Apa itu GISIS dalam Dunia Pelayaran
Global Integrated Shipping Information System (GISIS) berisi informasi penting dan terpadu yang dikembangkan dan dikelola oleh IMO, badan khusus yang menangani keselamatan pelayaran, keamanan maritim, serta perlindungan lingkungan di laut.
![]() |
| Pentingnya memahami arti GISIS dalam dunia pelayaran dan perkapalan untuk lebih mengerti tentang aturan maritim |
Pengertian GISIS
GISIS adalah pusat data informasi maritim global yang digunakan industri pelayaran dan para profesional maritim untuk memastikan kepatuhan terhadap berbagai peraturan dan ketentuan, baik skala internasional maupun nasional.
GISIS menjadi platform berbasis website yang memberikan akses informasi dan data yang dikirimkan ke Sekretariat IMO oleh Administrasi Maritim, negara anggota, serta otoritas pelabuhan, sesuai dengan instrumen, persyaratan dan peraturan yang berlaku
Diluncurkan untuk mendukung transparansi dan keterbukaan informasi sebagai pusat data global yang menghubungkan informasi dari negara anggota IMO, administrasi maritim, dan otoritas pelabuhan di seluruh dunia.
Dengan sistem ini, seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, pelaut, pemilik kapal, operator, hingga peneliti dapat mengakses data yang relevan terhadap berbagai instrumen internasional, seperti SOLAS, MARPOL, hingga Ballast Water Management Convention.
Tujuan dan fungsi GISIS adalah sebagai berikut:
- Mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas pelayaran.
- Mengorganisasi data secara sistematis agar mudah diakses.
- Menyediakan data untuk pelatihan, penelitian, dan kebijakan maritim.
- Meningkatkan transparansi dalam operasional maritim.
- Memperkuat keselamatan dan keamanan kapal serta pelabuhan.
- Mendukung kesiapsiagaan kecelakaan laut dan investigasi insiden.
Modul dalam GISIS
Terdiri dari beberapa subsistem yang mencakup 26 modul yang selanjutnya dibagi ke dalam sub-modul dengan fokus pada berbagai tema dan topik, modul yang dimaksud yaitu sebagai berikut:
- Keamanan Maritim (Maritime Security)
- Kecelakaan dan Insiden Kapal (Marine Casualties and Accidents)
- Fasilitas Penerimaan Limbah di Pelabuhan (Port Reception Facilities)
- Titik Kontak (Contact Points)
- Peralatan Pencegah Pencemaran dan (Pollution Prevention Equipment)
- Skema Anti-Fouling (Anti-Fouling Schemes)
- Perompakan dan Perampokan Bersenjata (Piracy and Armed Robbery)
- Konsumsi Minyak Bakar Kapal (Ship Fuel Oil Consumption)
- Pengelolaan Air Ballast dan Bahan Kimia Air Ballast (Ballast Water Management and Ballast Water Chemicals)
- Rencana Global Pencarian dan Penyelamatan (Global SAR Plan)
- Status Perjanjian Internasional (Status of Treaties)
- Simulator (Simulators)
- Rencana Induk Sistem Komunikasi Marabahaya dan Keselamatan Maritim Global
- Formalitas terkait naik dan turun kapal (Formalities connected with sign-in and sign-off)
- Emisi Gas Rumah Kaca (Greenhouse Gas Emissions)
- Informasi tentang Regulasi Lokal (Information on Local Regulations)
- Umpan Balik Kode IMDG (IMDG Code Feedback)
- MARPOL Annex VI
- Evaluasi Kait Sekoci Penyelamat (Evaluation of Hooks)
- Kargo (Cargoes)
- Audit Negara Anggota (Member State Audits)
- Skema Penilaian Kondisi Kapal (Condition Assessment Scheme)
- Laboratorium Uji dan Fasilitas Halon (Test Laboratories and Halon Facilities)
- Legislasi Maritim Nasional (National Maritime Legislation)
- Instrumen Non-Mandatori (Non-Mandatory Instruments)
- Survei dan Sertifikasi (Survey and Certification)
Selain itu GISIS juga menyediakan tiga tingkat akses:
- Public Area sebagai akses yang terbuka untuk publik dengan registrasi email sederhana.
- IMO Member’s Area sebagai Akses khusus untuk negara anggota IMO dan otoritas maritim.
- IMO Secretariat’s Area sebagai Akses penuh untuk sekretariat IMO dalam memantau, memverifikasi, dan memelihara sistem.
Bagi pengguna umum, modul publik seperti Port Reception Facilities, Marine Casualties, Recognized Organizations, dan Status of Treaties dapat langsung diakses tanpa biaya.
