer mengetahui jenis mesin yang bermasalah, apakah generator, pompa, atau mesin utama. Dengan begitu, kru mesin dapat segera memperbaiki atau mengalihkan ke mesin cadangan agar operasi kapal tidak terganggu.

Sama seperti alarm lain, prosedur penanganan alarm mesin tercantum jelas di manual book (buku petunjuk).

Alarm CO₂

Selain alarm kerusakan mesin, ruang mesin dan pump room juga dilengkapi sistem pemadam kebakaran CO₂ tetap. Alarm ini berbeda bunyinya dari alarm lain agar mudah dikenali.

Ketika pintu panel pelepas CO₂ dibuka, alarm akan berbunyi keras untuk memperingatkan semua kru agar segera meninggalkan ruang mesin. Hal ini penting karena gas CO₂ dapat menghilangkan oksigen dan berbahaya bagi manusia. 

Begitu alarm berbunyi, kru harus segera keluar dari ruang mesin, memastikan tidak ada orang tertinggal, lalu menutup pintu agar sistem CO₂ bekerja maksimal.

Alarm BNWAS

Ini adalah alarm yang akan berbunyi ketika tidak ada orang terdeteksi di atas anjungan, fungsinya untuk memberi peringatan kepada kapten dan perwira lainnya bahwa anjung sedang tidak ada orang.

Alarm ini hanya akan bekerja ketika BNWAS di aktifkan seperti saat kapal sedang berlayar dan sedang berlabuh jangkar. Tetapi ketika kapal sedang sandar dipelabuhan maka akan dinonaktifkan karena umunya perwira jaga akan standy di ruang kerja penanganan muata (Cargo Control room).

Alarm ini akan terdengar di atas anjungan, kamar kapten, officer messroom dan crew messroom. Apabilah dalam waktu 2 menit tidak ada perwira atau kru naik ke anjungan untuk mereset maka alarm akan berbunyi di setiap alleway dan kabin di atas kapal.

Ship Security Alarm System (SSAS)

Jenis alarm terakhir adalah Ship Security Alarm System (SSAS). Sesuai dengan ketentuan SOLAS Bab XI-2/5, alarm ini digunakan dalam keadaan darurat keamanan, seperti serangan bajak laut.

Tidak seperti alarm lain, SSAS tidak berbunyi di kapal. Sebaliknya, alarm ini mengirim sinyal secara langsung ke otoritas pantai atau instansi terkait melalui satelit. Sehingga kapal bisa meminta bantuan tanpa diketahui pihak yang mengancam.

SSAS menjadi bukti bahwa sistem alarm kapal sangat diperlukan dan tidak hanya terbatas pada aspek teknis dan kebakaran, tetapi juga mencakup keamanan maritim secara menyeluruh.

Fungsi Alarm di atas Kapal

Alarm kapal bukan hanya sekadar bunyi peringatan. Setiap pola suara memiliki arti tertentu yang menandakan jenis keadaan darurat yang sedang terjadi. Misalnya, alarm kebakaran berbeda dengan orang jatuh ke laut. Sehingga awak kapal dapat segera memahami situasi tanpa harus menunggu instruksi tambahan.

Fungsinya juga tidak hanya terbatas pada peringatan, melainkan juga memandu awak untuk mengambil tindakan tertentu. Misalnya, general alarm mengarahkan semua awak menuju muster station, sedangkan CO₂ alarm menginstruksikan kru untuk segera mengosongkan ruang mesin atau ruang muat. 

Berikut adalah beberapa fungsinya secara umum, antara lain:

1. Memberikan Peringatan Darurat

Fungsi utama alarm di kapal adalah memberikan tanda bahaya ketika terjadi kondisi abnormal atau berpotensi membahayakan keselamatan. Misalnya, alarm kebakaran akan berbunyi keras dan terus-menerus ketika sensor mendeteksi panas atau asap di area tertentu. 

Begitu juga dengan alarm kebocoran bahan bakar atau gangguan pada sistem mesin, yang segera memperingatkan kru agar melakukan tindakan pencegahan. Dengan adanya sistem ini, waktu respons dapat diminimalkan dan risiko kerusakan atau kecelakaan dapat dihindari.

2. Mengkoordinasikan Evakuasi

Alarm juga berperan penting dalam mengatur proses evakuasi ketika situasi darurat tidak dapat dikendalikan. Misalnya, general alarm digunakan untuk menginstruksikan seluruh awak menuju muster station atau titik kumpul yang telah ditentukan. Setiap jenis alarm memiliki pola bunyi dan durasi tertentu yang sudah dikenali oleh seluruh kru melalui pelatihan darurat. Dengan begitu, tidak terjadi kebingungan ketika evakuasi berlangsung, dan semua personel dapat bergerak cepat sesuai prosedur keselamatan.

3. Mencegah Kecelakaan

Sistem alarm di ruang mesin atau area berisiko tinggi dirancang untuk memantau parameter penting seperti tekanan, suhu, dan level cairan. Jika salah satu nilai tersebut melampaui batas aman, alarm akan aktif untuk memberi tahu operator agar segera melakukan penyesuaian atau penghentian sistem. Hal ini sangat pentingl karena mencegah kerusakan mesin dengan skala besar, kebakaran, atau ledakan yang bisa terjadi akibat kelalaian atau keterlambatan pendeteksian. Dengan kata lain, alarm berperan sebagai sistem perlindungan preventif terhadap kecelakaan kerja.

4. Meningkatkan Respons Cepat

Kecepatan reaksi terhadap bahaya sangat menentukan keselamatan di kapal. Oleh karena itu, alarm modern dilengkapi dengan sensor otomatis seperti smoke detector, heat detector, atau gas detector yang mampu mendeteksi tanda-tanda bahaya secara real time. Sistem ini memastikan peringatan muncul bahkan tanpa pengawasan langsung dari manusia. Dengan alarm yang terhubung ke sistem kontrol utama kapal, tindakan darurat seperti menutup valve bahan bakar atau mematikan peralatan listrik bisa dilakukan lebih cepat.

5. Melindungi Penumpang dan Muatan

Selain melindungi kru, alarm juga berfungsi menjaga keselamatan penumpang serta keamanan kargo. Dalam kapal penumpang, misalnya, alarm membantu memastikan semua orang segera mengetahui adanya bahaya dan mengikuti prosedur evakuasi dengan tertib. Sementara pada kapal kargo, sistem alarm melindungi muatan bernilai tinggi seperti bahan kimia, minyak, atau barang berbahaya lainnya agar tidak mengalami kebocoran atau kebakaran.

Yakob Taruklangi
Yakob Taruklangi I am Yakob Taruklangi, a professional seafarer who has been serving as a Deck Officer on tanker ship and offshore vessel since 2019. Throughout my career, I have gained valuable knowledge and experience in the maritime industry, which I am passionate about sharing with others. Writing allows me to reflect on my journey at sea and provide insights into shipping, seamanship, and life onboard, with the hope of contributing to the wider maritime community.

Post a Comment for "Jenis-Jenis Alarm di Kapal Dan Tindakan Jika Mendengar Bunyi Alarm "