Salah satu fitur penting dalam GISIS adalah sistem Nomor IMO, yaitu identitas unik yang berlaku bagi kapal dagang dengan ukuran ≥100 GT. Nomor ini memiliki format khusus berupa tulisan “IMO” yang diikuti tujuh digit angka, misalnya IMO 9319466.
Penetapan nomor dilakukan oleh IHS Fairplay pada saat kapal dibangun, dan bersifat permanen sehingga tetap melekat pada kapal sepanjang masa operasionalnya, tanpa dapat diganti atau diubah.
Dengan nomor IMO, pengguna dapat melacak detail kapal, perusahaan pengelola, sertifikasi, hingga catatan insiden secara akurat di GISIS.
Hubungan GISIS Dengan Perlindungan Lingkungan
Industri pelayaran dikenal sebagai salah satu sektor yang memberikan kontribusi signifikan terhadap emisi global.
Untuk menjawab tantangan ini, IMO memanfaatkan Global Integrated Shipping Information System (GISIS) sebagai sarana pemantauan dan pengendalian dampak lingkungan dari aktivitas pelayaran, untuk berbagai data penting terkait perlindungan lingkungan laut yang dapat diakses dan dikelola secara terstruktur.
Pollution Prevention Equipment
GISIS mencatat informasi mengenai produsen serta persetujuan resmi atas peralatan pencegah polusi, seperti oil water separator, incinerator, dan perangkat lainnya. Data ini memastikan hanya peralatan yang memenuhi standar internasional yang digunakan di kapal, sehingga risiko pencemaran laut dapat diminimalkan.
Salah satu fitur penting dalam GISIS adalah modul “Pollution Prevention Equipment and Anti-fouling Systems”, yang berfungsi sebagai basis data produsen peralatan pencegah pencemaran.
Peralatan yang tercatat meliputi oil filter, oil content meter, shipboard incinerator, ballast water management system, sewage treatment plant, bilge separator, bilge alarm, hingga oil-water interface detector.
Informasi ini dapat ditelusuri berdasarkan negara, dilengkapi dengan data persetujuan dari MEPC, termasuk identitas produsen, spesifikasi peralatan, dan otoritas pemerintah yang memberikan pengesahan.
Submodul “Anti-Fouling System (AFS)” menyediakan detail terkait sistem pelapis anti-fouling, mencakup nama produsen, jenis sistem, bahan aktif yang digunakan, serta daftar negara yang berwenang mengatur dan memberikan izin penggunaannya.
Selain itu, terdapat pula modul “Port Reception Facility” yang mendokumentasikan ketersediaan fasilitas penerimaan limbah kapal. Data ini diklasifikasikan berdasarkan wilayah dan ID pelabuhan, sehingga memudahkan identifikasi fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan operasional kapal.
Ballast Water Management
Modul ini menyajikan informasi terkait area pertukaran air ballast, pengecualian khusus yang diberikan oleh negara, hingga database yang memuat 41 bahan kimia umum yang digunakan dalam proses pengolahan air ballast. Hal ini penting untuk mencegah masuknya spesies invasif dan menjaga keseimbangan ekosistem laut.
Di dalamnya tercantum berbagai data penting, mulai dari pengecualian yang diberikan kepada kapal, penetapan area khusus untuk pertukaran air ballast, penerapan langkah-langkah tambahan, hingga peringatan mengenai pengambilan air ballast di wilayah tertentu beserta kebijakan yang diberlakukan oleh negara bendera sesuai regulasi internasional.
Selanjutnya, terdapat Basis Data Bahan Kimia Air Ballast yang disusun oleh GESAMP-Ballast Water Working Group (GESAMP-BWWG). Basis data ini memuat informasi terkait 41 jenis bahan kimia yang paling sering digunakan dalam proses pengolahan air ballast, sebagaimana tercantum dalam Lampiran 6 Methodology Revolution 4.
Untuk setiap bahan kimia tersebut, GESAMP-BWWG telah mengumpulkan informasi komprehensif dari berbagai literatur mengenai karakteristik fisikokimia, ekotoksikologi, serta toksikologi. Dengan demikian, pihak pemohon tidak diwajibkan lagi melampirkan data tambahan ketika mengajukan Persetujuan Dasar (Basic Approval) maupun Persetujuan Final (Final Approval).
Ship Fuel Oil Consumption
GISIS juga mendukung target IMO untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dari sektor pelayaran hingga 40% pada tahun 2030. Melalui pencatatan konsumsi bahan bakar kapal, sistem ini memungkinkan pemantauan yang lebih transparan dan evaluasi yang lebih efektif terhadap upaya pengurangan emisi.
Dengan fungsi-fungsi tersebut, GISIS tidak hanya berperan sebagai pusat informasi, tetapi juga sebagai instrumen penting dalam menjaga keberlanjutan industri pelayaran sekaligus melindungi ekosistem laut dari dampak negatif aktivitas manusia.
Pelatihan dan Standarisasi
GISIS juga berperan dalam mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang maritim melalui berbagai modul yang relevan.
Misalnya, modul Simulators menyediakan data mengenai fasilitas pelatihan berbasis simulasi yang digunakan untuk melatih awak kapal dalam menghadapi kondisi operasional nyata.
Selanjutnya, modul Test Laboratories & Halon Facilities memuat daftar laboratorium uji yang sesuai dengan standar 2010 FTP Code, sehingga memastikan kualitas peralatan keselamatan dapat diverifikasi secara objektif.
Selain itu, modul Evaluation of Hooks digunakan untuk mengevaluasi sistem pelepasan dan pengambilan sekoci penyelamat agar berfungsi optimal dalam keadaan darurat.
Seluruh data ini sangat penting untuk menjaga standar pelatihan pelaut sekaligus menjamin mutu serta keandalan peralatan keselamatan di kapal.
Modul “Simulators” menampilkan data mengenai ketersediaan simulator di berbagai negara, termasuk simulator ruang mesin, simulator anjungan, dan jenis fasilitas pelatihan maritim lainnya.
Dengan pencatatan yang detail, GISIS tidak hanya membantu lembaga pelatihan mengoptimalkan sarana pendidikan, tetapi juga memungkinkan pemantauan kekuatan suatu negara dalam penyediaan fasilitas pelatihan maritim.
Manfaat GISIS bagi Industri Maritim
Global Integrated Shipping Information System (GISIS) memberikan banyak manfaat bagi berbagai pihak yang terlibat dalam industri maritim. Setiap kelompok pemangku kepentingan dapat memanfaatkan sistem ini sesuai dengan kebutuhan dan perannya masing-masing, antara lain:
- Pemilik Kapal dan Operator, membantu dalam memantau kepatuhan terhadap regulasi internasional, melakukan audit, serta mencatat riwayat insiden kapal. Hal ini mempermudah pengelolaan operasional dan meningkatkan keselamatan pelayaran.
- Otoritas Pelabuhan, dengan adanya data Port State Control (PSC), otoritas pelabuhan dapat memperkuat pengawasan keselamatan kapal yang masuk maupun keluar, sekaligus mencegah potensi pelanggaran regulasi.
- Negara Anggota IMO, Negara anggota dapat melaporkan implementasi regulasi internasional secara transparan. Hal ini mendukung keterbukaan informasi sekaligus memperkuat kerja sama antarnegara dalam menjaga keselamatan dan keamanan maritim global.
- Akademisi dan Peneliti, data yang tersedia menjadi sumber berharga untuk penelitian mengenai tren kecelakaan kapal, polusi laut, hingga efektivitas kebijakan pelayaran. Dengan demikian, penelitian yang dilakukan dapat lebih akurat dan relevan dengan kondisi nyata di lapangan.
- Pelaut dan Awak Kapal, GISIS menyediakan akses terhadap berbagai informasi penting, seperti regulasi terbaru, titik kontak darurat, serta fasilitas pelabuhan. Informasi ini sangat membantu pelaut dalam menjalankan tugas secara aman dan sesuai standar internasional.
Adapun peran penting GISIS dalam menjaga keselamatan maritim, antara lain:
- Pelaporan Insiden Maritim
- Menghimpun laporan insiden dari berbagai negara, membantu menganalisis pola kecelakaan untuk perbaikan standar keselamatan.
- Port State Control (PSC)
- Otoritas pelabuhan menggunakan sebagai sarana untuk menargetkan inspeksi pada kapal berisiko tinggi, sehingga meningkatkan efektivitas pengawasan.
- Kesiapan Menghadapi Perompakan & Perampokan
- Untuk mencatat detail insiden perompakan (lokasi, waktu, nama kapal) sehingga membantu navigasi lebih aman di jalur rawan.
- Audit Negara Anggota
- Sarana pendukung audit IMO (IMSAS) yang memverifikasi kepatuhan negara terhadap regulasi internasional.
Salah satu aspek penting dari GISIS adalah dukungannya terhadap peningkatan kualitas pelatihan maritim dan keselamatan pelayaran. Beberapa modul khusus disediakan untuk memastikan bahwa standar internasional dapat diterapkan secara konsisten di seluruh dunia.
Demikian artikel ini yang saya sajikan melalui web karyapelaut.com semoga bermanfaat dan memberikan pengetahuan baru bagi sobat pelaut yang membacanya.

Post a Comment for "Apa itu GISIS dalam Dunia Pelayaran"
Sobat pelaut yang ingin bertanya atau berbagi pengalaman silahkan tinggalkan komentar di bawah ini.
Post a Comment